Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 21


__ADS_3

~di dalam mansion gaozhan, lantai 3.


'tap..tap..tap..' suara langkah kaki coky berjalan cepat.


selepas keluar dari ruangan kerja tuannya tadi, coky langsung turun menggunakan lift ke lantai dasar.


kaki nya berjalan cepat kearah belakang mansion, paviliun besar dengan masing-masing kamar untuk para maid dan bodyguard.


'ceklek..' suara pintu kamar kepala maid riza dibuka oleh coky.


'tuubbb..' coky menutup cepat pintu kamar kepala maid setelah memastikan sekeliling aman.


coky menatap datar kepala maid riza yang sedang berdiri disamping tempat tidur.


"kau, sudah menyiapkan dirimu dengan baik?" tanya coky, sembari menatap tajam kepala maid.


"s.. su-dah tuan" jawab kepala maid takut.


"bagus, saya tidak suka kegagalan, kau harus menjalankan perintahku dengan baik" coky menjeddah ucapannya. "aku yakin, kau tak mau bernasip sama seperti surtik yang menghianatiku, aini yang ceroboh, dan tina yang terlalu bodoh" sambung coky lagi dengan nada merendahkan.


"saya akan menjalankan perintah tuan dengan baik" janji kepala maid riza.


"bagus" coky tersenyum smirk, berbalik dan melangkah tegas pergi keluar dari kamar kepala maid riza.


*setelah 1 jam, di mansion gaozhan, ruang kerja davied.


di sofa tunggal berwarnah abu nan empuk, yang terletak di dekat dinding berbahan kaca tebal.


sepasang insan yang sedang berpangkuan mesra, tengah kelelahan akibat aktivitas panas yang dilakukan.


davied mengelus lembut surai jelita yang duduk dipangkuannya, sembari menatap kedepan.


"besok pagi, aku ada perjalanan bisnis di Las vegas" davied terdiam sebentar, tatapannya beralih ke wajah jelita yang sedang bersandar di dada bidangnya. "jelita, aku tidak mau mendengar kau membuat ulah di mansion ini... jadilah istri penurut, karena aku tidak pernah memaafkan siapa saja yang bermain dibelakangku" sambung davied santai, namun penuh dengan aura mengintimidasi.


jelita mendongakkan kepala nya.


"jadi, kalau aku membuat ulah... apakah mas akan membunuhku?" tanya jelita pura-pura polos.


tatapan mereka bertemu, dan mengunci beberapa detik, sebelum jelita membuang pandangannya kebawah karena malas menatap suami psikopat nya.


bibir davied tersenyum sedikit, namun netra nya menatap tajam jelita.


"aku bisa pastikan kau yang akan mengemis minta dibunuh oleh ku, kalau saat itu terjadi" balas davied sembari jemari nya mengelus pipi kanan jelita.


jantung jelita berdetak kencang kala mendengar ucapan davied, tak bisa disembunyikan wajah jelita yang memucat.


jelita meneguk air ludah nya dengan susah payah, tangannya tergerak menghentikan jemari davied yang membelai pipi nya.


"mas aku mau mandi" ucap jelita, dengan suara pelan.


davied menatap wajah jelita yang nampak murung, dan melonggar kan pelukannya.


merasakan pelukan davied yang melonggar, jelita pun bergegas turun dari pangkuan davied, dan kaki nya tergerak melangkah keluar tanpa menoleh kearah suaminya lagi.


'tuubbb..' suara pintu ruang kerja davied tertutup, pertanda jelita sudah keluar.


wajah davied berubah menjadi memerah, menatap tajam pintu yang sudah tertutup itu.


*setelah sampai di kamar, jelita memegang gagang telepon untuk menelepon dapur.

__ADS_1


"hallo nyonya, ada yang sedang anda perlukan?" tanya maid sopan, diseberang telepon.


"panggil terapis spa langgananku, dan siapkan ruangan spa ku" titah jelita di telepon.


"baik nona" balas maid.


'ttuuuttt....' panggilan terputus.


maid yang mengangkat telepon bergegas berlari menemui kepala maid dipaviliun.


terlihat kepala maid yang sedang bercengkrama dengan para maid lainnya.


"kepala maid riza, nyonya jelita minta dipanggilkan terapis spa langganannya" ucap maid itu sopan.


kepala maid melirik.


'hmmm...' hanya deheman yang keluar dari bibir kepala maid, ia pun bergegas masuk kedalama mansion.


*diruang spa pribadi jelita, terlihat 8 maid yang tengah sibuk mempersiapkan alat-alat spa yang diperlukan nyonya nya. dengan cekatan mereka meletakkan lilin aromaterapi dan bahan-bahan lainnya.


~setelah 30 menit, dikamar utama.


'tok.. tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar.


"nyonya, terapis spa yang anda minta sudah datang" teriak kecil maid dari balik pintu.


jelita yang sempat ketiduran, kini terjaga akibat teriakan dari maid yang memanggilnya.


jelita membangkitkan tubuhnya, sembari memijit kepala sedikit.


'hhhuuuufffftt...' helaan nafas jelita berat.


tungkai jenjang jelita tergerak melangkah kearah pintu.


'ceklek..' pintu kamar jelita terbuka.


jelita melewati maid itu begitu saja, dan berjalan melangkah ke lantai 2, ruangan spa.


maid tadi memencetkan tombol lift untuk jelita.


'tiingg..' lift terbuka.


kaki jelita melangkah masuk kedalam lift, diikuti maid.


'tiinngg..' pintu lift terbuka lagi.


jelita keluar dari lift, kaki nya melangkah dengan tegas dan angkuh, terus berjalan.


sampai di pintu ruangan, terdapat 2 maid yang menunggu di depan pintu.


maid yang berdiri di sebelah kiri pintu, membukakan pintu ruangan spa untuk jelita, sembari menunduk hormat diikuti oleh maid yang lain.


jelita masuk kedalam ruangan spa, sudah ada dua orang terapis spa dan lima maid berdiri menunggu sang nyonya.


jelita berjalan keruangan ganti, yang diikuti dua maid.


setelah lima menit jelita didalam ruangan.


'cekleekk..' pintu ruangan ganti terbuka.

__ADS_1


nampak jelita berjalan santai menuju tempat tidur spa.


"silahkan disini nyonya" ucap maid menunduk mempersilahkan jelita.


dua maid lainnya membantu jelita untuk duduk diatas tempat tidur yang telah disiapkan dan membaringkan tubuh nya.



sekitar hampir satu jam terapis memijat tubuh jelita, akhir nya tubuh jelita dibangkit kan perlahan menuju bathtup yang berisi air dicampur wewangian dan kelopak mawar merah.


jelita memejamkan mata, merasakan dan meresapi kenyamanan ditubuh nya.


satu maid duduk lesehan di lantai bathtub sembari memijat tengkuk leher jelita, sedangkan maid yang lain berdiri berbaris menunggu sang majikan.


*sementara, di dalam ruang kerja davied.


terlihat davied yang telah berpindah duduk ke kursi kebesarannya.


davied kembali meneliti laporan yang diajukan sekretaris coky untuk proyek di las vegas.


'tok.. tok..' suara ketukan pintu.


'ceklek..' pintu terbuka.


menyumbul lah sekretaris coky dari balik pintu.


coky berjalan kearah meja sang tuan, lalu menunduk memberi hormat.


"tuan" sapa coky.


"darimana saja kau?" sarkas davied, tanpa menolehkan pandangannya dari kertas laporan.


"saya sedang memperhatikan kerja kepala maid tuan... maafkan saya tuan" jawab coky.


davied menoleh kearah coky.


"lalu?" tanya davied lagi.


"kepala maid riza orang yang cekatan dan bagus tuan... saya yakin dia bisa diandalkan untuk memantau nyonya jelita" jawab coky lagi.


"aku mengandalkan mu coky" balas davied datar.


coky menunduk hormat sebagai jawaban untuk sang majikan.


*di ruangan spa.


nampak jelita yang baru saja keluar dari bathtub dan dipasangkan kimono oleh maid.


wajah datar jelita membuat ruangan spa sedari tadi terasa amat sangat mencekam.


setelah selesai memasangkan kimono, maid pun menunduk mundur memberikan jelita ruang untuk berjalan, melangkah keluar dari ruang spa, di ikuti oleh dua maid.


jelita terus berjalan menuju lift, ke lantai empat.


'tiinngg..' lift terbuka di lantai empat.


kaki jenjang jelita melangkah, sampai depan pintu kamar, maid tadi yang mengikuti memencetkan pin pintu kamar nyonya nya.


'ceklek..' pintu kamar jelita terbuka.

__ADS_1


jelita masuk menuju walk in closet, mengganti kimono nya dengan dress sepangkal paha berwarnah coral dengan lengan panjang yang penuh dengan rumbai.



__ADS_2