
~Mansion Gaozhan, pukul 22.15~
*kepulangan Davied Gaozhan dari Las vegas, Inggris.
'ciitttt.....' rem mobil rombongan davied dan para bodyguard berhenti didepan gerbang pintu utama.
semua seisi mansion sudah berbaris rapih menyambut sang tuan dengan kepala menunduk, wajah pucat yang sangat ketara.
tak nampak jelita berada disitu, hanya seluruh maid dan bodyguard.
'tap... tap... tap...' suara langkah kaki tegas Davied memenuhi seisi ruangan.
membuat siapa saja yang mendengar merasa ketakutan.
begitupun dengan perasaan cemas dihati nany tika dan supir pengantar istri beserta anak tuannya itu.
davied berdiri dengan tegak, menatap para maid dan bodyguard yang tertunduk lesu. ia mengerti ada kesalahan yang dilakukan.
"mana jelita?!" suara bariton davied, membuat seluruh penghuni mansion terkejut dan amat sangat ketakutan.
tatapan tajam davied beralih ke kepala maid riza yang berdiri paling ujung.
kepala maid riza yang menunduk hendak menjawab tetapi gugup, membuat suara nya sulit keluar, saking takut nya melihat jelmaan iblis itu.
tak mendapat jawaban, davied langsung memanggil sekretaris nya.
"coky..." panggil davied datar, dan langasung mendudukkan tubuh nya di sofa tunggal.
dua maid berlari membukakan sepatu davied, dan mengganti nya dengan sendal rumah.
sementara, coky yang mengerti akan maksud tuannya langsung mendatangi kepala maid riza.
__ADS_1
coky berdiri didepan kepala maid riza dan menarik kerah baju kepala maid riza. tak peduli ia wanita atau pria, kalau sudah berhadapan dengan coky perlakuan akan sama.
"ny... nyonya.... belum pulang tuan" jawab kepala maid riza tergagap dan takut. "t.. tadi nyonya memaksa untuk keluar sebentar membawa tuan mudah jalan-jalan" sambung kepala maid dengan gemetar.
rahang davied mengetat, dan gigi nya menggeretak mendengar jawaban kepala maid riza.
'ctaaaasssssssss....'
'ctaaaaassss.... ctaasssss... ctaassss...' suara tamparan memb@bi buta yang dilanyangkan sektetaris coky kepipi kanan dan kiri kepala maid riza.
karena tak tahan dengan tamparan kuat yang dilayangkan coky, sampai kepala maid riza tersungkur di lantai.
melihat kepala maid riza yang tersungkur dibawah kaki nya, sekretaris coky langsung menendang tubuh lemas kepala maid dengan kuat, tanpa jeddah.
"ampun tuan... ampun.... saya mohon tuan... ampun...." tangisan tak berdaya kepala maid riza yang terus ditendang semakin keras oleh sekretaris coky.
'hikkksss.... hikkss....' "ampuunn.."
pandangan sekretaris coky beralih menatap para maid dan bodyguard dengan datar.
"siapa lagi yang membiarkan nyonya jelita dan tuan muda keluar mansion?!" bentak coky dihadapan semua bodyguad dan maid.
nany tika dan supir yang mengantar istri sang tuan tadi pun bergetar ketakutan. mereka langsung terduduk dan berlutut di lantai.
"maafkan saya tuan... maafkan saya" ucap supir dengan tubuh bergetar ketakutan.
"ampuni saya tuan..."
'hikkss...hikss...' nany tika pasrah dan terduduk berlutut sambil terisak ketakutan.
davied yang melihat itu langsung naik pitam, dan berdiri dari duduk nya.
__ADS_1
"bawa mereka keruangan eksekusi!" titah davied dengan suara bariton.
beberapa bodyguard menyeret orang-orang yang dianggap bersalah itu, kecuali kepala maid riza.
karena sesungguhnya kepala maid riza adalah tangan kanan sekretaris coky, jadi dengan tatapan tajam dan gelengan kepala yang hampir tak nampak melarang bodyguard yang hendak membawa kepala maid riza.
'tap.. tap.. tap.. tap..' langkah tegas davied menuju ruangan eksekusi, dengan melewati sekretaris coky dan orang-orang bawahannya dengan angkuh.
Davied berjalan dengan wajah emosi sembari melepas kancing tangan kemejanya, dan melipatnya sampai siku.
membuat seisi mansion yang melihat merasa takut bercampur ibah, karena sih raja iblis gila itu benar-benar akan menghabiskan orang-orang yang tak beruntung tadi.
diikuti oleh sekretaris coky berjalan cepat di belakang tuannya.
'bruuukkk...' suara bantingan pintu ruangan eksekusi.
'tap.. tap.. tap.. tap..' suara langkah kaki yang bersautan, membuat ruangan yang hening terasa sejuk, dengan bau anyir darah.
membuat nany tika dan supir yang menjadi bahan amukan raja iblis gila itu bergidik ngeri.
kini mereka hanya pasrah, dengan tubuh lunglai tak bertenaga.
semakin masuk melewati lorong dengan banyak pajangan di dindingnya. bau anyir itu semakin tercium sangat kental.
'uueeekkkk....uueeekkkk....' nany tika mual mencium anyir darah diruangan itu.
tetapi tetap saja tidak membuat bodyguard yang menyeret nya berjalan pelan atau pun melonggarkan cengkraman dari kedua pergelangan tangan nany tika.
bersambung
🖤🖤🖤🖤
__ADS_1
🖤🖤🖤🖤