Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 34


__ADS_3

~Pukul 07.30 , di mansion davied gaozhan.


Sinar matahari mulai masuk menembus celah horden jendela kamar yang tertutup rapat.


tetapi tetap saja, tak membuat dua insan yang sedang berpelukan itu terusik.


'tok.. tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar sang mpuh dari luar.


dengan samar jelita mendengar.


'tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar lagi.


mendengar ketukan pintu yang berulang membuat jelita terpaksa membuka mata, menyesuaikan pandangan yang kabur.


pandangan yang mengabur mulai jelas terlihat, karena posisi tidur jelita yang miring memeluk davied, membuat pandangan pertama yang dilihat adalah wajah damai suami nya yang terpulas.


jelita merenggangkan pelukan ditubuh davied pelan, dan menggeser tubuh nya.


dengan susah payah iya melepaskan pelukan itu, tiba-tiba..


'tok.. tok..' suara ketukan pintu yang tiada habis nya.


jelita mengeram kesal, iya duduk dipinggiran kasur untuk memakai sendal kamar nya dan berjalan kearah pintu.


'ceklek..' pintu dibuka jelita.


dengan wajah masam jelita melihat satu maid membawa nampan dengan kepala menunduk.


"ada apa ?" tanya jelita ketus. "apa tidak bisa kau menunggu sebentar tanpa mengetuk berkali-kali ?" cercah jelita lagi.

__ADS_1


"maafkan saya nyonya, kepala maid yang menyuruh saya mengantarkan sup ini ke kamar untuk sarapan nyonya" jawab maid takut.


jelita diam dan menatap dengan malas.


"hmm.. sini" pinta jelita hendak mengambil nampan.


setelah maid memberikan nampannya, ia bergegas melangkah pergi dengan takut dan lesu, seperti ada yang dikhawatirkan.


setelah menutup pintu kamar kembali, jelita berbalik dan...


'deg' ia melihat suami nya yang sudah terbangun dan bersender di divan tempat tidur.


netra davied yang memandang jelita dingin dan datar membuat nya gugup.


"jelita" panggil davied dingin.


"kemarilah" titah davied.


'prokk.. prokk..' davied menepuk pelan paha nya yang tertutupi boxer hitam.


"kau sudah lama tidak melayaniku" sambung davied lagi dengan santai.


tak mau membuat sang raja mpuh marah, jelita berjalan meletakkan nampannya ke meja, dan bergegas kearah davied.


dengan berani jelita naik keatas ranjang dan duduk dipaha davied.


davied tersenyum samar, ia senang melihat tak ada penolakan dari istri nya.


david terus memandang bibir dan mata jelita. tangan kanan yang mendekap pinggang jelita, memeluknya dengan posesif. sedangkan tangan kiri merapikan surai jelita dan menyelipkan dibalik telinga.

__ADS_1


perlahan tangan kiri davied mulai turun ke tengkuk, mendorong paksa hingga wajah jelita tak berjarak dengan wajah nya. bibir mereka yang bersentuhan membuat jelita refleks memejamkan mata, karena ia tahu step apa selanjutnya yang akan dilakukan suaminya.


davied mens3s4p bibir jelita dengan lembut, sungguh seperti tak ada kemarahan didalam nya.


perlakuan davied membuat jelita dengan mudah nya memberikan apa yang diinginkan davied.


suara d3s4h4n yang beradu membuat kamar bernuansa turkey itu menjadi panas dan bergairah.


setelah satu jam mereka melepaskan gairah nya, jelita yang masih berbaring diatas tubuh davied tak berani beranjak, karena dekapan erat sang suami yang membuat nya mengerti bahwa saat ini davied gaozhan tengah nyaman dengan posisi seperti ini dan tak boleh berpindah.


"kamu lapar ?" tanya davied lembut sembari mengelus rambut jelita.


mendengar pertanyaan itu membuat jelita bersemangat, akhir nya ia mempunyai alasan untuk lepas dari dekapan yang ntah mengapa membuat nya bosan dan tak hangat sama sekali.


"iya mas" jawab jelita pelan.


davied beranjak membuat jelita juga ikut beranjak dari ranjang.


setelah mereka mengenakan kembali piama tidur nya. dengan lembut davied menggenggam jemari jelita dan membawa nya ke meja yang tadi sudah ada terhidang sarapan untuk jelita.


mendudukkan pelan tubuh jelita dan davied yang juga duduk di depan jelita.


"sup daging nya sudah dingin, biar aku suruh ambil yang baru" davied hendak berdiri namun ditahan jelita.


"tidak apa-apa mas, yang ini saja" ucap jelita pelan.


sebenar nya jelita tidak lapar, ia mengatakan lapar hanya agar davied melepaskan nya saja.


bersambung 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2