
Pagi hari yang sangat cerah, bunyi kicau burung terdengar merdu menyeruak masuk ke telinga.
Senandung ria terdengar dari bibir indah berwarnah pink, jelita bersenandung lembut di dalam kamar mandi memainkan busa yang menutupi tubuh ramping nya.
Di dalam bathup ia asyik dengan dunia nya sendiri, melupakan setidak nya sedikit kegundahan di dalam hati.
'Tok tok tok'
Suara ketukan pintu terdengar agak keras.
"Cepat lah sedikit jelita!" davied bersuara di balik pintu.
Mendengar itu wajah jelita berubah masam, ia kesal pagi-pagi buta sudah mendapat teriakan dari sih raja iblis.
"Iyaa.." balas jelita sembari bangkit.
Jelita membasuh tubuh nya di shower sebentar, lalu melilitkan handuk di tubuh.
'Ceklek'
Pintu kamar mandi di buka jelita.
Menampakkan davied yang memandang tajam.
Tanpa menghiraukan tatapan itu, jelita langsung melangkah pergi meninggal kan davied.
"Dasar srigala kelaparan" gumam kecil wanita cantik itu sembari memilih baju di walk in closet.
Setelah tampil sempurnah dengan midi dress berwarnah pich, wanita cantik itu memakai kan lipstik pink ke bibir nya agar terlihat fresh dan natural.
'Tap tap tap'
Langkah davied baru keluar dari kamar mandi, dengan lilitan handuk putih di pinggang yang kokoh.
"Stelan ku" bariton davied bersuara.
"Sudah ada di sana" jawab jelita pelan.
Davied melangkah kan kaki nya ke walk in closet.
Setelah sudah mengenakan celana dan kemeja putih, ia berjalan menghampiri jelita yang sudah menunggu di dekat kasur.
Tanpa di minta istri cantik itu langsung memakai kan dasi dan jas ke tubuh davied.
"Selesai" ucap jelita tersenyum sembari menepuk-nepuk pelan jas yang melekat di tubuh davied.
Davied menatap senyum itu, membuat ia ikut tersenyum samar.
'Cup'
Kecupan mendarat di bibir jelita.
__ADS_1
Setelah selesai dengan drama, mereka berdua keluar dari kamar utama.
Saat baru membuka pintu, netra davied langsung menangkap sesosok pria ber stelan jas hitam menunduk hormat.
Davied tak menghiraukan, ia melanjutkan langkah nya menuju lift.
'Ting'
Pintu lift terbuka, masuk davied dan jelita.
'Ting'
Pintu lift terbuka di lantai bawah.
Kedua sepasang kaki itu melangkah ke ruang makan. Sudah ada kakek tama dan juga shilla yang terduduk menunggu.
"Kenapa kau selalu lama davied!" peringat kakek tama.
Davied tak menghiraukan, bahkan untuk menoleh saja ia tidak.
Sementara jelita yang baru saja duduk merasa mulai tak enak. Apalagi sejak kejadian tadi malam, ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi kakek dari suami nya ini.
Jelita mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk davied.
"Dimana ezeel ? Kenapa tidak ikut sarapan ?" tanya jelita pada maid di samping nya.
"Tentu saja cucu ku itu sudah sarapan. Kalau di paksakan menunggu kalian, bisa pingsan kelaparan dia" sinis kakek tama.
Kakek tama menatap netra davied yang menajam. Membuat ia diam tak bisa berkata-kata.
Seketika suasana menjadi hening, hanya dentingan sendok yang terdengar.
kakek tama meneguk minuman nya sampai tandas. Netra nya melirik kearah davied yang juga meminum minuman nya.
"Cucuku, kau sudah bertemu asisten baru mu ?"
"Sudah" jawab davied seadanya.
"Hmm, dia orang yang handal. Kakek rasa dia cocok untuk mu" jelas kakek tama.
"Ya aku tahu, kau tak kan mempekerjakan seorang pecundang kepada ku" balas davied santai.
"Aku harus berangkat kek" Sambung davied membangkit kan tubuh nya dan berjalan tegas keluar.
Saat keluar dari ruang makan, langkah davied langsung diikuti oleh asisten baru menuju mobil.
'Tubb'
Pintu mobil tertutup, pertanda davied sudah masuk dan duduk santai dengan wajah datar.
Asisten baru memutari mobil untuk ikut masuk dan duduk di depan mengemudi mobil.
__ADS_1
Sementara di ruang makan,
'Hmm..' Jelita berdehem pelan.
"Aku sudah selesai makan. Aku permisi dulu" ucap jelita sopan dan pergi dari ruang makan, meninggal kan shilla dan kakek tama.
Kakek tama menatap benci punggung jelita yang menjauh dan keluar dari ruangan.
"Aku juga sudah selesai kek, aku pamit dulu" ucap shilla sopan.
"Hmm.. Shilla" kakek tama bersuara, membuat shilla membalikkan tubuh nya lagi.
"Ya kek" jawab shilla.
"Kau mencintai davied?" tanya kakek tama datar.
Wajah shilla mendadak gugup, berdiri nya pun menjadi canggung.
"A.. a.. aku mencintai nya kek. Maaf kan aku kek, aku tahu aku salah" jelas shilla menunduk takut.
"Aku bisa menyatukan mu dengan cucu ku. Tapi__" ucapan kakek tama menggantung.
Membuat shilla menatap dalam netra kakek tama menunggu kejelasan.
"Tapi, kamu harus mengikuti permainan ku" lanjut kakek tama.
"Bukan kah aku memang mengikuti permainan kakek" jawab shilla mulai serius.
"Hmm.. Sekretaris coky sudah diambang kematian. Kalau aku mau, aku bisa saja membunuh nya. Dan anak mu itu tak memiliki ayah" jelas kakek tama datar.
"Aku tak pernah mengharap kan anak ini" balas shilla.
"Benarkah ? Ku pikir kalian membuat anak ini dengan rasa cinta" ucap kakek tama tergelak.
"Tuan besar perlu kau ketahui, sekretaris coky itu adalah manusia biadab. Mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada manusia biadab" sambung shilla kesal.
"Dia tidak biadab. Dia hanya mengikuti perintah ku" balas kakek tama tertawa senang.
'Berarti kau yang biadab' batin shilla melihat wajah kakek tama yang tersenyum menjijikkan.
"Aku akan mengikuti perintah mu kek. Tapi kau harus janji akan menjadikan davied milikku" jelas shilla menerima tawaran kakek tama.
"Kau meragukan ku?" tanya kakek tama serius.
Shilla memalingkan wajah nya tak mau menatap kakek tama yang sekarang menatap nya dingin. Ia salah karena sudah terlalu berani menjawab manusia biadab di depan nya.
"Maaf kek. Aku akan menuruti semua perintah kakek" jawab shilla pasti.
Bersambung🖤🖤🖤🖤🖤
Maaf beribu maaf untuk penggemar novel ku🙏 aku akan selalu memberikan yang terbaik untuk kalian semua🖤
__ADS_1
Salam dari aku penulis yang masih banyak kesalahanđź–¤