Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 32


__ADS_3

Pukul 22.30, diruang eksekusi, ~mansion besar Davied gaozhan.


sesampai nya disebuah bilik, yang banyak dipenuhi oleh alat-alat eksekusi, dari yang kecil sampai yang besar, tanpa terkecuali termasuk cangkul dan gergaji mesin, yang tergolong mustahil untuk orang yang ingin membunuh menggunakan alat itu. tetapi tidak dengan davied, sih raja iblis ini justru gemar menggunakan nya untuk memenuhi hasrat membunuhnya.


Davied Gaozhan yang berjalan didepan langsung menghentikan langkah. dengan wajah masam dan di tekuk, ia menatap dingin dua orang bodoh yang sedang diseret anak buah nya.


dua orang yang sangat berani membuat amarah nya memuncak sampai keubun-ubun.


dengan tatapan tajam, nampak kilatan kebencian terlihat disana.


'brrruuukkkk...' suara anak buah davied menghempaskan bodyguard A yang tadi mengantar istri dan anak tuannya keluar mansion, tepat di hadapan davied gaozhan.


bodyguard A mengetahui bahwa ia tidaklah akan baik-baik saja sekarang.


dengan linglung ia merangkak memegangi kaki davied.


"ampuni saya tuan... beri saya kesempatan" mohon nya dengan sekujur tubuh yang gemetar, nada bicara nya pun nampak jelas sedang mati ketakutan.


'brroookkkk....' dengan kuat davied menedang bodyguard A itu.


wajah davied berpaling kesamping, menatap tajam sekretaris coky.


"revolver" davied gaozhan mengeluarkan suara dingin, membuat seisi ruangn merinding tak berani menatap.


coky mengangguk dan merogoh pistol revolver kesayangan davied dari dalam jas hitam yang dikenakannya, senjata api yang selalu setia dibawa oleh sekretaris coky kemanapun pergi atas perintah davied gaozhan.


coky mengulurkan senjata api itu dengan sopan kepada sang tuan.


'grrrebb..' davied merampas dengan kasar revolver nya dari tangan coky.


netra davied tak lepas dari pandangan bodyguard A. seperti pandangan yang siap menelan hidup-hidup orang yang sedang melanggar aturannya itu.


davied gaozhan menggamit memanggil bpdyguard A yang sedang ketakutan dengan jemari nya.


melihat itu, bodyguard A merasa ada secercah harapan untuk ia diampuni dari kesalahan yang dibuat.


dengan merangkak dan berdiri sempoyongan dihadapan davied, kepala menunduk tak berani menatap sih raja iblis.


'kkttttaaaaasssss....' suara pukulan senjata api yang di genggam erat, lalu di hantam ke kepala sebelah kiri bodyguard A, membuat ia tersungkur kelantai.


darah yang terus mengalir keluar dari kepala yang bocor akibat hantaman, membuat lantai yang tadi nya putih berubah menjadi merah karena darah.


tak puas sampai situ, davied dengan dinginnya membidik tungkai kaki kanan bodyguard A.


'ddoorrr... ddoorrrr....' suara tembakan yang dilepaskan dua kali oleh davied.


'aaaaaaahhhhhccc.....' jerit nany tika dengan tangan yang masih di pelintir kebelakang, ia tak sanggup melihat bodyguard A yang lunglai tak berdaya terjerambah dilantai.


tatapan davied beralih ke nany tika, dengan seolah-olah menunjukkan betapa berkuasa nya dia.


nany tika yang ditatap, langsung menundukkan pandangan, ia tak berani melihat ekspresi psikopat dari tuannya.


"lemparkan" titah davied dengan dagu nya, kepada bodyguard yang memegang nany tika.


'brruuuukkkk....' suara anak buah davied mendorong nany tika kelantai.

__ADS_1


'auuuccchhhh...' pekikan nany tika merasa sakit pada sikut yang menupang tubuh nya.


davied memberikan lagi revolver nya kepada sekretaris coky.


sekretaris coky menunduk hormat dan mengambil revolver kesayangan tuannya.


'tap.. tap.. tap..' langkah davied kearah alat-alat mainannya.


mata nya tertuju kepada gergaji mesin yang tersusun berjejer dengan cangkul dan kapak.


dengan santai nya ia menggenggam erat gergaji mesin itu. dadah davied naik turun, rasa ingin menghabisi langsung menyeruak, membuat jemari tangan davied yang memegang gagang gergaji mesin semakin menguat, sampai memperlihatkan buku-buku jari nya yang memutih.


'srreeekkk... sreeekkk...' davied menarik tali gergaji mesin untuk menghidupkan.


'nggeeenngggg.......' suara gergaji mesin memekakkan telinga para manusia yang ada didalam ruang eksekusi.


davied berjalan pelan kearah bodyguard A, menunjukkan dengan angkuh bahwa para pembangkang akan berakhir tragis seperti ini.


bodyguard A habis kata-kata, ia meneteskan air mata pasrah, ia tahu akan mati.


'bruuukkk...' suara bodyguard A terduduk dengan menupang menggunakan kedua lutut nya, memejamkan mata. takada sedikitpun perlawanan yang dilakukan, karena ia akan menunjukkan kesetiaan dan pengabdian terakhir kali nya untuk sang tuan.


'ngeeeeenggggggg.........' suara gergaji mesin yang sedang membantai leher bodyguard A.


gigi davied gemeretak, dan urat-urat leher nya tampak menonjol, ia begitu dalam melampiaskan amarah kepada orang yang berani menentang nya.


cipratan darah terus mengenai seluruh tubuh davied. tak terkecuali wajah tampan nya, yang seperti sedang asyik menuntaskan hasrat.


'tuubb...' menggelinding kepala bodyguard A seperti bola ke lantai yang dipenuhi dengan darah.


tubuh kaku nya tergeletak dilantai yang dingin. bahkan anak buah davied tak bisa melihat rekan kerja nya yang dibantai habis oleh sang tuan.


setelah mematikan gergaji mesinnya dan meletakkan begitu saja dilantai, nampak sekretaris coky memberikan sapu tangan berwarnah putih kepada sang tuan.


"sudah aku peringatkan, tidak ada yang boleh melanggar aturan dimansion ini" davied membuka suara sembari me-lap tangan nya yang penuh dengan darah. "aku paling benci orang yang menentang" sambung davied lagi dengan nada tegas dan dingin.


sorot mata tajam davied beralih ke nany tika yang sedang ketakutan dilantai.


'hikksss.... hikkkssss... hiikkkssss...' tangisan nany tika yang merasa hampir gila.


seandai nya waktu bisa diulang, ia takkan membiarkan nyonya nya keluar mansion, ia akan menjadi orang pertama yang menghalangi istri tuannya itu.


"bukan kah coky sudah menjelaskan tentang aturan-aturan di mansion ini" ucap davied lagi, sembari terus melap tubuh nya yang terkena cipratan darah.


"m.. maafkan saya tuan.. ampuni saya..." mohon nany tika dengan tubuh gemetar.


'hiikkkssss.... hikssss... hikss...'


~di halaman depan mansion besar.


dari dalam mobil grab car yang ditumpangi, jelita melihat mobil suami gila nya sudah terparkir rapih.


jantung jelita mendadak berdetak tak karuan, tampak wajah jelita yang panik.


'ckiiitttt..' berhentilah sebuah grab car di depan pintu utama.

__ADS_1


jelita menuruni mobil dengan menggendong ezeel.


ia melangkah pelan kearah pintu utama.


'kreeaakk...' pintu dibuka sendiri oleh jelita.


saat memasuki mansion, jelita melihat maid yang berlari mendekati jelita.


jelita tak memperdulikan, ia terus melangkah kan kaki jenjang nya menuju lift.


'titt...' maid memencetkan lift untuk jelita.


'tingg..' pintu lift terbuka.


masuklah jelita yang sedang menggendong ezeel, dan maid.


didalam lift, jelita menatap sekilas wajah maid yang tampak gugup dan menunduk.


"apa ada terjadi sesuatu ?" jelita membuka suara.


maid itu mengangkat wajah nya, ia melihat jelita dengan takut.


"t.. tidak ada nyonya"


jelita menelisik jawaban maid, ia sudah tahu pasti ada sesuatu yang terjadi. dan mungkin itu juga berkaitan dengan dirinya.


'tingg...' pintu lift terbuka.


'tap.. tap.. tap..' langkah kaki jelita yang gemetar, ia membayangkan wajah devil davied yang akan dilihat nya nanti.


'hufffttt... membayangkannya saja sudah mampu buat aku tidak sanggup berjalan..' monolog jelita dalam hati.


maid membukakan pintu kamar ezeel.


'bruupp...' tubuh ezeel yang sedang tertidur lelap diletakkan ke kasur empuk nya.


'cupp..' jelita mengecup kening ezeel dengan sayang.


"dimana nany tika?" tanya jelita, dengan menatap wajah maid.


maid tak mampu menjawab, ia takut kalau salah menjawab.


jelita yang melihat maid itu hanya diam ketakutan.


"biasa nya nany tika yang menemani anakku... tetapi karena nany tika tak terlihat, maka kau yang menemani putraku.. kau mengerti ?" tanya jelita diujung kalimat nya.


"mengerti nyonya" jawab maid dengan kepala menunduk.


"sekarang beristirahatlah, jangan lupa matikan lampu nya" ucap jelita, dan langsung bergegas keluar.


bersambung...


🖤🖤🖤🖤


🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2