
matahari perlahan menampakkan diri, sinar nya yang amat sangat terang menyinari seisi bumi. terdengar suara burung berkicau pertanda cuaca pagi yang amat sangat cerah.
tetapi berbeda dengan suasana pagi di mansion gaozhan, terlihat davied duduk sendiri di meja makan yang mewah dan penuh ukiran itu, nampak begitu banyak hidangan mewah tersaji diatas nya. davied duduk mencicipi sedikit dari masing-masing makanan yang di letakkan di piring davied oleh maid. 6 orang maid yang bertugas menghidangkan makanan dan 2 orang koki sedang berdiri menunduk di dekat meja makan.
'tiiiiinnngggggg' hentakan sendok di atas piring berbahan keramik.
"semua rasa makanan kalian tidak enak!"
bentak davied jengah.
"coky" panggil davied.
coky yg berdiri di samping tempat duduk davied langsung tersentak.
"ya tuan" jawab coky sembari menunduk hormat.
wajah davied langsung memerah, urat leher nya menonjol menahan emosi, davied menoleh kesamping kearah sekretaris coky berdiri.
"jangan kau ulangi lagi jawaban bodoh mu itu coky" ucap davied penuh penekanan.
"ampuni saya tuan" jawab coky sembari menunduk.
mendengar jawaban coky, davied menghebuskan nafas jengah, lantas berdiri dari kursi makan nya, berjalan dengan tegas keluar mansion. melihat itu coky ikut berjalan di belakang davied dan membukakan pintu mansion untuk davied.
baru lah para maid dan koki menghembuskan nafas lega sepergian dua manusia laknat itu.
~ di kediaman rumah berlantai 3 doni carolina~
'tiingg.. tiingg..' suara jelita memencet bell rumah.
'tiingg.. tiingg..' suara jelita memencet bell lagi.
'cekleekk..' pintu terbuka oleh maid yang di kenali jelita.
mata maid itu membulat terkejut tidak percaya, melihat nona muda nya berdiri di depan pintu, mata maid itu beralih ke samping terlihat anak laki-laki kecil yang menggemaskan dan tampan.
"nona jelita" ucap maid pelan dengan mata yang tak berkedip.
"maid susi" panggil jelita pelan. sembari mengeratkan genggaman tangan nya pada ezzel.
"nona jelita silahkan masuk" jawab maid susi sembari membukakan pintu lebar mempersilahkan jelita masuk.
"maid.. maid.." panggil maid susi memanggil maid lainnya.
3 maid datang kearah maid susi
"tolong bawakan koper nona muda" ucap maid susi kepada ketiga maid itu.
"mari nona" ajak maid susi menggandeng tangan jelita.
mereka berjalan pelan, dan duduk ke sofa empuk yang berada di ruang tamu.
"nona jelita, saya akan panggilkan tuan dahulu" ucap maid susi lembut sembari mengelus punggung tangan jelita lembut.
jelita melihat sendu langkah maid susi, hati nya merasa tak yakin davied melepaskan nya dengan mudah seperti sekarang.
wajah jelita menoleh kearah ezeel yang duduk di samping jelita.
"sayang" ucap jelita sembari mengelus pipi ezeel dengan lembut.
__ADS_1
ezeel menoleh dan menampilkan senyum manis kepada mommy nya.
'tak.. tak.. tak.. tak..' suara langkah kaki tegas doni carolina.
"ayah" ucap jelita pelan, dan langsung berlari memeluk ayah nya.
'hikss.. hikss.. hikss..'
jelita menangis melepaskan rindu yang teramat sangat.
doni membalas pelukan putri nya dengan erat, mata doni seketika berkaca-kaca, mengingat betapa menderita putri kesayangan nya akibat ulah nya.
"mommy" panggil ezeel sembari menarik ujung baju jelita.
jelita tersentak, mereka melepaskan pelukan hangat itu.
doni memandang gemas kepada ezeel.
"ini cucu ayah jelita?" tanya doni sendu
"iya ayah, nama nya Alfarezeel" jawab jelita penuh senyuman.
doni berjongkok menyamai tinggi nya dengan ezeel.
"sayang, ini kakek" ucap doni dengan memegang jari ezeel lembut.
"grandpa?" tanya ezeel polos.
"iya.. iya sayang.." jawab doni sembari menganggukkan kepala nya. "aku grandpa" sambung doni lagi.
doni memeluk ezeel dengan erat mengelus rambut ezeel penuh sayang.
"apakah grandpa sehat? grand pa terlihat pucat" tanya ezeel di dalam pelukan doni.
"hh'mm.. tetapi hanya sedikit.. sedikit pucat" jawab ezeel sembari mengangguk pelan.
doni melepas pelukannya, menatap manik mata kehijauan ezeel lekat, 'amat sangat mirip dengan jelita' batin kakek.
"cucu grandpa sudah sarapan?" tanya kakek mengelus pipi ezeel.
wajah ezeel mendadak lesu seperti di buat-buat dan bibir nya mengerucut, sungguh menggemaskan.
"belum" jawab ezeel.
'hahahahahhhh' suara tawa doni carolina melihat tingkah cucu nya.
"cucu grandpa sungguh menggemaskan, ayo kita sarapan" ajak doni carolina sembari menggendong ezeel di belakang punggung nya seperti bayi koala, dan tangan kiri doni memegang jemari kiri jelita, menuntun mereka ke meja makan.
para maid membuka kan kursi makan untuk duduk tuan nona muda dan tuan muda nya.
banyak makanan terhidang di meja makan bundar itu, walaupun tak semewah makanan dirumah davied yang memakai koki ternama, tetapi makanan di sini terasa jauh lebih enak, karena bisa berkumpul dengan orang yang di sayang.
"papah, maafkan jelita" ucap jelita pelan dan menunduk.
doni yang sejak tadi bercengkrama dengan ezeel, tersentak mendengar ucapan anak semata wayang nya itu.
doni meraih jemari jelita, dan menghembuskan nafas berat.
"ini salah papah, bukan jelita, jelita tidak salah" ucap doni dengan mata yang tergenang air.
__ADS_1
"mamah____" ucapan jelita terhenti.
"jelitaa, sekarang sudah ada cucu papah, alfarezeel yang akan melengkapi kekurangan kita, menggantikan apa yang telah pergi, jelita mengerti maksud papah kan?" tanya doni lembut sembari mengelus jemari jelita.
jelita menghembuskan nafas berat dan menunduk menghapus air mata yang telah jatuh ke pipi.
"papah gak ke perusahaan?" tanya jelita mengalihkan pembicaraan, mencair kan suasana haru.
"untuk tiga hari kedepan, papah akan bersama kalian, papah masih amat sangat rindu dengan anak dan cucu papah" jawab doni tersenyum manis.
jelita tersenyum senang mendengar jawaban ayah nya yang begitu mencintai nya.
~di perusahaan raksasa Gaozhan Company~
'prrraaaaannngggg......' suara lemparan gelas kaca ke dinding monitor ruang rapat, yang sedang membahas luncuran produk baru.
semua orang di ruang rapat hanya diam, staff yang menjelaskan tentak produk yang akan di luncur kan tadi kaki nya mendadak lemas tak sanggup berdiri melihat raja iblis yang sedang berdiri menatap nya itu, bahkan untuk bernafas saja terasa sulit.
"apakah kau mempermainkan ku?" tanya davied sarkas, matanya menatap tajam staff yang berdiri di depan.
"kalian sedang bekerja di perusahaan raksasa gaozhan, sudah seharus nya kalian memberikan hasil yang paling terbaik, tidak hasil sampah seperti itu!" ucap davied tegas sembari menunjuk dinding monitor dengan dagu nya.
"t-tapi tuan_____" sang moderator hendak menyela.
'bbrrraaaakkkk' suara berkas yang di campakkan kedepan wajah moderator.
semua orang yang berada di ruang rapat sontak terkejut, semua wajah berubah menjadi pucat pasih. sama hal nya dengan sang moderator yang jantung nya mendadak berhenti berdetak, tubuhnya mendadak lemas tak bertenaga.
'bodoh' hina coky dalam hati, sembari terus menatap sang moderator yang sedang sial itu.
"pergi kau!!" teriak davied marah dan menatap nyalang sang moderator.
si moderator melangkah keluar dengan wajah pucat dan kaki lemas.
tak ada yang berani bersuara di ruangan itu, semua kepala memunduk.
'bbrrrrraaaakkkkk....' suara kursi yang di tendang davied, dan langsung melangkah kan kaki nya keluar dengan tegas.
davied sampai di ruangan presdir nya, berhenti sebentar, berdiri menatap luar dari dinding kaca yang tebal.
"coky, aku amat sangat mencintai nya" davied menjeddah ucapannya. "aku bisa gila kalau dia meninggalkan ku" sambung davied lagi.
dadah davied bergemuruh, kala mengingat saat jelita berlutut meminta pergi dari nya.
'prrraaannngg... prrraaaannngggg....' davied menghancurkan semua guci-guci antik di atas bufet yang berada di depan nya, dadah nya naik turun menahan amarah.
coky yang berdiri di belakang davied tersenyum sinis melihat tuan nya.
"hancurkan perusahaan doni carolina coky" titah davied tak terbantah kan.
"baik tuan" jawab coky sembari menunduk hormat.
"tuan" panggil coky. "izinkan saya memesan wanita untuk tuan, apakah tuan bersedia?" sambung nya lagi.
davied menoleh kesamping, terdiam sebentar.
"hmm.. siapkan wanita di club biasa, kau tau kriteria ku coky" ucap davied seperti titah yang tak mau ada kesalahan.
"baik tuan" jawab coky sembari menunduk hormat.~~
__ADS_1
maaf ya bebsss menunggu lama up episode 13, othor belakangan ini lagi kurang enak badan, semoga kalian syukaa ya sama episode 13 ini... happy reanding bebbsss... 😘😘😊😘😘
dan terimakasih untuk yang sudah komen di episode sebelum nya...