
Di sofa ruang tamu lantai bawah, terlihat davied yang berdiri tegak menggunakan stelan kemeja berwarnah abu-abu, baju bagian lengan nya tergulung sampai siku, dan kedua tangan di masukkan kedalam saku celana.
Sementara coky juga berdiri menghadap sang tuan, seperti sedang menjelaskan sesuatu.
"Baiklah, kali ini aku memaafkan nya, tapi tidak untuk lain kali" peringat davied tegas.
"Saya yang menjamin tuan" yakin kan coky.
"Ini semua karena pengabdian mu kepada ku coky, kalau tidak kau yang lebih tahu sendiri, aku tidak pernah memaafkan seorang pun yang bertindak salah!" jelas davied menatap coky tajam.
Coky yang di tatap dengan cepat menunduk hormat, menunjukkan kerendahan nya di depan sang tuan.
'Ting' pintu lift terbuka.
Menampakkan jelita yang anggun dengan gaun berwarnah pich sepaha. Menunjukkan body goals nya yang ramping namun berisi di tempat-tempat tertentu.
Ada juga nany sindi yang menggendong ezeel. Ezeel juga mengenakan setelan kemeja berwarnah abu-abu seperti daddy nya.
Dari sofa davied menatap jelita tanpa berkedip, istri nya memang sangat cantik, ia tak salah dalam memilih istri.
Dengan langkah pelan dan anggun jelita menghampiri davied.
Saat ini mereka hendak berkunjung ke rumah kakek tama sesuai titah davied, jelita hanya mengikuti saja. Karena sudah hampir empat tahun mereka tak pernah melihat sang kakek.
"Helicopter charter sudah siap tuan" ucap bodyguard berlari mendatangi davied.
Davied tak menjawab, ia meraih jemari jelita dan membawa nya ke halaman belakang mansion, diikuti oleh coky dan nany sindi yang menggendong ezeel.
"Kenapa kita harus naik heli? aku lebih suka naik mobil saja, bisa melihat-lihat" rengek jelita dalam genggaman davied.
"Terlalu lama" balas davied seadanya.
"Tapi mas, apakah kau juga tak mau mengabulkan keinginan ku yang mudah ini?, aku hanya mau naik mobil" rengek jelita lagi.
"Tidak" jawab david cepat.
Jelita membuang wajah nya kesal, rasanya ia hendak mencakar wajah tampan suami nya itu.
Namun tanpa disadari, ada sesosok wanita yang tak kalah cantik mengintip kehangatan davied pada jelita, membuat nya mengeram kesal seperti anj*ng kepanasan.
Saat sampai di atap mansion, bunyi helicopter memekak kan telingah, membuat jelita mengerucutkan kembali bibir nya karena kesal.
Davied menuntun jelita masuk kedalam helicopter charters milik nya.
Setelah semua nya masuk baru lah bodyguard dengan sigap menutup pintu helicopter.
Penerbangan memakan waktu satu jam, karena jelita tak bisa melihat dari ketinggian jadi selama di dalam helicopter ia hanya banyak diam dengan sesekali menjawab pertanyaan yang di lontarkan ezeel.
Helicopter mendarat tepat diatas atap mansion kakek tama. Sudah ada lima pengawal berdiri menunggu kedatangan cucu dari tuan nya itu.
Pada saat davied keluar semua pengawal kakek tama menunduk hormat, dengan langkah tegap ia memasuki mansion kakek dengan tetap menggandeng jemari jelita.
Semua maid yang berbaris menatap lekat wajah cucu dari tuan nya. Kulit putih bersih, wajah tampan dengan hidung mancung, mata biru yang tak dimiliki banyak orang, di tambah Langkah nya yang tegas berwibawa, membuat semua pelayan muda disitu tak mampu berkedip.
__ADS_1
"Tunduk!" bentak kepala maid di mansion itu.
Barulah semua maid tersadar dan langsung menundukkan pandangan nya.
Tetapi dengan pandangan acuh davied terus melangkah memasuki mansion.
"Kakek" sapa davied dengan senyum mengembang.
Tangan davied terentang ingin memeluk kakek tama.
"Hmm.. cucu ku" jawab kakek tama dengan menghampiri davied dan memeluk nya erat.
"Tubuh mu semakin tegap saja" ucap kakek di dalam pelukan davied.
"Dari dulu memang seperti ini kek" jawab davied seadanya.
Davied melepas pelukan nya menatap lekat wajah keriput kakek tama.
"Ini jelita kek" ucap davied lagi menunjukkan jelita yang berdiri tersenyum manis.
"Kakek" sapa jelita pelan.
"Hmm" hanya deheman yang keluar dari bibir kakek tama. "Ini cucuku?" tunjuk kakek tama kepada ezeel yang masih dalam gendongan nany sindi.
"Iya kek. ezeel, beri sapaan kepada kakek" ucap jelita lembut.
"Hallo kakek" sapa ezeel seadanya.
"Baiklah, mari masuk" ajak kakek tama.
Mereka berjalan mengikuti kakek tama yang melangkah kearah meja makan.
Beberapa maid dengan sigap membuka kan kursi untuk mereka.
"Coky, kau tak ikut makan?" ajak kakek tama hangat.
"Tidak tuan, terimakasih" jawab coky sopan.
Jelita mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk davied, kakek tama melihat dengan ekor mata nya.
"Makanlah" kakek tama mempersilahkan.
Akhir nya mereka makan dengan khusyuk, tak ada yang bersuara.
Sekarang pukul 14.30 waktu setempat.
Jelita menuruni tangga satu persatu dengan pelan, netra nya menatap kearah sekumpulan orang-orang berdarah dingin sedang tertawa terbahak-bahak di sofa ruang tamu.
"Coky kemarilah, kau tak usah terlalu formal" ajak kakek sembari menepuk sofa di samping nya.
Coky belum menjawab, ia menatap davied yang duduk di kursi tunggal menanti jawaban.
Davied mengangguk barulah coky tergerak untuk duduk disamping kakek tama.
__ADS_1
Netra jelita seperti ternistakan saat melihat dua maid catik dengan pakaian sexy sedang memijat tengkuk kakek tama. 'Manusia uzur tidak tahu diri' batin jelita kesal.
Sementara davied hanya duduk bersandar dikursi walaupun juga ada maid sexy di belakang nya.
"Mas.." panggil jelita lembut dan melangkah menghampiri davied.
Dengan berani jelita duduk di pangkuan davied. "Aku bosan" rengek jelita diatas paha davied.
Davied melihat istri nya yang seperti kucing kesepian langsung memeluk pinggang nya posesif.
"Lalu mau apa?" tanya davied lembut.
"Jelita! kau tak tahu ada kakek disini? tak sopan jika harus duduk berpangkuan seperti itu" sergah kakek tama sinis.
"Dia istriku kek!" bantah davied tegas.
Kakek terdiam, ia tak mampu untuk membantah omongan davied.
Jelita menelisik pandangan kakek tama, seperti nya ia mempunyai musuh baru saat ini, sudah di pastikan kakek tama tidak menyukai nya.
"Sayang.." jelita berucap seolah tak menaggapi sergahan kakek tama.
Jelita mendekatkan wajah mereka, dan melakukan peyatuan bibir, mensesap lembut bibir davied.
Namun dengan cepat davied melepaskan ciuman nya.
"Kau memancingku jelita" peringat davied dengan seringai serigala kelaparan.
'Auucchh..' jelita refleks terkejut saat davied mengangkat tubuh nya dan menggendong jelita ala bridal style, melangkah pergi menjauh dari orang-orang yang menatap jelita sinis.
Pelukan jelita sangat lah erat, membuat nafas nya harus berhembus di ceruk leher davied.
Sepanjang menaiki tangga, davied merasa tubuh nya meremang akibat ulah istri nya. Membuat hasrat nya berteriak menginginkan lebih.
'Bamm..' jelita di hempaskan keatas kasur king size.
Gaun baju jelita tersingkap keatas, menampakkan penuh paha mulus nya.
"Mas, aku tadi cuma_" jelita hendak memberi alasan namun tak bisa karena davied sudah menghimpit nya.
"Kau yang memulai sayang" potong davied dengan nafas berat.
Jelita pasrah, karena memang dia yang memancing hasrat iblis diatas nya ini.
Sudah dua jam davied melahap habis tubuh jelita, banyak tanda kepemilikan yang di tinggalkan nya.
Saat ini davied tersenyum puas menatap wanita polos yang bergelung dibawah selimut, sembari mengancing celana jeans nya.
Bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤
Mohon like dan komentar positif nya yaa teman 😊😊 agar aku lebih semangat lagi berkarya untuk kalian 😘😘😘
Dan terimakasih untuk kalian yang sudah like, coment di novel ku😘😘😍 karena jujur, tanpa kalian para pembaca, aku tidak ada apa-apa nya🤗🤗
__ADS_1