
Setelah jelita membujuk anaknya dengan berbagai cara, dan sekarang jelita memandang wajah teduh ezeel yang sedang tertidur pulas.
Tak terasa sudah pukul 19.30 waktu setempat. jelita bergegas kembali kekamar nya.
Sesampai nya dikamar jelita langsung menuju kamar mandi. Ia ingin menyegarkan kembali tubuh dan pikirannya.
Setelah hampir satu jam akhirnya jelita menyelesaikan ritual mandinya. Dengan menggunakan handuk kecil sebatas pangkal paha ia keluar kamar mandi.
'Ceklek' pintu kamar mandi terbuka.
Dengan langkah lembut jelita menuju meja hias untuk mengeringkan rambut nya.
Namun tiba-tiba, 'grreebb' seseorang memeluk posesif jelita dari belakang.
Jelita yang merasa dipeluk langsung terdiam, ia tahu siapa orang yang sedang berdiri memeluknya.
"Sayang...." terdengar suara serak davied dengan nafas memburu. Membuat jelita merinding, karena saat ini davied sedang mengh!sap lembut leher jenjang jelita. "Apa kau sudah baik-baik saja?" tanya davied tanpa rasa bersalah.
Pertanyaan bodoh apa itu?, setelah sekian hari ia tak menyembul sejak hari dimana jelita hampir mati karena ulah nya, sebegitu gampang nya ia bertanya tidak apa-apa?
'Iblis ini sungguh benar-benar gila' maki jelita dalam hati.
Davied membalikkan tubuh jelita dengan sekali hentakan, Dan tangan kanan nya mencekik pelan leher jenjang jelita.
__ADS_1
Nafas davied semakin memburu, terasa wangi paper mint menusuk keindra penciuman jelita.
Semakin perlahan davied menyatukan bibir mereka. Davied terus mencoba membuka mulut jelita dengan lidah, agar jelita mau membalas ciumannya.
Davied memperkuat cekikannya karena jelita tak mau membuka mulutnya.
'Enggg....' erangan jelita saat l!dah davied berhasil masuk dan membelit lidahnya.
Sekuat tenaga jelita memberontak permainan b!bir itu namun nihil, kekuatanya sama sekali tak sebanding dengan davied.
'Pokk.. pokk..' jelita memukul dadah bidang davied dengan sisa kekuatannya.
Davied yang mengerti sedari tadi terus mendapat penolakan langsung menghentikan permainannya. Ia dengan tak perduli nya langsung mengangkat tubuh jelita dan menghempaskannya di kasur king size itu.
"Lepaskan aku brengsek.." maki jelita.
Davied tak memperdulikan, ia malah semakin menghimpit dan mengunci tubuh jelita dibawah tubuh nya.
"Apa kau tidak bosan selalu menolakku?" tanya davied tersenyum devil.
"Kenapa kau tidak minta dilayani kepada simpanan mu saja?!" balas jelita.
"Milik nya tidak seenak milik mu" jawab davied enteng.
__ADS_1
"Kau brengsek.. kau jahat davied" balas jelita hampir menangis.
"Semakin kau menolak, semakin aku menginginkan mu jelita" ucap davied dengan nada semakin berat.
Tangan kiri davied terus bergerilya di tubuh jelita. Dengan sekali hentakan handuk yang dikenakan jelita berhasil dilepas davied.
"kau psikopat gila, aku tidak sudih disentuh oleh mu"
"Kau istri ku, maka kau harus melayani ku" sergah davied.
Davied langsung memulai aksi nya untuk menuntaskan hasrat yang sejak kemarin tertunda. Dengan wajah penuh minat ia terus memompa tubuh nya guna menggapai kenikmatan.
'Aaaacccchhhhh...' erangan ken!kmatan davied yang tak dapat ditahan.
Jangan ditanya Jelita, ia hanya bisa menangis dalam diam. Air mata nya menjadi saksi betapa tidak sudi nya ia disentuh oleh iblis gila ini.
________________
Hampir 2 jam mereka saling menyatukan, kini terlihat davied yang tertidur pulas sembari memeluk erat jelita.
Permainan yang bisa dikatakan kasar itu membuat jelita lelah dan tak dapat melawan saat dipeluk oleh psikopat itu.
Bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤
__ADS_1