Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 9 dan visual


__ADS_3

Davied menduduk kan tubuh jelita di sofa yang sangat empuk, berjalan berbalik lalu menduduk kan diri nya juga di sofa yang berhadapan dengan istri nya.


"makan lah" ucap davied sambil meletak kan lauk pauk dan sayur ke piring jelita. ia melihat sekilas jelita yang hanya diam mematung, davied mencoba memaklumi itu.


lanjut davied mengambil sayuran meletak kan ke piring nya sendiri, lalu memakan nya sambil memperhatikan jelita yang tak bergerak sedikit pun.


jelita tahu davied yang sekarang bukan lah davied yang penyabar seperti dulu, tetapi ia juga enggan untuk menuruti semua perintah davied, ia juga mempunyai hak untuk menolak.


tiinnnngggg... suara hempasan sendok davied.


jelita melirik suami nya sebentar, lalu kembali menunduk.


davied yang sedari tadi melihat jelita hanya diam saja seperti manekin menjadi kesal, mood nya kembali tidak baik.


"apa kau tidak menyukai makanan nya jelita?" tanya davied menahan emosi.


tetapi jelita hanya menunduk dan diam saja, mau berbicara pun percuma, tetap tidak bisa, malah menjadi sumber ke murkaan suami gila nya.


dada david naik turun melihat tak ada reaksi dari jelita, langsung davied berdiri dari duduk nya.


ppyyyyaaaaarrrrrrrrrrr..... suara davied membalik kan meja berisi makanan tersebut.


jelita terkejut reflek memejam kan mata, jantung nya pun terasa seperti mau copot.


jelita melihat tatapan davied yang tajam dan mengintimidasi, seperti hendak menelan nya hidup-hidup.


jelita membuang wajah ke samping tak sanggup di tatap seperti itu.


jelita memberani kan diri bangkit dari duduk nya, dengan kepala menunduk berjalan cepat ke kasur king size itu, menyelimuti tubuh dan wajah nya.


davied menghembus kan nafas berat melihat tingkah jelita, lalu ber jalan ke nakas mengambil ponsel dan pergi ke rooftop kamar.


jelita mengintip yang di lakukan suami nya. 'menelepon siapa dia? apa dia menelepon sekretaris sialan nya untuk menghukum ku?' tanya jelita dalam hati.


"hallo tuan, ada yang tuan ingin kan?" suara sekretaris coky di seberang telepon.


"perintah kan kepala maid baru itu untuk memberes kan pecahan piring di kamar ku" titah davied.


coky terdiam mendengar titah tuan nya. 'apa mereka menghabis kan hari hanya untuk bertengkar di dalam kamar?' tanya coky dalam hati. 'ku fikir mereka sedang membuat adik untuk ezeel' sambung coky lagi.


"coky" terdengar suara tuan singa nya di seberang telepon.


membuat coky terkejut, menjadi gugup.


"b..b baik tuan" jawab coky.


ttuuutttt.... davied memutus kan sepihak sambungan telepon nya.


coky memijit pankal hidung nya merasa pening memikir kan permasalahan tuan nya dan menghembus kan nafas berat.


coky ke dapur mencari kepala maid baru aini.


"kepala maid aini" panggil coky


kepala maid aini yang sedang memantau tugas para maid menoleh ke sumber suara.


"ya, sekretaris coky" jawab kepala maid aini.

__ADS_1


"suruh maid membereskan pecahan piring di kamar tuan" ucap coky.


mendengar itu, wajah kepala maid aini nampak terkejut, namun cepat di ubah kembali seperti biasa.


"baik sekretaris coky" ucap kepala maid aini.


tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu.


ceklek... pintu terbuka.


masuk kepala maid aini dan dua maid lain nya.


mendengar ada yang masuk, jelita membuka selimut dan menduduk kan tubuh nya.


jelita melihat davied yang masih setia berdiri di rooftop, ntah apa yang di lihat nya, terserah lah fikir jelita.


saat jelita menoleh, melihat kepala maid aini yang tidak segan memandang nya sinis.


"cepat lah!" bentak kepala maid aini kepada dua maid yang membereskan pecahan kaca itu.


dahi jelita mengkerut melihat tingkah kepala maid baru ini, ia seperti tidak menyukai jelita.


tatapan mereka bertemu, bahkan kepala maid aini berani menatap mata jelita sinis terang-terangan.


dengan menunjuk kan wajah angkuh jelita turun dari kasur berjalan kehadapan kepala maid aini.


ctaaaassssss.... bunyi suara tamparan di pipi kiri kepala maid aini.


"berani kau menatap ku seperti itu!" bentak jelita.


"jaga sopan santun mu kepada ku aini!" bentak jelita lagi. sudah cukup suami nya merendahkan nya, tidak untuk yang lain. 'tidak akan pernah' batin jelita.


kepala maid aini bukan nya merasa takut ia malah kembali melihat jelita dengan tatapan kebencian sambil memegangi pipi nya.


sedangkan dua maid lain nya mundur ketakutan menundukkan kepala saat melihat tuan nya yang berdiri ikut menyaksikan pertengkaran itu.


jelita menoleh ke samping, tatapan nya bertemu dengan netra biru davied, dada jelita naik turun ia tak tahu apakah ia akan di bela atau tidak oleh davied.


davied yang sedari tadi memperhatikan jelita beralih melihat kepala maid baru itu dengan wajah tanpa ekspresi, benar-benar tidak bisa di tebak emosi nya saat ini seperti apa.


"aku tidak mau dia menjadi maid disini, aku tidak sudi melihat wajah nya" ucap jelita membuka suara sembari melipat tangan nya di atas perut terkesan angkuh dan membuang pandangan nya agar tak melihat suami gila nya ataupun maid gila nya itu.


davied melihat istri nya sekilas lalu beralih ke arah para maid.


"pergi kalian" titah davied tegas.


para maid menunduk hormat dan melangkah keluar kamar.


setelah para maid keluar, davied kembali manatap jelita datar dan melangkah ke kasur king size nya, duduk sambil bersandar di punggung kasur.


jelita menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan, pertanda ia sudah sangat stres. kini bukan hanya davied yang merendah kan nya, sekarang sudah bertambah satu orang lagi yang terang-terangan tak menyukai nya.


"jelita" suara bariton davied menyadarkan jelita.


jelita menoleh ke sumber suara, melihat davied sedang bersandar di punggung kasur dengan kaki yang lurus terjulur.


"kemari lah" sambung davied lagi sambil menepuk-nepuk paha nya.

__ADS_1


jelita mengikuti perintah davied, ia berjalan menuju kasur dan merangkak menghampiri davied, dengan pasra duduk di atas paha suami nya.


kepala jelita terus menunduk, rasa nya sangat malas untuk melihat singa di depan nya ini.


tangan kiri davied memeluk posesif pinggang istri kecil nya, sementara tangan kanan nya memegang dagu jelita dan mendongak kan nya.


davied terus melihat bibir dan mata jelita bergantian. dengan lembut ia menc*um bibir jelita.


jelita tak menolak, ia juga membalas nya. dan semakin lama ciuman itu berubah menjadi posesif dan menuntut.


melihat jelita yang hampir kehabisan nafas, davied melepaskan ciuman nya.


"aku sudah memberi mu waktu untuk mengisi tenaga, tetapi kau yang menolak" ucap davied pelan, jarang wajah mereka hanya beberapa senti, aroma paper mint tercium di indra penciuman jelita, sungguh menyegar kan.


davied mencekik leher jelita pelan, lalu menyatukan kening mereka dan kembali mens*sap bibir pink jelita lagi.


sementara sekretaris coky yang hendak mengetuk pintu kamar tuan singa nya segera di urungkan, karena mendengar suara des*han dari sepasang suami istri yang sedang berc*nta itu.


'tadi bertengkar, ini berc*nta' batin coky dan melangkah kan kaki nya pergi, tak mau berlama-lama mendengar suara keramat itu..


sekian dulu ya gaaeeesssss....


moms abidzar mau masak duluπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


bye bye...


oh ya, ini visual nya othor kasih lihat.


tapi kalau mau ngebayangin visual yg lain juga bisa☺☺ terserah kalian😘😘😘😘


*DAVIED GAOZHAN



*JELITA CAROLINA



*ALFAREZEEL GAOZHAN



*TAMA GAOZHAN



*DONI CAROLINA (AYAH JELITA)



*COKY FERNANDEZ



itu semua visual nya ya syg..😍😍😘😘


semoga syukaa😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2