
jelita menduduk kan diri nya ke sofa yang super empuk itu.
"maid, tolong bawakan semua cemilan kesini" pinta si pemilik rumah dan di anggukin oleh maid.
"baik nyonya" maid langsung pergi ke dapur menyipkan cemilan.
"nyonya, apa gerangan nyonya sudi datang ke gubuk saya ini?" tanya si pemilik rumah dengan ramah.
"begini nyonya____ pernyataan jelita menggantung, pemilik rumah langsung tanggap.
" desi nyonya, nama saya desi" ucap pemilik rumah
"begini nyonya desi, hmmm... nyonya kenal dengan tuan atonso balwie?" tanya jelita dengan nada serius.
pemilik rumah terkejut tetapi wajah nya masih nampak santai. dua maid sedang meletakkan banyak cemilan di atas meja mewah tersebut.
"tuan atonso balwie adalah pemilik rumah ini dulu nya, tetapi tiga tahun lalu perusahaan nya bangkrut dan menjual rumah ini kepada kami, setelah itu kami tidak tahu keberadaan mereka, seperti hilang di telan bumi nyonya" cerita nyonya desi. "oh, tetapi 5 bulan yang lalu suami saya ada mentransfer sejumlah uang kepada nya, sebentar ya saya cari history transferan nya" sambung nyonya desi sambil mengutak-atik ponsel nya. "ini dia, mana tahu bisa berguna untuk nyonya jelita" ucap nyonya desi lagi sambil memberikan ponsel nya ke tangan jelita.
"bisa kah nyonya desi kirim bukti transfer nya ke ponsel saya?" tanya jelita
"tentu nyonya jelita".
sekeluar dari rumah nyonya desi, jelita memberhenti kan mobil nya di tepi jalan lintas, melihat di luar jendela kaca mobil banyak orang berlalu-lalang di trotoar jalan dan yang sedang santai sambil makan di warung pinggir jalan. 'hhmmmmmmm....' jelita menghembuskan nafas nya dengan berat.
ini sudah jam 9 malam, jelita tahu davied pasti sudah di rumah. ntah apa yang di lakukan davied jelita tak memikir kan itu,
sekarang jelita memikirkan bagaimana bisa itu terjadi kepada keluarga putri sahabat nya. 'atau apa mungkin ini semua perbuatan davied?' tanya jelita dalam hati.
"tapi kenapa mas davied melakukan nya? apa karena kesalah fahaman itu?" jelita bermonolog sendiri. "ya, aku yakin ini semua perbuatan si gila itu" lanjut jelita.
jelita memacu lagi mobil nya menuju mansion, sampai di depan gerbang otomatis terbuka, tetapi jelita tak melihat satu bodyguard pun berjaga disitu.
'apa si gila itu sudah bertaubat memberikan anak buah nya waktu beristirahat' dalam hati jelita tersenyum geli.
__ADS_1
jelita berhenti di depan teras mansion, sungguh ini benar-benar sepi, tidak ada orang satu pun berjaga di luar. jelita keluar dari mobil nya saat hendak melangkah masuk.
dooorrrr.... bunyi tembakan.
jelita terkejut, jantung nya terasa hambar mau copot. 'ada apa ini' batin jelita gelisah.
dengan lagkah cepat jelita memasuki mansion, sampai di ruang tamu tubuh jelita mematung mata nya berkaca-kaca.
"maid surtik" ucap jelita pelan "maid surtiiikkk.... " berteriak sambil berlari ke arah surtik yang tergeletak tak bernyawa di lantai karena tembakan senjata api.
mata jelita memerah hendak menangis, memangku kepala maid surtik yang sudah bekerja puluhan tahun di mansion itu, bibir jelita bergetar otak nya masih belum mampu mencerna apa yang terjadi. walaupun maid surtik orang yang tegas selalu mengikuti tuan nya tetapi dia juga lah yang paling perduli dengan jelita sehabis jelita di hukum oleh davied.
doooooorrrrrrrrr........ bunyi tembakan sekali lagi. wajah jelita pucat pasi,
ia melihat bodyguard yang memberikan nya mobil tadi siang terkapar kena tembakan lagi.
jelita melihat sekeliling berbaris semua bodyguard dan maid di situ. melihat itu jelita mulai faham situasi nya. jelita beralih melihat ke arah davied yang sedang duduk di kursi tunggal bagaikan raja jahannam, dengan wajah tak bersalah ia juga menatap jelita.
mata jelita memanas melihat wajah itu, wajah yang akan ia benci se umur hidup nya. 'manusia gila! 'batin jelita.
jelita tidak takut, ia sudah merasa amat sangat muak dengan perlakuan suami nya, sudah seperti iblis. jelita berdiri, mata merah nya menatap tajam davied.
"dasar, kau iblis gila!" teriak jelita.
bukan marah, davied malah tersenyum.
dooooorrrrrr.... suara tembakan
satu bodyguard lagi tumbang di depan mata jelita. tubuh jelita bergetar ia tak menyangka suami nya bisa se gila ini. jelita perlahan mundur, ia tak mau melihat semua ini, ia tak mau berhadapan dengan iblis gila itu.
"ya, aku memang gila!" teriak davied dengan senyuman iblis mengerikan.
jelita kabur menaiki tangga, ia hendak menemui anak nya dan pergi dari mansion terkutuk ini.
__ADS_1
"mau kemana kau jelita!!" teriak davied.
hos.. hos.. hos.. hos.. suara nafas jelita.
jelita terus berlari tanpa melihat ke belakang, ia tahu si gila itu mengikuti nya di belakang.
bruuuuukkkkk... aauuuucchhhh... jelita tertabrak guci antik ruangan. pecahan guci mengenai tungkai kaki jelita, tapi jelita masih saja terus berlari sekuat tenaga nya.
sesampai nya jelita di depan pintu kamar ezeel, ia langsung menekan pin dan membuka pintu, tetapi mata nya terbelalak mendapati davied berdiri dengan angkuh dan anak nya di pegang dua bodyguard davied.
"sialan!, lepaskan anak ku" jelita histeris ingin mengambil anak nya namun di halangi davied.
davied menarik rambut jelita keluar dari kamar ezeel, memasuki kamar nya.
bruuukkk.... jelita di banting davied ke lantai kamar. davied mulai membuka tali pinggang nya dan ctaassss... ctaaassss... ctaasss.... suara cambukan di tubuh jelita.
jelita hanya bisa meringkuk tak berdaya seperti bayi di lantai, menangis pilu tak berdaya. ia tahu akan di hukum, tapi tidak hukuman seperti ini, nyawa maid surtik dan dua bodyguard melayang karena nya, sungguh jelita sangat menyesali ini semua.
"semua salah ku.. semua salah ku... " ucap jelita ber ulang-ulang saat ia di cambuk iblis gila itu.
pagi menyingsing menampak kan silau nya, membuat jelita terbangun dari tidur nya.
pada saat jelita hendak bangkit namun tubuh nya terasa berat, ia melihat ke samping nampak lah sosok iblis kaya raya berwajah tampan. jelita mau melepaskan tubuh nya dari belitan iblis itu namun susah, davied malah semakin kuat memeluk tubuh jelita.
huufffffttttttt.. suara nafas jelita malas.
sudah 20 menit jelita hanya diam dalam pelukan davied.
tiba-tiba terlintas ingatan tentang kejadian menyedih kan tadi malam, dalam diam jelita menangis 'sungguh menyedihkan nasip ku' batin jelita.
davied melepaskan pelukan nya dan meregangkan tubuh nya, melihat itu jelita buru-buru menghapus air mata nya. davied mengumpul kan kesadaran nya, hingga mata nya tertuju ke arah jelita yang sedang berbaring membelakangi nya. davied membalik kan tubuh jelita.
aauuucchhhh... ringis jelita memegang tubuh nya yang terkena cambukan.
__ADS_1
davied mengerti, namun tak merasa bersalah sedikit pun, ia hanya memandang jelita tanpa ekspresi..