Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode11


__ADS_3

malam telah berlalu dan pagi mulai menyingsing, matahari datang menampak kan diri, sungguh pagi yang sangat cerah.


seperti keadaan suasana mansion besar gaozhan, semua maid dan bodyguard ber aktivitas seperti biasa, tak ada yang mencari maupun bertanya tentang dimana maid aini. tidak mau tahu atau memang tidak di perbolehkan mengetahui terlalu banyak, karena mata mulut dan telinga sudah di beli oleh sang tuan yang tak memiliki hati itu.


di kamar nan mewah bergaya turkey, jelita sedang fokus memasangkan dasi davied.


"sudah mas" ucap jelita sembari menepuk-nepuk pelan jas yang di kenakan davied.


tidak ada kata yang keluar dari mulut davied, ia hanya melenggang pergi tak memperdulikan jelita, memegang handle pintu dan berjalan keluar.


sekretaris coky yang sudah menunggu di depan kamar tuan nya, langsung mengikuti langkah sang tuan.


melihat itu wajah jelita menjadi jengah. 'sok ok' batin jelita.


saat sang tuan dan sekretaris coky keluar dari lift, semua maid dan bodyguard berbaris menunduk hormat. davied berjalan dengan wajah angkuh mirip seperti raja jahanam, lalu mendudukan dirinya di kursi meja makan yang telah di bukakan oleh salah satu maid.


banyak hidangan lezat di hidangkan di meja makan yang super mewah itu, sungguh sangat menggugah selera.


"daddyyy.... " panggil ezeel berlari ke arah davied.


davied tersenyum samar melihat bocah menggemas kan itu.


maid menggeserkan kursi untuk ezeel, dan nany tika menggendong bocah menggemas kan itu duduk di kursi nya.


"dimana mommy dadd?" tanya ezeel polos.


davied memandang bola mata ezeel, seolah davied terpesona dengan bola mata anak yang tak pernah di anggap nya itu, 'mirip sekali dengan bola mata jelita' batin davied terkagum.


"sebentar lagi mommy akan turun" ucap davied seadanya.


'tiiiingggggg....' suara pintu lift terbuka.


keluar lah jelita dengan langkah elegant menuju meja makan.


jelita melihat davied yang sibuk dengan ipad nya tanpa memperdulikan ezeel yang duduk terdiam di samping nya. dadah jelita terasa sesak 'kenapa dia selalu begitu' batin jelita.


maid menggeserkan bangku untuk jelita.


"silahkan nona" ucap maid


jelita mendudukan tubuh nya dengan anggun, davied hanya melihat gerak gerik jelita, dan mengulurkan ipad nya kepada sekretaris coky.


"lain kali jangan buat aku menunggu" davied membuka suara.


jelita tak menjawab, ia hanya melihat davied datar sembari mengambil sandwich daging dan meletakkan nya kepiring davied.


mata jelita beralih melihat anak tersayang nya.


"ezeel sayang, mau sarapan pakai apa?" tanya jelita lembut.


"seperti punya daddy momm" jawab ezeel cedal menunjuk piring daddy nya.


tetapi jelita malah meletakkan spagetti kepiring putra semata wayang nya, melihat itu davied mengerutkan kening heran.


"sesekali beda tidak apa-apa ya sayang" ucap jelita dengan senyuman yang paling manis.


setelah selesai menghabiskan sepotong sandwich dan segelas jus jeruk, davied melap bibir nya dengan saputangan dan langsung bangkit meninggalkan jelita dan ezeel di meja makan. jelita melirik sekilas, dan melanjut kan makan nya lagi, ia tidak perduli dengan iblis sialan itu.


pukul 01.00 siang, saat ini jelita sedang berbaring di kasur anak nya, terlihat ezeel sedang tidur di pelukan jelita. sembari mengelus punggung ezeel, jelita terus memikir kan kejadian tadi malam, ia sangat penasaran apa sebenar nya yang terjadi dirumah ini, apa yang di sembunyikan raja jahanam dan anak buah nya itu dari jelita.


jelita melepaskan pelukan nya pelan dari tubuh ezeel, bangkit dan mendudukan diri di tepi ranjang, melihat sebentar wajah anak nya yang tertidur pulas, 'anakku semangatku' batin jelita sembari tersenyum kecil.

__ADS_1


jelita melangkah kan kaki menuju pintu keluar, memegang handle dan membuka nya. di luar pintu sudah ada berdiri nany tika, nany tika menunduk hormat pada jelita.


"tika, masuklah, jaga ezeel, aku mau istrirahat di kamar ku" ucap jelita bohong .


"baik nyonya" jawab nany tika menunduk hormat.


jelita melenggang berjalan ke arah kamar nya,


'ttuuuubbbb... ' suara pintu kamar ezeel di tutup, itu pertanda nany tika sudah masuk.


buru-buru jelita berbalik, dengan jalan cepat menuju lift dan masuk.


'tiiiinnnggg...' lift terbuka di lantai dasar.


jelita keluar menuju dapur, langkah nya terhenti di dapur, ada kepala maid baru dan 3 maid lainnya yang sedang sibuk memasak makanan untuk para bodyguard.


'ekheem' jelita berdehem.


maid yang menyadari langsung menunduk hormat.


"nyonya, apa nyonya memerlukan sesuatu?" ucap kepala maid yang baru.


"kau, kepala maid?" tanya jelita dengan jari telunjuk menunjuk maid itu.


"benar nyonya" jawab kepala maid sopan sembari menunduk hormat.


'degg..' jelita terdiam, 'lalu maid aini?' tanya jelita dalam hati.


'ekhheemm..' jelita berdehem untuk menetralisirkan keterkejutan nya. cepat jelita merubah wajah nya kembali seperti biasa.


"baiklah, lanjutkan tugas mu" titah jelita.


jelita berbalik hendak pergi.


"nyonya mau kemana? maaf kalau saya lancang bertanya, tetapi tuan menugaskan saya untuk mengawasi nyonya setiap 1 jam sekali" ucap kepala maid menjelaskan dengan kepala menunduk.


jelita mengerutkan kening nya, tak habis fikir dengan peraturan baru yang di buat davied.


'heemmm..' jelita menghembuskan nafas nya jengah.


"aku hanya ingin ke taman bunga ku" jawab jelita, "dan oh ya, siapa nama mu?" sambung jelita.


"nama saya tina nyonya" jawab kepala maid sopan.


"kepala maid tina, kalau tuan mu bertanya kau bisa mengatakan kalau aku sedang melihat taman bungaku, aku sudah lama tidak melihat bunga-bunga ku, dan aku perintahkan kau tak terus memantau ku, karena aku bukan tahanan" ucap jelita dengan tegas.


"tapi nyonya____" ucapan kepala maid terpotong.


"aku tidak sedang bernegosiasi kepala maid tina!, kalau kau membantah, aku bisa membuatmu dalam masalah" sarkas jelita.


"b.. b aik nyonya" ucap maid gugup.


jelita langsung berbalik dengan dada naik turun meredam emosinya yang sudah sempat keluar. di jalan menuju taman fikiran jelita sibuk mencari cara bagaimana ia bisa masuk ke tempat rahasia suaminya. sejak jelita menginjakkan kaki nya di mansion ini sampai sekarang sudah tiga tahun lamanya, rahasia yang amat sangat apik berhasil di sembunyikan dari nyonya pemilik mansion.


sampai di taman bunga, jelita berdiri dengan melipat tangan nya memandang hamparan taman bunga yang luas banyak ragam bunga bermekaran disitu.


wajah jelita menoleh ke arah samping, melirik dengan ekor mata nya apakah kepala maid tina memeperhatikan nya atau tidak.


tidak ada kepala maid tina memperhatikan jelita, 'belum mulai saja jantung ku sudah seperti mau copot' batin jelita memegang dada nya.


jelita berlari dan mengendap-ngendap, ini adalah waktu yang tepat karena bodyguard sedang lengah.

__ADS_1


jelita sudah sampai di depan pintu rahasia, ia memperhatikan lumayan lama pintu yang seperti dinding itu. tangan nya ter ulur gemetar hendak menekan kata sandi, jelita menekan kata sandi 1818, kata sandi yang sama dengan kata sandi brankas emas batangan davied yang di ketahui jelita.


kkrrrrrrreeeeeekkkk.... bunyi pintu terbuka.


mata jelita membola, dada nya naik turun karena terkejut. jelita tidak percaya pintu nya bisa terbuka dengan hanya sekali coba.


tak.... tak.... tak..... suara langkah kaki jelita pelan memasuki pintu rahasia itu.


jelita terus berjalan, sampai ia melihat rumah dengan pintu besar ber simbol samurai dan berukir kepala yang di penggal.


jelita melihat tak percaya yang di hadadapan nya, 'apa ini?' batin jelita.


fikiran jelita mulai menerka yang tidak-tidak.


jelita melanjutkan langkah nya. dengan tangan gemetar ia membuka pintu besar itu.


'krrreeeeeekkk' suara pintu besar terbuka.


jelita terus melangkah kan kaki nya, berjalan di lorong jelita melihat banyak kaki dan tangan manusia yang di pajang di dinding, jelita memberanikan diri memegang benda yang mirip kaki tersebut.


'degg'. "aakkhhh...." teriak jelita, menarik tangan nya lagi, kala memegang bulu-bulu halus di pajangan kaki tersebut.


"itu kaki sungguhan" ucap jelita panik.


mata jelita beralih ke pajangan yang mirip seperti tangan manusia, 'ini gila' batin jelita.


jelita mengusap wajah nya dengan kedua tangan.


jelita kembali melihat kedepan, dan melanjutkan langkah nya pelan.


mata jelita kembali terbelalak kala melihat mayat maid aini tergantung dengan bola mata yang menggantung.


"aakkkkhhhhhhhhh" suara jeritan jelita, ia reflek mundur dan jatuh terduduk.


jantung jelita berdegup gencang, air mata nya sudah tergenang di pelupuk mata, otak jelita seketika buntu. 'apa ini, apa ini semua' batin jelita bingung bercampur takut.


jelita menangis tertunduk lesu, terlintas kenangan ia bersama dengan suami nya. jelita tidak pernah berfikir bahwa daddy dari anak nya adalah seorang psikopat. 'tidaakk.. tidaakk..' ucap jelita dalam hati sembari menggelengkan kepala nya, ia mengusap kasar wajah nya yang basah karena air mata.


mata jelita mengedar melihat sekeliling banyak ruangan jeruji besi mirip dengan penjara, disetiap jeruji terisi 2 orang yang sudah tidak bernyawa, mayat nya seperti sudah di awet kan, karena bau busuk bahan pengawet dan amis darah menyatu di ruangan itu.


dengan langkah gontai jelita memberanikan diri melihat satu persatu mayat di jeruji besi itu. ada yang jantung nya di tusuk pisau dengan tubuh yang seperti di kuliti tidak ada bibir telinga mata hidung, dan ada yang kedua kaki dan tangan nya di potong dengan kulit kepala yang sudah tidak ada, dan ada pula tubuh manusia yang tak memiliki organ dalam, melihat itu jelita mulai mual seperti mau muntah. jelita terus melangkah menelusuri dengan pelan, sampai jelita di jeruji besi yang ke tiga, ia melihat mayat itu dengan serius, seperti mengenali, mata jelita terus menatap serius mayat wanita tak berbusana yang kedua tangan dan kaki nya sudah dipotong dan tak memiliki mata hidung telinga dan perut terbelah dengan usus nya yang di biarkan keluar mengalungi leher nya.


'deegg' mata jelita membola, jantung nya seakan berhenti berdetak, tubuh nya luruh kelantai memegang jeruji besi.


"mamaaaaaa...." teriak jelita histeris.


air matanya tumpah deras membasahi pipi.


'hiksss... hikssss... hikssss...' suara tangisan pilu jelita.


"mamaa.. kenapa maa..." ucap jelita terisak sembari memukul-mukul jeruji besinya. sungguh sangat pilu terdengar jeritan dan tangisan jelita.


'hiikkkssss... hikkssss... hikssss....'


"kenapa begini.... bukaaa... bukaaaa..." paksa jelita dengan memukul dan menendang jeruji besi itu.


tiba-tiba jelita mengingat sosok manusia biadab yang melakukan ini semua, 'davied gaozhan' batin jelita.


"manusia biadab, breksek, psikopat gila" ucap jelita penuh penekanan, dengan mata bak elang dan wajah penuh kebencian. dan kemudian seketika itu juga tubuh nya luruh lagi terduduk di lantai, matanya tersirat penuh penyesalan.


'hikksss... hikksss... hikkssss...' terdengar suara tangisan jelita yang begitu pilu menyayat hati bagi siapa saja yang mendengar nya.

__ADS_1


jelita terus menatap mayat mamah kandung nya yang tergeletak di awet kan di dalam jeruji besi itu dengan mata sayu..


jangan lupa berikan othor dukungan terus ya, dengan cara like dan vote banyak2 biar othor semangat update nya😘 thankyouuuuu cinta... 💋💋


__ADS_2