
~dilantai teratas panth house davied, Las vegas, pukul 20.00 malam.
terlihat davied tengah duduk bersender di sofa rooftop seorang diri.
satu pelayan sibuk menyiapkan sajian makan malam davied dengan sopan.
coky datang dengan langkah tegap, berdiri diambang pintu penghubung kamar dengan rooftop yang berbahan kaca tebal, sembari membungkuk hormat.
"tuan, saya sudah memesankan wanita untuk tuan... apakah tuan bersedia?" tanya coky sopan.
davied melirik sekilas, lalu kembali menatap pemandangan didepan. dengan kaki disilangkan dan tangan yang memegang gelas berisi red wine yang di fermentasi tahun 1945.
"tidak" balas davied tegas.
"saya tahu tuan sedang merindukan nyonya... maka dari itu, saya memesankan wanita yang sesuai dengan selera tuan" jelas coky.
davied terdiam lama, sedangkan coky masih setia berdiri dipintu penghubung rooftop.
"baiklah" ucap davied tanpa melihat coky.
coky menunduk hormat dan bergegas keluar panthouse.
saat menutup pintu kamar davied, coky tersenyum miring merasa menang, dengan netra menajam.
*15 menit berlalu..
'tok.. tok..' ketukan pintu kamar davied.
davied menyadari namun enggan menjawab, ia malah meneguk red wine nya dengan santai, dengan posisi duduk yang sama sekali tak berubah.
coky masuk dengan membawa wanita dibelakang punggung nya.
wanita yang bentuk tubuh sama dengan jelita. tinggi semampai, putih bersih dan leher jenjang.
"tuan" sapa coky, sembari menunduk hormat.
davied tak menjawab dan tak menoleh.
dengan gerakan dagu, coky menyuruh wanita sewaannya untuk mendekati davied.
__ADS_1
wanita sewaan itu mengerti, lantas melangkah pelan kearah davied, dan berdiri menunduk di depan davied.
davied menilai penampilan wanita itu dari atas kebawah, serta menelisik wajah nya. amat sangat mirip dengan jelita.
'prookk.. prookk..' tangan sebelah kiri davied menepuk pelan sofa disampingnya.
"kemarilah" titah davied santai.
wanita bayaran itu melangkah pelan, ia masih setia menunduk.
sebenarnya yang menyuruh wanita bayaran itu agar menunjukkan sifat pemalu dan tunduk adalah coky, ia ingin agar sang tuan tertarik dengan wanita yang dibayar nya.
saat wanita bayaran itu sudah duduk disamping nya, jemari telunjuk davied terulur menganggkat dagu wanita itu.
"siapa nama mu?"
tanya davied pelan. ia penasaran dengan wanita pemalu itu. coky amat sangat pandai memakai trik membuat tuannya tertarik.
"shilla tuan..." jawab wanita bayaran itu lembut.
davied hanya memperhatikan tanpa minat untuk bertanya ataupun berbicara lagi.
"tuan... tuan yang tadi membawaku mengatakan.." shilla menjeddah ucapannya dan sesekali menatap davied, mencoba mengumpulkan keberanian untuk berbicara. "kalau tuan besar meniduri ku.. maka, aku akan dibayar mahal.. tetapi kalau tidak maka aku akan dibayar setengahnya... aku sedang membutuhkan uang tuan.. aku mohon sudi kiranya tuan tidur denganku... aku amat sangat membutuhkan uang itu tuan.. aku mohon" jelas wanita bayaran polos itu dengan menitikkan air mata nya.
"apakah kau sungguh tidak mempunyai harga diri hai wanita" balas davied santai. ia amat sangat ingin melihat reaksi wanita didepannya.
"tidak tuan, untuk saat ini saya sungguh mengubur harga diri itu.. mommy ku sedang sakit tak berdaya dirumah sakit, saat ini proses terakhir penentuan apakah ia akan dioprasi atau tidak, kalau tidak dioprasi maka nyawa mommy ku tidaklah lama lagi.. aku sangat menyayangi nya melebihi diriku sendiri, hanya dia yang ku punya, aku akan melakukan apapun untuknya" jelas wanita bayaran itu menunduk tak berani menatap netra davied.
davied terdiam, ia sedikit tersentuh. namun jauh dari itu ia sebenarnya sangat tertarik dengan wanita pemalu didepannya ini. ntah yang diceritakan wanita bayaran itu benar atau tidak, itu tidaklah penting bagi davied.
"kalau begitu, lakukanlah hal yang membuat aku tertarik padamu" ucap davied.
kepala wanita bayaran itu terangkat, ia menatap netra davied. dengan berani ia mendekat kan wajahnya ke wajah davied. dan menyatukan bibir mereka.
permainan bibir itu lembut dan cukup lama. membuat davied semakin penasaran dengan wanita didepannya.
davied menghentikan tautan bibir, membuat wanita didepannya gugup.
"apakah tuan tidak menyukai nya" tanya wanita itu polos.
davied tergelak, ia senang dengan mainan nya kali ini. sekretaris coky amat sangat pandai memilih, hingga bisa membuat hati sang tuan yang tadi nya dingin menjadi hangat, ia seperti berada didekat istri kecil nya, yang polos dan lembut.
__ADS_1
*telah lama dua insan itu berbincang seperti sepasang kekasih, hingga akhirnya mereka berdiri, dan melangkah masuk.
tangan davied terulur menggandeng wanita itu, menuntunnya memasuki bathtup. dengan davied yang hanya melilitkan handuk dipinggangnya dan sih wanita yang juga mengenakan handuk menutupi dada sampai paha. mereka berjalan sungguh persis seperti pasangan suami istri.
davied memulai memasukkan tubuh nya kedalam genangan air hangat di bathtup, kemudian disusul si wanita bayaran itu.
sekitar dua jam mereka menghabisi waktu, selama itu pula suara d3s4h4n terus terdengar digendang telinga coky yang sedari tadi berdiri dibalik pintu kamar davied sang empuh nya.
coky tampak bahagia, senyuman dibibir sedari tadi tak luruh karena merasa menang.
kemudian, setelah puas dengan keberhasilan rencananya, lantas ia pergi melangkah lebar menjauh dari pintu kamar sang tuan.
*sampai waktu tak terasa terus berdetak dan berputar, menampakkan silau matahari memasuki jendela kamar davied.
*pukul 08.30 pagi.
ntah sadar ataupun tidak, kini davied nampak sedang berpelukan dengan wanita bayaran itu begitu mesra dibalik selimut putih nan tebal.
davied tersentak, pandangan mata yang mengabur langsung diusap menggunakan jari nya.
kepala davied menoleh kesebelah kiri, dilihatnya wanita yang tadi malam, tempat ia melampiaskan hasrat kerinduan kepada sang istri, yang sedang tidur nyaman diatas lengan davied sembari melingkarkan tangan mungilnya diperut davied.
davied melepaskan pelukan wanita itu dari tubuh nya, dan menarik lengan yang menjadi bantalan wanita itu, lantas ia terduduk bersender dipunggung kasur.
Sehingga membuat sih wanita bayaran terbangun, ia melihat kesamping wajah tampan davied yang juga menatap nya datar.
"pakai pakaian mu dan pergilah" titah davied.
wanita itu termangu sebentar, tak bergerak maupun menjawab perkataan davied.
"aku tidak suka mengulang kalimatku!" ucap davied dengan tatapan mata bak elang. "minta bayaran mu pada sekretarisku" sambung davied lagi.
"b... b-baik tuan" jawab wanita itu gugup bercampur takut.
*sementara, coky yang sedang memasang jas formal berwarnah hitam ditubuh nya, bersiul dengan senang, ia sungguh tidak sabar melihat reaksi manusia-manusia bodoh yang masuk dalam mainan nya.
setelah ia sudah selesai, kaki nya melangkah lebar keluar dari dalam kamar, ia menuju kamar sang empuh davied gaozhan dan setia menunggu di depan pintu kamar sang tuan.
hy... hy... hy... aku up lagi nih😍😍😍😍
__ADS_1
jangan lupa untuk terus dukung aku yaa guys..., 😘😘😘😘😘❤❤❤❤❤