Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 69


__ADS_3

Sehabis keluar ruang makan tadi, jelita bergegas menuju kamar nya dan menduduk kan tubuh di kasur bernuasa turkey itu.


Ia duduk melamun memikirkan pembelaan davied tadi. Ia tak menyangka akan di bela di hadapan kakek tama dan shilla.


Perbuatan hangat dan egois davied bersatu di ingatan jelita, berputar bagaikan film pendek yang membuat hati nya tak habis pikir.


'Ceklek'


Pintu kamar di buka oleh kepala maid riza dan satu maid yang mendorong troli makanan.


Menghidangkan makanan di meja kamar tanpa suara.


"Tuan memesan, agar nyonya memakan makanan nya" ucap kepala maid riza sopan dan menunduk hormat keluar ruangan.


Jelita melihat makanan yang terhidang itu dari jauh, rasanya ia sudah tak berselerah lagi untuk mengisi perut nya.


'Ceklek'


Pintu di buka lagi dan menampakkan sesosok pria tegas memasuki kamar.


Jelita refleks berdiri dan berlari kecil memeluk tubuh tegap davied.


Davied juga memeluk istri nya erat, sembari mengelus lembut surai panjang jelita.


"Mas, makasih sudah membela ku" ucap jelita pelan dalam pelukan.


Davied meregangkan pelukan nya. Menatap penuh netra jelita.


"Tidak usah berlebihan" balas davied santai.


Jelita yang mendengar balasan acuh davied langasung mencebikkan bibir nya kesal.


Baru saja ia mengharapkan kata-kata romantis akan keluar dari bibir davied, namun nihil, harapan itu hanyalah harapan kosong belaka.


Melihat istri nya yang terdiam, davied mengambil kesempatan untuk mengecup singkat bibir pink jelita. Dan bergegas berlalu begitu saja.


Membuat wanita cantik itu menatap davied kesal.


Davied membuka pintu penghubung rooftop, dan melangkah kan kaki nya kesana. Ia berdiri tegap sembari mengeluarkan ponsel dari saku celana.


Netra jelita terus menatap davied yang sedang menelepon seseorang. Ia tak tahu apa yang di bahas oleh suami nya, yang jelas davied berdiri menelepon disitu cukup lama.

__ADS_1


Setelah selesai davied masuk kembali ke kamar nya dan menutup pintu penghubung rooftop.


Netra nya menangkap jelita yang duduk di tepian kasur sedang memainkan ponsel.


"Kau belum makan, makanan mu?" bariton davied mengaget kan jelita sampai ponsel yang di pegang hampir jatuh.


Jelita mengelus dadah nya lembut.


"Kau mengaget kan ku mas" balas jelita kesal.


"Makanlah dulu jelita" titah davied lagi menatap istri nya.


"Aku sudah tidak selerah mas" jawab jelita pelan.


Davied menatap jelita intens, walau wajah nya datar tetapi sangat ketara kalau ia seolah tak suka jelita menolak titah nya.


Davied berjalan kearah aneka hidangan di meja. Tangan nya mulai memasukkan nasi dan lauk pauk kedalam mulut.


Tidak, bukan davied yang akan makan, melainkan jelita. Davied berjalan dengan mulut berisi makanan kearah istri nya.


Tangan davied membuka paksa mulut jelita sampai tubuh wanita itu terhuyung terlentang di atas kasur. Tanpa aba-aba davied memasukkan makanan di mulut nya kemulut jelita, dengan pelan sampai makanan nya benar-benar masuk dan kedalam tenggorokan, membuat wanita cantik itu tersedak beberapa kali.


"Mas, kau benar-benar keterlaluan!" kesal jelita menutup mulut nya yang penuh dengan makanan.


"Aku sudah menyuruh mu dengan baik-baik, kau yang menolak" balas davied santai.


Mendengar itu jelita rasanya ingin sekali mencakar wajah tampan itu sampai habis. Seenak jidat saja ia mengatakan itu, tak di rasakan nya tenggorokan jelita yang sakit karena kemasukan makanan yang tanpa di kunyah.


"Aku tidak mau makan!" ucap jelita berdiri hendak pergi dari hadapan davied.


'Greeb' davied menahan pergelangan tangan istri cantik nya. Dan menyeret nya ke meja yang banyak makanan.


Dengan posisi berdiri davied kembali melakukan perbuatan nya lagi sampai jelita tergagap menerima makanan dari mulut davied.


Jelita memukul-mukul dadah bidang davied minta berhenti, namun tak di hiraukan oleh davied.


Netra jelita kini sudah berembun ingin tumpah, pemaksaan ini rasanya amat sangat tersiksa.


Davied yang menyadari ada sesegukan kecil keluar dari bibir yang di rudap paksa nya, membuat ia berhenti dan menatap wanita lemas di depan nya.


"Sayang, kau menangis?" tanya davied tersenyum santai.

__ADS_1


"Lepaskan lah davied, aku mau minum!" balas jelita acuh, berusaha melepaskan cengkraman davied.


"Aku akan meminumkan nya utk mu sayang" ucap davied senang.


Jelita menggeleng-geleng kan kepala nya namun tak di hirau kan davied.


"A.. aku akan minum sen-" ucapan jelita tertahan karena davied sudah memasukkan air minum yang di mulut nya ke mulut jelita.


Membuat wanita itu pasrah dan menerima yang di berikan mulut davied.


____________


Sementara di kamar shilla ia terduduk lemas di tepi ranjang. Suara sesegukan nya begitu jelas terdengar.


"Sudah ku bilang, kau tak perlu berlebihan nona. Kau yang membuat dirimu semakin tampak tak berharga di mata nyonya" jelas kepala maid riza yang berdiri di dekat pintu.


"Aku tidak terima riza. Apa kurang nya aku? aku tak kalah cantik dengan nyonya, aku juga masih muda" balas shilla tak terima.


"Perlu kau ingat, tuan sangat menyayangi nyonya jelita. Jadi tidak usah pakai cara merendah kan nyonya di depan nya. Kau harus main cantik nona" jelas kepala maid riza sinis.


Shilla tak menjawab, karena omongan kepala maid riza memang benar adanya.


"Lalu aku harus bagaimana riza?" tanya shilla putus asa.


Kepala maid riza menjawab dengan hanya mengedikkan bahu nya acuh.


"Terus saja goda tuan dengan tubuh mu" usul kepala maid riza lagi.


"T.. tapi sekretaris coky?" shilla bertanya bingung.


"Tidak usah khawatir. Dia kan sedang sekarat sekarang" jawab kepala maid riza acuh.


BersambungπŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Mohon like dan komentar positif nya yaa teman 😊😊 agar aku lebih semangat lagi berkarya untuk kalian 😘😘😘


Dan terimakasih untuk kalian yang sudah like, coment di novel ku😘😘😍 karena jujur, tanpa kalian para pembaca, aku tidak ada apa-apa nyaπŸ€—πŸ€—


Maaf juga karena aku up nya belakangan ini lama. Di karena kan aku ada beberapa kerjaan juga yang harus di kerjakan (dateline) Mohon pengertiannya yang teman.


I LOVE YOU πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€

__ADS_1


__ADS_2