Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 54


__ADS_3

'Satt settt sattt sett..' davied menandatangani beberapa berkas di ruang kerja nya.


Terlihat sekretaris coky yang berdiri di depan meja davied untuk menunggu sang tuan menyerahkan berkas.


Hari ini schedule davied meeting di restaurant hotel bintang lima di kota metro politan ini, dan beberapa tempat kelas atas lainnya.


Davied menyerahkan berkas pada coky dan menutup pulpen miliknya.


"Kita akan berangkat 10 menit lagi tuan" coky mengingatkan.


"Hmm.." hanya deheman yang keluar dari bibir davied.


'Tok.. tok..' 'ceklek' pintu ruangan kerja davied di ketok dan di buka.


Shilla masuk keruangan kerja davied dengan pelan dan takut.


"Mas.." panggil shilla gugup.


Davied menoleh,


"Kau sedang memanggil siapa?, aku? atau coky?" tanya davied datar.


"A.. a aku.. maksud ku tuan davied" jawab shilla dengan wajah memucat.


Wajah shilla menunduk, karena ia tidak sanggup menatap davied yang terus menatap nya dingin.


"Apa yang kau bilang pada ezeel?" tanya davied.


"A.. a aku... maafkan aku tuan.. aku tidak bermaksud__"


"Apa yang kau katakan!" bentak davied sembari menggeprak meja.

__ADS_1


Shilla terlonjat kaget, mata nya mulai berembun, isakan kecil mulai keluar.


Davied menghela nafas jengah dan membuang pandangannya kearah lain.


"Mulai hari ini, besok, dan seterus nya, kau dilarang menemui anakku! kau mengerti?" jelas davied dengan wajah dingin.


"I.. i iya tuan" jawab shilla pasrah dan gemetar.


Davied mengalihkan pandangan, melihat coky yang mengangguk sopan, pertanda sudah waktunya sang tuan berangkat.


Dengan langkah tegas davied melewati shilla begitu saja.


"Nona shilla, silahkan" coky mempersilahkan shilla untuk keluar.


Tanpa sepatah katapun shilla langsung berlari keluar dari ruang kerja davied.


_____________


Saat ia membuka mata dengan perlahan menyesuaikan cahaya,


'Aaaaaahhhhh...' teriak jelita menggema dikamar utama, membuat para maid menjauh karena terkejut.


"Apa-apaan kalian ini! mau kalian apakan tubuh ku?!" bentak jelita dengan wajah terkejut.


"Maafkan kami nyonya, tetapi tuan berpesan agar kami memandikan nyonya tanpa melepas borgol itu" jawab salah satu maid sopan.


"Kalian bertiga sebaiknya keluar!" usir jelita kepada tiga maid.


Dengan cepat tiga maid menunduk hormat dan melangkah pergi keluar kamar utama.


Melihat pintu kamar yang sudah tertutup pertanda para maid tadi sudah pergi, barulah jelita menghembuskan nafas legah.

__ADS_1


"Sialan!" maki jelita ntah dengan siapa.


Setengah jam jelita hanya duduk berdiam diatas kasur, ia tak tahu harus apa, karena memang tak bisa hendak ngapa-ngapain.


'huffftttt...' nafas jengah jelita.


______


Sementara, di kamar shilla


'Prrraangggg...' suara pecahan gelas kaca tebal yang di lempar.


Nafas shilla ngos-ngosan, dadah nya naik turun menahan emosi. Mata berwarnah biru itu berubah menjadi merah.


Saat ini emosi nya benar-benar meledak, ia tidak terima di pandang rendah oleh davied.


"Kapan kau memandang ku davied.. kapan.. kapannn...." teriak jelita histeris mengacak-ngacak rambut nya frustasi.


'Hikss.. hikss...' 'hikss.. hikss...' shilla menangis tersedu di lantai.


'Ceklek' pintu kamar shilla terbuka.


Masuklah kepala maid riza dengan wajah dingin.


"Kau hanya bayaran. Tak berhak sampai menaruh hati!" ucap kepala maid riza pedas.


"Tak ada satu wanita pun yang mampu menolak seorang davied gaozhan" jawab shilla datar.


"Aku hanya mengingatkan, jangan sampai kau termakan permainan mu sendiri!" balas kepala maid riza.


Shilla tak menjawab, ia membuang wajah nya kesamping dengan dingin.

__ADS_1


bersambung🖤🖤🖤🖤🖤


__ADS_2