Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 38


__ADS_3

~rooftop kamar utama (mansion gaozhan), pukul 17.45__


setelah kejadian pertengkaran tadi siang, kini jelita duduk termenung menatap langit sore di rooftop kamar nya.


wanita nan cantik itu terus saja melamun yang ntah memikirkan apa.


'tokk.. tok..' suara ketukan pintu kamar utama, dan...


'ceklek' pintu terbuka.


kepala maid riza melangkah dengan tegas dan berhenti di pintu penghubung rooftop.


dengan wajah terlihat acuh ia menyapa sang nyonya.


"nyonya" sapa kepala maid dengan kepala menunduk hormat.


jelita tak perduli, ia seakan tak mendengar dan tak mau menoleh.


"segeralah turun, kami sudah menyiapkan makanan untuk nyonya" ucap kepala maid riza.


jelita tak menjawab, ia tidak perduli dengan apa yang dikatakan kepala maid riza.


"nyonya, anda belum makan.. tuan memerintahkan saya untuk menyuruh anda turun" sambung kepala maid lagi dengan nada dingin.


namun nihil, jelita masih tidak menjawab, ia terus saja melihat langit yang mulai menguning dengan tatapan kosong.


'ekhem..' kepala maid riza berdehem, menetralkan emosi nya yang mulai tersulut karena menghadapi manusia manekin yang tak bergerak.


"nyonya, ayo turun! ini perintah dari tuan davied.. kalau nyonya tidak mengindahkan, saya akan memerintahkan para maid untuk menyeret anda" jelas kepala maid riza dengan dingin.


jelita menoleh, ia mendengar perkataan kepala maid yang dengan berani mengancam nya.


dengan tatapan menajam jelita mulai berjalan pelan kearah kepala maid riza berdiri.


'ctaasss..' tamparan kuat mengenai pipi kiri kepala maid, sampai tubuh nya membungkuk.


"kau sudah melampaui batas!" ucap jelita tegas. "jangan kau bawa nama tuan mu untuk merendahkan ku!" sambung nya lagi dengan emosi.


jelita menatap nyalang kepala maid riza yang juga menatap nya benci.


"katakan pada tuan iblis mu, aku tidak akan pernah dan tidak akan mau lagi menuruti keinginannya!" jelas jelita lagi dengan tegas.


dadah kepala maid riza naik turun menahan emosi, kalau tidak karena majikan mungkin ia akan merobek mulut pedas jelita sekarang juga.

__ADS_1


dengan tidak menunduk hormat kepala maid riza meninggalkan kamar utama.


netra jelita terus menatap tajam tubuh angkuh kepala maid sampai ia keluar kamar.


'tuubb..' pintu kamar tertutup. pertanda kepala maid telah pergi.


'huufffttt...' hembusan nafas jelita berat.


dengan kedua telapak tangan ia menyeka wajah nya yang tampak sedih.


kini semua orang sudah berani merendahkannya, tidak ada lagi penghormatan yang sepantas nya dilakukan bawahan kepada majikan.


dengan pelan jelita masuk dan menutup pintu penghubung rooftop, ia hendak mandi menyegarkan tubuh nya yang terasa lemas.


dengan menggunakan kimono handuk jelita terduduk di pinggiran bathup, ia dengan santai menghidupkan lilin aroma terapy dan menuangkan sabun beraroma strauberry.


bibir nya melengkung memperlihatkan senyuman indah nya sedikit, paling tidak ia sudah tidak sekaku pagi tadi.


setelah dirasa air nya cukup, dengan cekatan jelita mematikan keran air dan menjatuhkan kimono nya begitu saja dilantai kamar mandi.


pelan-pelan kaki jenjang jelita masuk kedalam bathup dan menenggelamkan tubuh nya, hanya menyisahkan kepala dengan mata terpejam.


menghirup dalam-dalam aroma strauberry kesukaannya, membuat perasaan sedikit merasakan lega.


setelah dirasa sudah cukup untuk ritual mandi nya, ia bergegas mengambil kimono baru yang berjejer rapih di atas rak kamar mandi dan memakai nya.


'tap.. tap.. tap..' langkah lembut jelita keluar kamar mandi.


begitu jelita berjalan beberapa langkah tiba-tiba ia berhenti.


'deg' jantung nya berdetak dengan kencang.


tidak bisa dipungkiri, hati yang tadi sudah mulai bersemangat tiba-tiba menciut lagi karena melihat iblis gila didepannya yang sedang duduk santai dikursi sudut dekat jendela kamar.


davied yang duduk dengan mengangkat kaki kirinya dan membuat tumpuan pada kaki kanan, ditangan kanan juga ada segelas coffe expresso kesukaannya.


davied terus memandang jelita intens, membuat wanita cantik itu refleks diam tak bisa bergerak. bahkan hanya untuk menelan saliva saja terasa amat sangat susah.


"kau sudah makan?" bariton davied menyapa indra pendengaran, yang mampu membuat nyali jelita seketika menciut.


jelita bingung harus menjawab apa, ia sangat takut kalau davied akan marah. ntah kemana pergi nya keberanian ia tadi saat mengatakan tak akan mengikuti perintah sih raja iblis ini.


"a... a ku, belum lapar" jawab jelita pelan, dengan kedua tangan mer3m4s erat kimono di dadah nya.

__ADS_1


davied diam, ia terus menatap jelita datar.


melihat itu jelita semakin takut dan kalut, ia sama sekali tak tahu bagaimana suasana hati suami nya sekarang, apakah sedang kesal atau tidak.


"selesai pakai baju, aku akan makan" jawab jelita pelan, sudah seperti orang yang kehabisan suara saja.


davied tetap diam. dengan langkah cepat jelita berjalan kearah walk in closet.


'huffttt....' nafas lega yang dikeluarkan jelita, sembari memegang dadah nya yang sejak tadi terasa sesak dan tercekat.


'monster gila.. tatapan nya saja sudah mampu membuat orang jantungan!' maki jelita didalam hati, sembari memilih baju.


10 menit, jelita keluar dari walk in closet dengan langkah pelan.


ia berjalan hendak melewati davied begitu saja.


"jelita" bariton davied, menghentikan langkah kaki jelita.


jelita menoleh kesamping, menatap davied yang juga menatap nya.


"kemarilah.." 'prokk.. prook..' ajak davied sembari menepuk-nepuk paha kanan nya.


jelita terdiam, dengan pelan dan terpaksa ia melangkah kearah davied.


saat jelita masih berdiri didepan davied__


'sreekk...' davied menarik tangan jelita sampai ia terjatuh tepat dipangkuan raja jahannam itu.


davied memeluk erat pinggang jelita kuat dengan kedua tangannya. sementara kepala nya disenderkan ke dadah k3ny4l jelita.


jelita melirik kebawah, ia melihat davied yang sedang asyik merasakan kenyamanan di d4d4h nya dengan mata terpejam.


tiba-tiba davied mendungak keatas, membuat netra mereka saling bertemu, untuk sekian detik pandangan sepasang suami istri yang saling mengunci.


davied tersenyum hingga menampakkan deretan gigi nya yang putih bersih, sungguh benar-benar sangat tampan. sudah tampan, kaya, body sixpack, membuat siapa saja wanita akan bertekuk lutut padanya, tetapi sayang seorang psikopat gila yang pemarah dan hobby membunuh, sungguh sangat menjijikkan.


"kiss" ucap davied santai.


membuat lamunan jelita yang memakinya menjadi buyar.


dengan menekan paksa tengkuk jelita, davied langsung mem4gut dan mens3s4p bibir manis istri nya.


bersambung 🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2