
"Jangan berpura-pura tidur jelita" davied menarik kasar selimut yang menutupi tubuh jelita.
Jelita tersentak, ia melihat davied yang hanya mengenakan boxer di depannya.
Dengan rambut berantakan yang basah, wajah yang terlihat segar, wangi maskulin menyeruak di indra penciuman jelita.
Jelita terdiam, seketika ia terpesona dengan suami gila nya itu, di tambah perut kotak-kotak kecintaan para wanita terpampang nyata di hadapan jelita.
Davied merangkak naik keatas kasur dan menghimpit tubuh jelita.
"Berraatt davied" dorong jelita dengan tangan mungil nya.
"Ayo lah sayang, lakukan kewajiban mu, tidak perlu dipaksa" pinta davied dengan suara berat.
Netra davied terus menatap bibir pink jelita.
"Aku tidak mau, kau habis membunuh! dan itu membuatku jijik" ucap jelita dengan sinis.
"Aku sudah mandi jelita, kau tak perlu jijik!" jawab davied dengan mata memerah mengunci kedua tangan jelita diatas kepala.
Davied melahap habis bibir jelita dengan menggebu, seolah ia tengah menunjukkan ketidak berdayaan wanita dibawah kungkungannya itu.
"Mas.. sakit.." rengek jelita setelah lepas dari c!uman davied.
Davied tak memperdulikan, ia terus saja menc!um dan mengh!sap di titik sens!tif jelita.
Mau sekuat apapun jelita menolak, tetaplah iblis di depannya ini akan memaksakan keinginannya.
__ADS_1
Akhirnya jelita hanya bisa mengikuti dan pasrah.
Terdengar deru nafas yang menjadi satu dan keringat yang mengucur di tubuh sepasang suami istri itu.
Suara kenikmatan keluar dari bibir ke duanya.
Sudah dua jam mereka saling menyatukan, dan sudah beberapa kali davied memuntahkan ca!ran nya.
Gerakan dan hentakan davied yang kasar membuat jelita menggelinjang merasa nyilu.
'Aacchhhh....' "Please, stop davied, please.." mohon jelita dengan mata sayup.
'Accchhhhh...' Er4ngan davied yang begitu menikmati, tak memperdulikan permohonan jelita.
'Ssshhhh....' ringisan jelita yang merasa nyilu di daerah sens!tif nya.
'Aacchh..' "Davied, please.. aku sudah tidak sanggup" mohon jelita.
'Cup' davied mengecup bibir jelita.
"Sebentar lagi sayang.." jawab davied dengan deru nafas yang berat.
Davied mempercepat gerakannya, tak memperdulikan rengekan dan r!ngisan jelita.
'Aaaaacccccchhh..... jelitaa.." p3lepasan davied lagi.
Davied membaringkan tubuh nya di samping jelita dengan deru nafas tak beraturan.
__ADS_1
"Kau lelah?" Davied menoleh dan mengelus pipih jelita, menelisik wajah istri nya yang kelelahan.
'Pertanyaan bodoh apa itu' batin jelita kesal.
'Grebb' davied membawa tubuh jelita pada pelukannya.
"Maafkan aku" ucap davied lembut. "Kau itu, manis.. itu yang membuatku candu" sambung davied lagi.
"Apakah manis ku, sama dengan shilla?" tanya jelita penasaran, sampai mendungak menatap netra davied.
"Tidak, kau istri ku, tidak sama dengan yang lain" jawab davied seadanya.
"Kalau di suruh milih, aku ingin menjadi selingkuhan mu saja" jelita menjeddah ucapannya. "Kau selalu mengekang istri mu, tapi tidak dengan shilla. Kau selalu bersikap dingin padaku, tapi tidak dengan selingkuhan mu itu. Kau juga selalu memaksakan kehendakmu pada ku. Kau terlalu tidak adil dengan istri mu" jelas jelita panjang lebar dengan menatap netra davied yang juga menatap jelita.
"Jangan terlalu cerewet, aku tidak tahan melihat bibir mu yang terus berbicara" jawab davied santai.
"Kau mengalihkan pembicaraan mas" sergah jelita mengerucutkan bibir nya.
'Hahahah..' "Sudahlah tidur, tidak perlu dibahas hal itu" ucap davied, sembari mengeratkan pelukannya.
"Mass..." rengek jelita dengan melonggarkan pelukan di tubuh nya. "Kau juga tadi lebih memilih kesenangan gila mu dari pada aku" ucap jelita meminta penjelasan.
"Kelihatannya kau sudah memiliki tenaga untuk melayani ku lagi" ancam davied dengan menatap mata dan bibir jelita bergantian.
Jelita yang di tatap seperti itu langsung terdiam, tubuh dan bagian inti nya saja masih terasa nyeri akibat ulah davied yang tak ada berhenti nya.
Dengan cepat ia menyembunyikan wajah nya di ceruk dadah bidang davied, tak ingin melayani psikopat di depannya ini lagi.
__ADS_1
bersambung 🖤🖤🖤🖤🖤