Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 24


__ADS_3

~pukul 09.00, di las vegas, inggris.


*sebuah hotel berbintang di las vegas, dengan banyak ruang private.


terlihat davied sedang duduk tegak dengan wajah datar nan angkuh, setia mendengarkan penjelasan dari partner bisnis nya, yang tak kalah mudah dari nya, gaya berbicara yang profesional dan sopan, sembari sesekali melirik dan terseyum ramah kepada davied, untuk mengambil hati sang empuh, namun davied hanya menatap datar kepadanya.


disebuah meja persegi panjang amat sangat mewah, disitulah mereka berkumpul, bercengkrama membahas bisnis.



"apa kau yakin dengan ambisi mu itu?" tanya davied tanpa ekspresi kepada ceo bintang astra corporation, yang baru selesai menjelaskan panjang lebar tadi.


"i... i_iya tuan" jawab nya gugup melihat ketajaman mata davied. "saya akan memberikan hasil yang paling terbaik untuk perusahaan tuan davied gaozhan.. saya ini bukan orang yang hanya mengumbar janji tuan, tetapi saya adalah orang yang selalu menepati janji dan bertanggung jawab" jelas nya lagi panjang lebar.


"hmm... saya harap begitu" ucap davied. "serahkan berkas nya kepada sekretaris saya, dan besok kita mulai kontrak". sambung davied lagi dengan datar.


"b... bbaik tuan davied yang terhormat... saya sangat berterimakasih atas kepercayaan tuan" jawab nya dengan sopan dan penuh syukur.


'hhmm..' hanya deheman yang keluar dari bibir davied.


*davied menyelesaikan meeting nya hingga pukul 11.30.


"untuk tuan baldev mahendra dan tuan-tuan lainnya, meeting resmi di tutup... dan tuan-tuan dipersilahkan menuju restaurant di hotel ini yang sudah di booking tuan davied gaozhan untuk menikmati makan siang" ucap coky sopan, dengan mengakhiri acara meeting.


"kepada tuan davied gaozhan dan tuan-tuan lainnya, dipersilahkan" sambung coky lagi sembari membungkukkan tubuh nya hormat.


davied membangkitkan tubuh nya dengan tegas dan angkuh, barulah diikuti penghuni meeting yang lain. ia berjalan keluar dengan diikuti bodyguard dan juga coky menuju restauran hotel di lantai dua.






setelah davied duduk dikursi makan dengan diikuti yang laiinya, banyak pelayan hotel mengantarkan makanan dengan kelas buffet.


makanan-makanan mahal dan menggugah selera terhidang disana.

__ADS_1


~sementara pukul 05.30 sore, dimansion gaozhan.


tidak pernah jelita bersemangat sekali seperti ini, asyik merangkai bunga di taman bunga nya. dengan ditemani dua maid yang membatu.


"ini nyonya" ucap maid sopan sembari memberikan bunga yang sudah dipetik nya, agar dirangkai oleh jelita.


"terimakasih" balas jelita pelan dan penuh dengan senyuman.


dua maid yang melihat aura nyonya yang berbeda, lantas merasa hangat dan juga merasa senang, akhirnya sang nyonya tidak merasa tertekan untuk sesaat.


"nyonya, ini sudah sore... apakah nyonya tidak mau beristirahat dulu... nyonya sudah merangkai banyak bunga" ucap maid lembut dan sopan.


jelita melirik sekilas maid yang berbicara.


"aku hanya mencoba menikmati kesenangan sesaat ini... apakah tidak boleh?" tanya jelita sembari terus merangkai tanpa melihat wajah maid lawan bicara nya.


"maafkan saya nyonya.. saya takut nyonya kelelahan" jawab maid sembari menunduk.


"tidak perlu khawatir" balas jelita dengan terus merangkai bunga nya.


'tap.. tap.. tap.. tap..' suara langkah cepat kepala maid kearah sang nyonya.


"nyonya.. nyonya.." panggil kepala maid dengan ngos-ngosan.


"ada apa?" tanya jelita.


"ini ada kiriman untuk nyonya" kepala maid riza menyerahkan kotak persegi kepada jelita.


jelita megerutkan keningnya, tidak percaya. tapi tangannya terulur mengambil kotak yang berukuran sedang itu dari tangan kepala maid.


dimeja tempat jelita merangkai bunga, ia membuka isi dari kotak kiriman untuk nya.


mata jelita terbelalak lebar, ia terkejut, dan membuat jantung nya merasa perih. 'apa ini?' tanya jelita dalam hati.


jelita mengeluarkan beberap lembar photo dari dalam kotak itu.


terlihat suaminya yang tengah dipeluk mesra oleh wanita lain dibillyard, dan sesi ciuman panas mereka. terlihat dari photo bahwa davied amat sangat menikmati pelukan dan bibir wanita itu. 'gila' batin nya.


jelita meneguk saliva nya dengan susah payah, hatinya mendadak kembali hambar tak berasa. ia membuang kembali photo-photo yang dipegang nya keatas meja.

__ADS_1


"riza... bawa photo-photo itu kekamar ku" titah jelita. dan melangkah pergi dari taman bunga.


'tap.. tap... tap...' suara langkah kaki jelita tegas.


jelita berjalan dengan wajah datar, seolah kesenangan yang terpancarkan tadi sudah benar-benar sirnah. ia berjalan dengan pikirannya terus berkelana yang membuat hati nya semakin perih bila diingat.


*POV Jelita..


mengapa aku harus menjalani hidup seperti ini? disaat hatiku mulai sembuh karena luka yang ditorehkannya, kini luka itu kembali menganga karena nya juga. apakah aku akan selamanya disini? menghabiskan waktu yang terus terasa pahit. sama sekali tak ada kebahagiaan yang kurasakan. takada perlindungan yang kudapatkan. kalau waktu bisa diulang, ingin rasanya aku mati saja dari pada harus hidup dengan manusia brengsek itu. tetapi sekarang, sudah ada anakku yang amat sangat membutuhkan perlindunganku. kalau saja aku mati, bagaimana dengan dia anakku? manusia itu pasti tak membiarkan anakku ikut mati denganku, ia bahkan akan memberi pelajaran untukku yang bahkan sudah mati sekalipun lewat anakku. aku tahu itu. aku tahu, aku hanya bisa pasrah dengan keadaan, walaupun tangisku menjadi darah dan kaki ku patah karena bersujud padanya, ia pasti tetap tak membiarkan diriku yang malang ini untuk pergi dari nya.


end~


jelita terus melangkah menuju kamarnya. setetes air mata jatuh kepipi jelita. tapi ia tak mengusap, ia tak mau orang lain melihat ia tengah lemah sekarang.


dua maid dan kepala maid riza mengikuti sang nyonya sampai kekamar, dengan tangan kepala maid membawah kotak persegi yang diperintahkan jelita.


'ceklek..' salah satu maid membuka kan pintu kamar untuk sang nyonya.


jelita masuk yang diikuti kepala maid riza untuk meletakkan kotak paket jelita diatas kasur sang nyonya.


jelita mendudukkan tubuh nya disamping kotak itu.


"apakah nyonya membutuhkan sesuatu?" tanya kepala maid sopan.


"tidak.. pergilah" balas jelita cepat.


"kalau begitu saya permisi nyonya" ucap kepala maid sembari menunduk hormat dan melangkah pergi yang diikuti oleh dua maid tadi.


'tuupp..' pintu kamar jelita di tutup oleh kepala maid.


pandangan mata jelita menajam dan memerah, ia kembali mengingat semua perbuatan davied.


'bbrraapppp..' jelita mencampakkan kotak itu, hingga berserakan dilantai. 'brengsek' batin jelita.


ia sungguh tidak terima, bagaimana bisa suami gila nya tak melepaskan nya pergi tetapi dengan santai nya ia juga bermain dengan banyak wanita dibelakang jelita.


bukan karena cinta yang membuat ftustasi, melainkan karena keegoisan davied yang tak membiarkan jelita hidup normal.


'aakkkkhhhhhhhhh.....' teriak jelita frustasi. sembari mengacak-acak kasur yang tadi nya rapi, kini sudab berantakan.

__ADS_1


'aakkkkhhhhhh.....' suara jelita frustasi sembari menangis pilu seperti orang gila.


hay.. hay... dears... ❤❤


__ADS_2