
Sinar matahari menyeruak masuk ke celah jendela kamar utama.
Terlihat jelita begitu nyaman tertidur sembari mengguling-gulingkan tubuh nya diatas kasur. Rasanya sangat enggan tubuh ini untuk bangkit dari kasur nyaman nya.
'Hoaammm...' jelita menguap sembari meregangkan tangan dan kaki.
Jelita menoleh kanan dan kiri, tidak ada sih gila itu di samping nya, pantas saja ia merasa lempang saat berguling tadi.
Seketika senyum di bibir jelita terbit, ia sungguh mencintai hari-hari tanpa psikopat itu.
'Apa dia memberiku kompensasi lagi, membiarkan ku tidur tanpa memerintah ku ini itu' monolog jelita sembari tersenyum.
Jelita mendudukkan diri dan meregangkan kembali tubuh nya.
'Tap.. tap.. tap..' langkah gontai jelita ke kamar mandi.
20 menit wanita cantik itu membersih kan diri. Kini ia sudah mengenakan kaos putih nge pas ditubuh nya dan celana pendek sepangkal paha. Jelita begitu terlihat cantik, seperti anak ABG saja. 'kapan aku terlihat tua, agar psikopat itu berhenti menahanku di penjara ini' batin jelita tersenyum geli memikirkan wajah tua nya.
Jelita berjalan keluar kamar utama, ia hendak melihat putra kesayangannya sedang apa.
Sampai di kamar ezeel, ia mengedarkan pandangan, 'tidak ada' batin jelita.
'Tub' jelita menutup lagi pintu kamar ezeel.
"Nyonya" sapa kepala maid riza berdiri di belakang jelita.
Membuat jelita terperanjat memegang dadah, karena tiba-tiba mendengar suara nenek lampir.
"Kau membuatku terkejut riza!" sarkas jelita dengan tatapan tajam.
"Maaf kan saya nyonya" jawab kepala maid riza datar. "Nyonya mencari tuan muda?" tanya nya lagi.
"Hmm.. dimana anakku?" tanya balik jelita dengan nada ketus.
Ia benar-benar sangat muak melihat wajah datar kepala maid ini. Kalau diperkenankan, mungkin ia akan menonjok habis wajah datar itu.
"Tuan muda sedang lari pagi dengan tuan" jawab kepala maid sopan.
Jelita terkejut, 'tuan' ulang jelita dalam hati.
Tanpa berbicara lagi jelita meninggal kan kepala maid riza, dan turun hendak ke lapangan golf di belakang mansion.
Mansion besar ini memang memiliki fasilitas yang mewah. Mulai dari ruangan SPA, lapangan golf, ruang fitnes, taman bunga yang luas, kolam renang yang mewah, dan jangan lupakan ruangan eksekusi milik sang tuan.
__ADS_1
Jelita tahu kalau davied sedang berlari pagi pasti di lapangan golf nya. Bak seorang f*ck boy, ia selalu diikuti oleh para maid cantik dan muda.
Saat sampai di belakang mansion, jelita terdiam, ia melihat shilla yang menggendong ezeel dengan erat, juga ada davied disitu, persis seperti keluarga bahagia yang tanpa beban.
Jelita menghembuskan nafas jengah melihat pemandangan naif itu.
'Seandainya aku bisa kabur dari neraka ini, dan wanita ular itu menggantikan posisi ku, apakah masih bisa dia memandang lelaki di depannya dengan tatapan memuja seperti itu' monolog jelita sembari berjalan pelan kearah simulasi keluarga bahagia itu.
'Ehmm..' jelita berdehem, membuat mereka langsung menoleh kearah jelita.
"Mommyy...." panggil ezeel bahagia, dan langsung turun dari gendongan shilla. "Mommy cantik sekali" puji anak kecil itu sembari memegang jemari jelita.
Jelita berjongkok menyamai tinggi anak nya.
"Benarkah? tuan muda juga tampan" puji jelita tulus.
"yeaayyy... aku tampan mirip siapa momm?" tanya ezeel tersenyum.
Mendengar pertanyaan ezeel, reflek jelita menatap davied yang juga melihat nya.
"A..." jelita bingung harus menjawab apa. "Ezeel tampan mirip kakek" ucap jelita pelan.
Davied membuang pandangannya, sangat ketara kalau ia tidak suka jawaban jelita.
"Nyonya jelita, maafkan aku sudah lancang menggendong ezeel. Tadi saya pikir ezeel akan senang jika ikut menemani daddy nya berolah raga" jelas shilla dengan lembut.
Jelita berdiri dari jongkok nya dan memandang intens setiap kepalsuan yang keluar dari mulut shilla, ia sungguh jijik melihat wanita ular di depannya bertingkah sok polos.
"Daddy ? daddy nya?" ulang jelita. "Aku kau sebut nyonya, tetapi suamiku kau sebut daddy" jelita tergelak tertawa merasa lucu. "oh ya, tetapi tadi saat ku lihat dari jauh kalian berdua memang sangat serasih, sama-sama licik dan menjijikkan" sarkas jelita tersenyum dan langsung pergi, kabur agar tak kena sembur oleh davied.
Davied menatap kepergian jelita dengan mata menajam, tangannya terkepal kuat, urat-urat leher menonjol menahan emosi yang mulai meledak.
Kata-kata jelita seperti ejekan di telinga davied. Dengan langkah lebar ia mengejar jelita.
'Greebb' davied mencekal pergelangan tangan jelita dan menyeret nya masuk meninggalkan ezeel yang langsung di gendong maid disitu.
Saat sampai di ruang tamu lantai bawah, davied langsung menghempaskan jelita sampai terhuyung.
"Apa maksud kau berbicara seperti itu?!" bentak davied menggema diruangan.
Banyak maid yang berkumpul mengintip jelita yang sedang di sembur oleh tuan mereka. Termasuk juga dengan shilla yang terang-terangan berdiri bersidekap dadah menyaksikan.
"Aku hanya mengatakan kalau kalian serasih, apa itu salah?" tantang jelita.
__ADS_1
"Kau mengatakan aku licik dan menjijikkan, apa kau sudah bosan hidup?!" bentak davied menggeram.
"Tidak usah berlebihan! kau memperlakukanku lebih dari itu, tetapi kau anggap biasa saja" sarkas jelita tak terima.
Davied menggeretakkan gigi nya, wanita di depannya ini sudah sangat berani melawan.
"Apa?!.. apa?!," tantang jelita melototkan mata nya kepada davied.
Sesaat mata jelita melihat wanita ular yang sedang menyaksikannya dengan tersenyum mengejek. Jelita sigap berjalan cepat kearah shilla dan menarik rambut wanita simpanan itu kuat, dan menyeret nya di depan davied.
"Lepaskan.. lepaskan aku.." rengek shilla karena merasa kulit kepala nya yang ditarik paksa seperti mau copot. "Tuan, tolong aku..hikss.. hikkss.." mohon shilla dengan hampir menangis.
"Jelita! tidak usah berlebihan, dia sedang hamil" peringat davied tegas.
"Ini semua karenanya, aku di marahin karena ucapan manipulatif nya" sergah jelita dengan terus menjambak kuat rambut shilla.
Shilla hanya bisa meringis menahan jambakan jelita agar tak bertambah kuat.
Davied menghembuskan nafas jengah menghadapi istri nya. Dengan langkah lebar ia mendekati jelita, dan melepaskan jambakan tangan jelita dari rambut shilla.
Netra davied terus menatap dingin netra jelita yang menantang.
Setelah lepas dari jambakan jelita, barulah shilla merasa legah dan langsung menjauh dari situ.
"Kenapa harus menyakiti dia yang sedang hamil" ucap davied datar.
"Karena dia menyakiti ku" sergah jelita.
"Kau tahu dia sedang hamil, lagi pula dia takkan berani menyakiti mu" jelas davied.
"iya aku tahu dia hamil, hamil anak suamiku" sindir jelita berkecak pinggang.
Davied menyugar rambut nya kebelakang, mata nya terpejam sebentar, pertanda ia sedang pening.
"Itu kau tahu, jadi berhentilah menyakiti nya" ucap davied dingin.
"Itu tak kan mungkin, selama aku masih di mansion ini, aku akan terus menyakiti simpanan mu itu!" sergah jelita sembari menatap tajam shilla yang berdiri ketakutan.
Davied mengeram kesal, dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh ramping jelita dan menggendong nya di pundak.
Bak seonggok karung beras yang dipikul, jelita terus meronta dan memukul punggung davied yang terus berjalan kearah lift.
Dua bodyguard sigap mengikuti sang tuan, membantu davied memencetkan tombol lift.
__ADS_1
Bersambung 🖤🖤🖤🖤