Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 63


__ADS_3

'Engg' jelita mulai terbangun.


Mata nya yang menyipit mulai terbuka lebar, telapak tangan mungil jelita menyugar wajah nya berusaha mengumpulkan nyawa.


Jelita menduduk kan tubuh dan menoleh kesamping. Tampak suami nya yang tertidur pulas seperti bayi, lama jelita memandang pahatan wajah tampan sempurnah itu, tetapi sedikit pun tidak ada rasa mengagumi di dalam hati, semuanya hambar hanya menyisakan kesakitan.


Dengan perlahan wanita cantik itu turun dari kasur dan berjalan kearah rooftop. Lama jelita berdiri, kedua tangan nya memegang erat besi pembatas, mata nya terus melihat-lihat sampai pandangan nya terhenti di sebuah pagar besar menjulang tinggi. 'Kapan aku bisa keluar dari sini' batin jelita membuat ia termenung sebentar.


'Greeb' pelukan davied tiba-tiba di pinggang jelita.


Membuat wanita cantik itu terkaget, reflek wajah nya menoleh kesamping, melihat davied yang memeluk tubuh nya dari belakang.


"Kau melihat apa?" suara serak davied di ceruk leher jelita.


"Melihat gerbang itu" tunjuk jelita deekor mata kearah gerbang.


Davied mengikuti arah mata jelita, namun pandangan nya tetap santai. Dengan sekali hentakan davied membalikkan tubuh jelita, netra nya menatap intens netra sendu wanita di depan nya, dengan tanpa aba-aba ia menyatukan bibir mereka, bergerak perlahan namun pasti.


Permainan bibir itu membuat jelita terhanyut dan ikut membalas ciuman davied. Tak perduli dengan pandangan para penjaga dan maid mereka terus saja menunjukkan adegan kissing dewasa nya mengotori pikiran setiap orang yang melihat.


'Haaahh' nafas jelita tersengal saat davied melepas ciuman panas nya.


Jelita melihat bibir davied yang tersenyum menang menatap nya.


Sekarang jelita benar-benar merasa malu, bagaimana bisa ia menikmati ciuman dari iblis di depan nya ini. 'Apakah kamu waras jelita' maki nya dalam hati.


Saat jelita hendak pergi, tangan kokoh davied sigap memegang pergelangan tangan jelita.


"Lepaskan davied" pinta jelita pelan, sembari tangan nya mencoba melepas genggaman davied.


Davied hanya tersenyum devil kepada jelita, tanpa memperdulikan rengekan istri nya itu.


"Bersiaplah, hari ini kita akan mengunjungi kakek" titah davied santai.


"Kenapa aku harus?" tantang jelita.


Davied menatap lekat netra jelita yang menantang, istri nya ini terus saja membangkang, tukang menangis tetapi sok berani pikir davied.


"Jangan terus menguji kesabaran ku" ucap davied pelan, namun mata nya menatap tajam jelita.


'Sreek' jelita meghempaskan genggaman tangan davied.


Dengan langkah cepat ia berjalan masuk, tak dapat di sembunyikan wajah kesal jelita yang berjalan ke kamar mandi.


'Dia memang selalu jadi pemenang' kesal jelita.


______________


Di ruang eksekusi terlihat kepala maid riza yang terus mengibah minta di lepas oleh penjaga.


Ruangan yang gelap, dan bau darah anyir menusuk hidung membuat riza berkeringat ketakutan.


"Ku mohon, katakan.. katakan pada tuan, aku tidak akan mengulangi kesalah lagi, ku mohon" 'hikss.. hikss..' isakan tangis riza terdengar pilu.


Riza berlutut di depan dua orang penjaga, benar-benar membuat harga diri nya turun saat ini. Tetapi ia tak memperdulikan itu, yang terpenting ia bisa bebas dari penjara neraka ini.

__ADS_1


"Berhenti lah menangis riza, itu hanya membuat tenaga mu habis" ucap salah satu bodyguard datar.


'Tap.. tap.. tap' langkah kaki terdengar semakin dekat.


Riza memundurkan tubuh nya takut, yang ada di benak nya sekarang hanyalah davied yang akan menghabisi nya.


Saat riza melihat sosok yang datang bukanlah davied melainkan coky, membuat wajah ketakutan nya seketika menghilang digantikan senyum penantian.


"T.. t-tuan..." riza merangkak tergesa dibawah kaki coky. "Tolong saya tuan, saya mohon" 'hikss.. hikkss.." mohon riza memegang kaki coky.


"Kalian berdua pergilah" titah coky kepada kedua penjaga.


Kedua penjaga menunduk hormat dan melangkah keluar.


"Mengapa bisa riza?" tanya coky dingin.


"A.. a-aku hanya membantu nona shilla tuan, ini semua karena kecerobohan nona shilla" jelas riza mengibah.


"Apa yang di lakukan shilla?" tanya coky lagi.


"D.. d-dia mencampuri makanan tuan dengan obat perangsang, tuan mengetahui nya dan ia marah besar, membawa kami keruangan eksekusi ini" jawab riza takut.


Coky menghembuskan nafas jengah.


"Lalu, dimana shilla?" tanya coky.


"Nona sudah kembali ke kamar nya, karena tadi malam ia pingsan tuan" jawab riza lesuh.


coky terdiam,


Riza mengangguk setuju, sekarang hati nya sudah legah karena coky sudah menjamin kebebasan nya.


Coky pergi meninggalkan riza di ruangan itu, berjalan tergesa kearah pintu.


'Bruuaakk' pintu kamar shila di buka kasar coky.


Membuat shilla yang duduk di sisi kasur terjingkat kaget.


Wajah coky tampaklah sangat tak bersahabat melihat shilla.


"A.. a-ada apa tuan?" tanya shilla tergagap.


Coky menutup pintu dan berjalan mendekat kearah shilla.


melihat itu shilla berdiri dari duduk nya dan berjalan mundur seperti menghindar.


"Siapa yang menyuruh mu mencampuri obat perangsang dimakanan davied?" tanya coky dengan tatapan mengintimidasi.


"A.. a-aku hanya ingin bersama nya walau semalam saja, aku menyukai nya" jawab shilla memberanikan diri.


'Greeb' coky menyentak tubuh shilla dan meremas kuat dagu shilla.


"Kau wanita tidak sadar diri! tugas mu hanya menjauh kan jelita dari davied, bukan yang lain, apalagi memuaskan pria iblis itu!" tekan davied di setiap kalimat.


"Mau memuaskan atau tidak itu urusanku!" bantah shilla berani.

__ADS_1


'Ctaass' tamparan kuat di pipi kiri shilla.


"Kau benar-benar wanita tidak tahu di untung! jangan ku dengar lagi kau mencoba mendekati davied di luar batas, kalau tidak_"


"Kalau tidak apa?!" tantang shilla yang sudah tersungkur.


"Kalau tidak kau lebih baik mati! dari pada hidup hanya untuk mengotori anakku di rahim mu itu!" sergah coky dengan mata memerah.


Shilla tergelak,


"Kalau bukan karena ibuku, sudah lama aku membunuh anak sialan di rahim ini" ucap shilla tergelak dengan wajah putus asa.


"Baguslah kalau kau masih memikir kan itu! jangan pernah coba hal yang tidak-tidak, kau akan menyesal!" tekan coky, dan pergi dengan membanting pintu kamar shilla kuat.


'Hikss.. hikss.. hikss..' tangis shilla tersedu.


#Flashback on_


Shilla adalah remaja muda yang bekerja sebagai pengantar makanan cepat saji di las vegas.


Namun saat itu shilla tengah menyetir menaiki sepeda motor butut nya tiba-tiba mendapat telepon dari orang yang mengatakan kalau ibu nya baru saja masuk rumah sakit. Karena memang ibu shilla sudah sakit-sakitan.


Mendengar itu shilla menjadi gelagapan, kekhawatiran membuat nya tak fokus menyetir sepeda motor, sampai sepeda motor itu tak sengaja menabrak mobil mewah kepunyaan coky yang tengah hendak keperusahaan mewakili davied.


'Brruuaaaggg..' kecelakaan penabrakan pun terjadi.


Shilla yang pingsan dilarikan kerumah sakit. 2 jam orang suruhan coky menunggu di rumah sakit, hingga sampai wanita muda itu tersadar.


"Aku dimana?" shilla yang terbangun melihat sekeliling ruangan rumah sakit.


'Tap.. tap.. tap' langkah coky memasuki ruangan.


Dengan sekali pandang coky langsung terkesiap, wajah shilla bisa di bilang hampir mirip dengan jelita nyonya nya. Membuat kepala nya seketika mempunyai ide-ide gila yang akan memuluskan rencana nya dengan big boss (masih di samarkan).


Sejak saat itu shilla mengenal coky, wajah polos nya berubah menjadi nakal dan agresif. Gelar simpanan sang sekretaris sudah di dapat shilla.


Sampai simpanan coky itu di kenal kan kepada davied saat di las vegas, untuk memasukkan tuan nya itu ke dalam perangkap yang dibuat coky dan big boss (masih di samarkan).


Namun karena sentuhan lembut davied di tubuh shilla yang hanya sekali tetapi mampu membuat wanita itu tunduk dan jatuh cinta.


Sebulan sudah berlalu sejak shilla melayani davied ternyata ia hamil.


Pada saat ini shilla tahu betul yang di dalam kandungan nya ini bukanlah anak davied, melainkan anak coky. Karena pada saat hendak berhubungan dengan davied, shilla dipaksa minum pil kb oleh coky.


Shilla merasa gelisah dan ketakutan tetapi ia tak punya pilihan selain memberi tahu coky, karena bagaimanapun uang untuk aborsih bukanlah sedikit, setidak nya kalau coky tak menginginkan anak ini, ia harus memberikan uang kompensasi untuk menyingkirkan benih nya di dalam kandungan shilla.


Namun dugaan shilla salah, ia terlalu berpikir rendah, sesungguh nya sih iblis coky sudah memikirkan ini semua jauh lebih dalam dan terancang.


Coky memaksa shilla mempertahankan janin nya dan mengantarkan ia kepada davied, menyuruh wanita muda itu berbohong kalau anak yang ia kandung adalah anak davied.


Dan dari sini lah cerita shilla sampai bisa tinggal di mansion davied.


Dan perlu diberitahu juga kalau coky dan kepala maid riza sebenar nya adalah mata-mata untuk big boss (yang namanya masih di samarkan).


#Flashback off__

__ADS_1


bersambung🖤🖤🖤🖤🖤


__ADS_2