Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 41


__ADS_3

dikamar utama, pukul 24.00


jelita menggulingkan tubuh nya kesamping kanan dan kiri, ia terus mencoba berusaha untuk tidur, namun nihil, ia sama sekali tak bisa tidur.


akhirnya ia menyerah, ia mendudukkan tubuh nya dan bersender di kepala tempat tidur king size itu.


mata nya menatap kosong kedepan, terlalu banyak beban yang harus ia pikul. ntah kapan kesengsaraan ini akan berakhir, ntahlah.


jelita terus memikirkan bagaimana ia harus pergi dari mansion ini, karena bagaimanapun sudah ada wanita pengganti dirinya disini yang sedang mengandung anak iblis itu.


ia harus mengambil kesempatan ini untuk benar-benar pergi dari kehidupan suami psikopat nya, tetapi apa ia berani? pertanyaan ini mematikan semua rencana-rencana melarikan diri dari cengkraman davied.


'huuuufffftttt..' hembusan nafas pasrah jelita.


_____________________


sampai tanpa sadar, jelita menutup mata nya menerawangi cakrawala mimpi dengan masih terduduk menyenderkan tubuh nya di dipan kasur.


'ceklek..' pintu kamar utama terbuka.


nampaklah davied yang melangkah masuk kedalam kamar. ia menghentikan langkah nya saat melihat posisi tidur jelita yang terduduk.


dengan langkah pelan ia mendekati istri tercinta nya dan membaringkan tubuh jelita.


davied mendudukkan tubuh nya disamping jelita, jemarinya terus mengelus lembut pipi istrinya.


'hhhuuuuffftttt....' hembusan nafas berat davied, sembari terus memandang wajah jelita.


#POV Davied


sehabis kepergian jelita dari lantai bawah, bariton davied langsung bersuara.


"bawa dia kekamar lantai 2" titah davied tegas kepada para maid.


maid yang mengerti langsung membopong tubuh ringkih shilla kekamar dilantai 2.


"coky! keruanganku!" titah davied dengan wajah memerah.


coky mengangguk dan mengikuti langkah kaki sang tuan ke lantai 2 ruangan kerja nya.

__ADS_1


sesampai nya disana davied duduk dikursi kerja nya. ia menatap tajam coky yang berdiri didepannya.


'tuuubbbb ... pprraaanggggg.....' suara lemparan pajangan berbahan keramik yang mengenai kepala coky dan terjatuh ke lantai.


tetapi sang sekertaris tak bergerak sama sekali, walau hanya untuk menghapus lelehan darah yang mengalir mengenai wajah nya.


"apa maksud nya ini coky! apa kau sudah bosan menjadi orang kepercayaanku!" hardik davied dengan emosi.


"maafkan saya tuan, saya tidak menyangka hal ini akan terjadi" jawab coky tetap dengan nada sopan.


davied menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi dan menyugarkan rambutnya kebelakang seperti orang frustasi.


"selesaikan ini coky, SELESAIKAN!" teriak davied.


"baik tuan" jawab coky menunduk hormat.


setelah menunduk hormat coky bergegas keluar dari ruangan kerja davied untuk membalut luka dikepala nya.


pukul 23.15, diruang kerja davied.


terlihat davied tengah berdiri menatap kearah jendela yang horden nya masih terbuka.


davied berbalik menatap coky.


"saya sudah menyelidikinya" coky menjeddah ucapannya. "wanita itu sudah tidak punya siapapun di las vegas, ibu nya 3 hari yang lalu telah meninggal dunia.. dan ia juga memang sedang mengandung" jelas coky.


"anak siapa?" tanya davied dingin.


"hasilnya akan keluar 3 hari lagi tuan.. tetapi__" coky menjeddah ucapanya lagi. "yang pasti, setelah bersama tuan wanita itu tidak pernah bersama laki-laki lain.


"jadi, maksudmu.. kemungkinan besar itu anakku?" tanya davied datar.


coky menelan salivah nya dengan susah payah melihat tatapan membunuh dari davied.


"setelah hasil nya keluar, saya akan segera memberutahu tuan dan menyelesaikan semua nya" jawab coky sopan.


'tok... tok...' 'ceklek..' pintu ruangan kerja davied terbuka.


spontan davied dan coky menatap kearah pintu.

__ADS_1


nampaklah sesosok wanita dengan gaun putih agak tipis, berlenggok memasuki ruang kerja davied.


"maaf, saya telah mengganggu... saya hanya ingin melihat-lihat... tidak ada yang menunjukkan setiap ruangan untukku dimansion ini" jelas shilla dengan dibuat polos dan menyedihkan.


suasana hening, tak ada yang menanggapi kata-kata memelas dari shilla.


'ekheemm..' coky berdehem mencairkan suasana.


"kalau begitu, saya permisi tuan" ucap coky sopan. dan melangkah keluar ruangan.


setelah tubuh coky menghilang dari balik pintu.


"kenapa kau belum tidur?" bariton davied membuyarkan keheningan didalam ruangan.


"a.. a ku tidak bisa tidur.." jawab shilla dengan pelan.


davied tak menanggapi, ia meninggalkan shilla berdiri disitu, dan berjalan menduduki singgasana nya lagi.


tetapi shilla tampak tak menyerah, ia mengikuti davied dan berdiri didepan meja davied, dengan jemari yang terus meremas gaun putih nya, seperti orang cemas dan takut.


"tidurlah.. ini sudah malam" ucap davied lagi.


"t.. t api..." shilla memberanikan diri mendekati davied, dan duduk dipangkuan davied.


davied menatap tajam shilla.


"tuan... a_aku ingin.... ciuman... selamat malam..." ucap shilla terbata-bata, sembari terus mengusap perut rata nya.


davied menatap dingin gerakan shilla yang terus mengusap perutnya, seperti sedang menunjukkan bahwa ini adalah permintaan sang anak yang didalam perut nya.


"kalau terbukti, ternyata...." davied menjeddah ucapannya. "anak itu bukan darah dagingku, ku pastikan kau dan bayi mu akan mati ditanganku" ucap davied datar.


membuat shilla bergidik ngeri ketakutan, ingin sekali rasanya ia pergi berlari meninggalkan iblis didepannya ini.


melihat shilla yang menunduk. dengan jemari telunjuknya davied mengangkat dagu shilla, dan memulai pagutannya dengan dadah naik turun menahan emosi.


tetapi berbeda dengan pandangan yang dilihat oleh jelita, ia pikir karena sangking bernafsu nya sampai dadah davied naik turun menahan gejolak.


#POV Davied end____

__ADS_1


bersambung 🖤🖤🖤🖤


__ADS_2