
~di mansion gaozhan, pukul 19.00.
'tok.. tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar jelita dibuat kepala maid.
"nyonya" panggil nya agak keras.
karena tak ada balasan, kepala maid kembali mengetuk pintu.
'tok.. tok.. tok..'
"nyonya" panggil kepala maid lagi.
*sementara, dikamar nan luas bernuansa turkey, nampak jelita yang tengah ketiduran diatas kasur yang amat sangat berantakan, ia tersentak karena panggilan dari kepala maid.
jelita mengucek matanya pelan dan membangkitkan tubuh nya, bersender dikepala kasur.
"masuk" balas jelita malas.
'ceklek' pintu kamar terbuka.
muncul kepala maid riza dari luar dan melangkah masuk kedalam kamar, dengan menenteng ponsel ditangan nya.
tetapi, langkah kepala maid seketika berhenti kala melihat kondisi kamar sang majikan yang sangat berantakan, seperti baru terjadi peperangan yang amat sangat dahsyat.
'ehem..' kepala maid berdehem sedikit untuk menetralisirkan keterkejutannya. dan mengalihkan pandangan kearah jelita diatas kasur.
"nyonya.. apa ada yang membuat nyonya tidak nyaman?" tanya kepala maid sopan.
"maksud mu?" tanya jelita pura-pura tidak tahu.
'ehemm' kepala maid berdehem lagi mengumpulkan keberanian.
"maksud saya, apa nyonya bosan dan hendak mengganti letak susunan barang-barang nyonya?.. saya bisa menyuruk maid lain dan bodyguard mengaturnya.. tidak perlu nyonya capek-capek begini" jelas kepala maid riza.
__ADS_1
"apa kau nampak aku hendak mendekor kamarku? memindahkan letak barang-barangku?" tanya jelita sinis. "kau itu bertanya atau menghinaku?" sarkas jelita lagi.
"maafkan saya nyonya... saya begini hanya untuk kenyamanan nyonya.. agar semua keinginan nyonya terpenuhi" jawab kepala maid menunduk.
"aku bisa memerintah para pelayanku sendiri.. mereka digaji oleh suamiku.. tidak mungkin aku sungkan untuk memerintah nya.. termasuk juga kau!" semua kata pedas dilontarkan jelita pada kepala maid itu, ntah kenapa hati nya merasa tak cocok dengan kepala maid riza, yang seperti harimau berbulu domba.
"maafkan saya nyonya, bila kata-kata saya menyinggung hati nyonya" ucap kepala maid sopan sembari menunduk hormat.
"tak perlu berbasa-basi.. katakan mau apa kau kesini?" tanya jelita tanpa memandang wajah kepala maid.
"tuan barusan menelepon saya.. dan ia menyuruh agar nyonya tidak mematikan posel nyonya" jelas kepala maid sopan.
jelita termangu mendengar kata tuan, ia mengingat kembali perbuatan davied yang berkencan dengan wanita j4l4n9 di las vegas.
bukan karena cemburu, melainkan karena tak habis pikir dengan suami gilanya. psikopat gila itu tak melepas jelita dan tidak juga memberikan kebebasan, jelita dikurung bertahun-tahun dimansion terkutuk ini. sementara ia, bisa bersenang-senang dengan mengganti pasangan dan main celup-celupan dengan wanita lain. jangan lupakan juga kejahatan fatal yang dilakukannya ayah dan ibu jelita juga dibunuh oleh psikopat sialan itu.
"bilang pada tuan mu, ponsel ku terjatuh lalu pecah.. dan sekarang rusak" jelita menjeddah ucapannya, mata nya menatap tajam kepala maid. "kau bisa lihat sendiri disana" tunjuk jelita dengan dagu.
pandangan kepala maid teralihkan kepada yang ditunjuk jelita. dan benar saja ponsel nyonya nya yang tergeletak pecah dibawah buffet samping kasur, dengan layar yang sudah habis karena retakan. ntahlah kalau memang hanya terjatuh ponsel semahal itu tidak mungkin langsung bisa retak seribu seperti itu, kecuali dibanting dan di injak-injak dengan kuat.
"baiklah nyonya, saya akan memberitahu sekretaris coky kalau ponsel nyonya pecah karena bantingan" ucap kepala maid sedikit mengancam.
netra jelita menajam, ia tak menyangka kepala maid baru ini berani bermain-main dengan nya. lantas jelita tersenyum miring menunjukkan betapa angkuh nya ia.
"seperti nya kau tak mengetahui.. bahwa kepala maid sebelum kau, mati dengan bola mata keluar.. karena berani menentangku" balas jelita mengingat kepala maid aini yang mati mengenaskan diruang rahasia davied.
ia sebenarnya tidak tahu kenapa maid aini dulu bisa mati dibunuh davied, ia hanya mencari cara untuk menakuti kepala maid agar tunduk dengannya.
namun, berbeda dengan kepala maid riza. wajahnya terlihat gugup dan sedikit memucat. ia tahu kalau omongan nyonya nya adalah benar, ia mengetahui betapa sang tuan amat sangat mencintai istri nya, tetapi hanya saja dengan cara yang salah.
"kalau begitu, saya permisi dulu nyonya" ucap kepala maid sopan, menunduk hormat dan melangkah keluar. karena takmau berdebat terlalu panjang dengan nyonya nya.
jelita tak mejawab, ia melihat punggung kepala maid berjalan keluar, namun___
__ADS_1
"aku juga tahu, kalau kalian semua termasuk kau.. sudah melakukan penjualan nyawa... nyawa kalian sendiri yang ditukar dengan banyak uang" jelita menjeddah ucapannya dan tergelak. "sungguh miris, menukar nyawa hanya dengan uang, dan sekarang tidak punya harga diri lagi didepan psikopat gila itu... tidak bisa memberontak ataupun melawan walaupun dinjak-injak" sambung jelita santai.
kepala maid berhenti saat jelita mengatakan penjualan nyawa, ia mendengar dengan khusyuk ejekan sang nyonya.
dengan mata merah dan jantung berdebar kuat, ia berbalik menatap wajah santai jelita yang juga menatapnya.
"nyonya tidak tahu apa-apa tentang alasan kami melakukan ini semua.. jadi, saya mohon dengan amat sangat agar nyonya tidak lagi berkata seperti itu" balas kepala maid tetap dengan nada yang sopan. walaupun dihati nya sudah sangat terasa sakit dan marah, ia berusaha menyembunyikan itu semua didepan jelita.
jelita turun dari kasur, berjalan kearah kepala maid, berdiri angkuh didepan kepala maid.
"aku mengatakan itu hanya agar kau mengingat statusmu... maksudku hanya satu, berhenti menentangku karena kau tak kan SANGGUP" jelas jelita dengan penekanan diakhir kalimat.
kepala maid membalik tubuh nya dan melangkah keluar tak berkata apapun terhapad jelita. ia keluar dari kamar jelita dengan perasaan marah, dan rasa nyeri dihati nya.
kepala maid berjalan cepat setengah berlari menuju kamarnya, untuk melampiaskan amarah nya yang memuncah.
~sementara di las vegas, pukul 14.00 siang.
terlihat davied yang sedang duduk diruang meeting, perusahaan cabangnya di las vegas.
sekretaris coky yang memimpin meeting, dengan arahan dan nasehat-nasehat, agar perusahaan cabang gaozhan company di las vegas tetap mempertahankan keberhasilannya menjadi cabang perusahaan terbesar di las vegas dan tidak boleh menurun.
davied hanya diam, duduk tegas menatap satu persatu wajah pimpinan perusahaannya.
sementara yang ditatap bergidik ngeri, amat sangat merasa was-was, takut sang empuh yang menemukan kesalahan sekecil apapun.
seperti dengan cara duduk yang sedikit tidak tegak saja davied gaozhan bisa langsung marah dan memberi peeingatan.
katanya, 'cara duduk itu adalah menentukan kualitas diri, jadi jangan sampai melakukan kesalahan, harus tegak menunjukkan keberanian' jelas davied yang sampai sekarang masih diingat para pimpinan dengan jelas..
hy.. hy.. hy..
__ADS_1
happy reading guysss...