Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 28


__ADS_3

~pukul 11.30 siang di mansion milik davied.


'ceklek..' suara pintu kamar ezeel dibuka jelita.


lima pasang mata termasuk ezeel langsung tertuju kearah pintu.


"mommy.." panggil ezeel bahagia penuh dengan senyuman.


jelita pun membalas dengan senyuman yang tak kalah ceria, lalu ia melangkahkan kaki nya masuk mendekati pinggiran kasur tempat ezeel terduduk bersama dengan nany tika.


sementara, nany tika yang menyadari kedatangan nyonya nya langsung berdiri dan menunduk bersama ketiga maid yang menemani ezeel belajar menggambar.


"sayang sedang apa?" tanya jelita lembut, sembari terduduk di pinggir kasur.


"ezeel sedang menggambar momm" jawab ezeel cepat. ia menggeser duduk nya menjadi lebih dekat dengan jelita, dan memperlihatkan hasil gambar yang sudah diwarnai.


"ini daddy.. ini mommy... dan ini aku.." sambung ezeel lagi dengan antusias.


jelita terdiam, rasa dihatinya kembali menjadi tak menentu. walau bagaimanapun kejam nya Davied, tetapi tak pernah sekalipun ia bertindak kasar kepada ezeel. pantas saja jika ezeel juga menyayangi dan mengidolakan daddy nya.


jelita mengusap lembut surai ezeel.


"sayang, apakah kamu tidak bosan dirumah saja ?, ayo kita jalan-jalan" ucap jelita dengan lembut.


"yess... kita jalan-jalan..." teriak ezeel bahagia, sembari mengangkat kedua tangannya bersorak dengan gembira.


jelita tersenyum melihat reaksi ezeel yang begitu bahagia.


"nany tika, tolong kau siapkan ezeel" titah jelita.


nany tika ragu, tetapi mau tak mau ia harus mengikuti perintah sang nyonya.


"baik nyonya" jawab nany tika. "ayo tuan muda, nany bantu siap-siap" ajak nany tika dengan mengulurkan tangannya mengajak ezeel.


~15 menit, jelita yang masih setia duduk di pinggir kasur sembari menunggu anak semata wayang nya disiapkan oleh nany dan maid.

__ADS_1


"mommy.." panggil ezeel menghampiri jelita dengan stylish tampan nya.


baju yang super branded dan wajah tampan, tak dapat dipungkiri dengan sekali melihat saja orang-orang sudah tahu kalau tuan muda ezeel adalah salah satu anak dari orang terkaya didunia.


jelita tersenyum.


"ayoo sayang" ajak jelita, sembari menggenggam jemari ezeel, berjalan keluar kamar diikuti nany tika dan 3 maid lainnya.


'tak.. tak.. tak..' suara langkah kaki jelita yang menggandeng ezeel dengan lantang menuju lift.


nany tika dengan cepat memencetkan tombol lift menuju lantai dasar.


'tingg..' lift terbuka.


jelita dan ezeel masuk kedalam lift.


'tingg..' lift sudah sampai dilantai dasar dan terbuka.


'tap.. tap.. tap.." suara langkah kaki lantang jelita sampai membuat kepala maid riza yang sedang berdiri menegur dua maid di ruang tengah menoleh kesumber suara.


kepala maid yang melihat itu langsung menghadang langkah jelita didepan, dan membungkuk hormat.


membuat langkah jelita terhenti.


dengan berani kepala maid bertanya.


"nyonya, apa nyonya memerlukan atau menginginkan sesuatu?" tanya kepala maid sopan. netranya tak sedikit pun teralihkan dari netra jelita. "nany tika pergilah, ajak tuan mudah bermain di taman bermainnya" sambung kepala maid dengan nada sedikit tidak senang.


mendengar kata-kata kepala maid, jelita refleks menggenggam erat jemari davied.


dengan wajah datar tetapi penuh emosi jelita membalas ucapan kepala maid.


"tugas mu cukup panggilkan supir dan buka kan pintu mobil untukku!" ucap jelita dengan penuh penekanan. "dan selebih nya, itu bukan wewenang ataupun urusan mu!" sambung jelita lagi dengan tatapan tajam.


"nyonya, semua keinginan dan kebutuhan nyonya adalah tanggung jawab saya.. tuan yang memerintahkan langsung kepada saya, untuk terus memantau nyonya serta mengingatkan jikalau nyonya hendak melakukan yang tidak tuan suka" balas kepala maid tak kalah sengit dengan berani.

__ADS_1


jelita tergelak mendengar nya.


"jangan bawa-bawa sih gila itu.." bisik jelita pelan, agar anaknya ezeel tak mendengar, tetapi penuh dengan penekanan. "riza, kalau kau mau hidup tenang dimansion ini, cepat panggil supir.. jangan membuang-buang waktu ku seperti ini!" sambung jelita lagi dengan angkuh dan lantang.


"tetapi nyonya____" belum sempat kepala maid menyelesaikan kalimat nya untuk membalas.


'ctaassss....' tamparan mengenai pipi kiri kepala maid riza.


"jangan menguji kesabaranku.." ucap jelita dengan wajah memerah penuh amarah.


kepala maid tidak berani berkata-kata lagi untuk melawan majikannya.


"panggilkan supir untuk mengantar nyonya jelita" titah kepala maid riza kepada maid yang berdiri disamping nany tika.


maid yang disuruh mengangguk dan menunduk hormat, melangkahkan kaki nya pergi memanggil bodyguard untuk menyiapkan mobil untuk nyonya jelita.


sementara diruang tengah itu, terlihat amat sangat canggung. walaupun kepala maid sudah mendapat tamparan dari jelita, tetap tak membuat nya takut ataupun menunduk, kepala maid dengan berani terus mendungakkan kepala nya.


"kepala maid, mobil sudah siap" ucap maid memecah keheningan.


tanpa menunggu perkataan dari kepala maid, kaki jelita langsung melangkah keluar.


nany tika membukakan pintu utama dan terus setia mengikuti sang nyonya di teras mansion, sampai sang nyonya memasuki mobil.


'tubb..' suara pintu mobil belakang ditutup bodyguard, dan segera berlari kekursi depan untuk mengemudi.


"kau!, jangan terlalu jauh membawa nyonya dan tuan muda... juga pastikan mereka tidak dalam bahaya" peringatan dari kepala maid riza, yang sedari tadi berdiri memperhatikan jelita dari teras mansion.


"baik.." jawab bodyguard dengan menundukkan kepala dan melesat pergi keluar pekarangan mansion.


sementara jelita, ia duduk bersender dikursi belakang dengan angkuh, tanpa sedikit pun melirik kearah kepala maid tika, yang sedari tadi juga memandangnya dengan datar.


bersambung..


🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


🖤🖤🖤🖤


__ADS_2