Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 22


__ADS_3

~mansion gaozhan~


senja sudah mulai menyapa, nampak matahari yang mulai pergi ke barat. udara yang sedari panas, kini mulai dingin menembus kulit.


tetapi, tidak untuk jelita. walaupun pakaian yang dikenakan nya hanya sebatas paha, tidak cukup membuat tubuh nya merasa dingin. ntah itu memang karena ia tahan akan hawa sejuk, atau karena ia sudah kebal akan terpaan angin yang menghatam tubuh nya, hingga menembus kulit, sampai ke tulang-tulang nya yang kini mulai rapuh.


jelita yang tengah terduduk di bangku besi halaman rooftop. termenung entah memikirkan apa, seperti tidak ada kebahagiaan terpancar dari wajah nya, hanya nampak sisa-sisa kesedihan dan penyesalan, menggelayut mengambil aurah kecantikan wanita itu.


'huuffttt..' hembusan nafas jelita berat.


matanya nampak sayu, tidak ada lekungan senyum dibibir nya.


'ceklek..' pintu kamar utama terbuka.


nampak sesosok berbadan tegap memasuki kamar, berjalan mengedarkan pandangan. sampai pandangan nya terhenti, melihat seseorang yang sedari tadi dicari.


kaki davied terus berjalan pelan kearah jelita.


'sreeekkk..' suara gesekan pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan rooftop terbuka.


jelita menyadari kedatangan davied, ia lantas penghapus cepat setetes air mata yang mengalir di pipi.


pandangan jelita beralih menatap wajah tampan davied.


"masuk jelita" titah davied tegas. namun pandangannya terlihat seperti juga ikut merasakan kesakitan yang dirasakan jelita.


jelita tak berbicara apapun, lantas ia langsung bangkit dan berjalan melewati davied begitu saja, memasuki kamar.


'hhmmmm..' helaan nafas davied.


davied juga melangkahkan kaki nya memasuki kamar.


davied memandang datar jelita yang tengah duduk diatas kasur dengan kepala menunduk. lantas ia berjalan, dan berdiri didepan jelita. jari nya tergerak mendungakkan dagu jelita.


jelita menatap wajah davied yang datar tetapi masih membuat orang tunduk karena takut.


"tidak perlu bersedih... katakan apa yang kau inginkan" davied membuka suara.


"kalau aku menginginkan sesuatu, apakah mas akan mengabulkannya?" tanya jelita pelan.


davied menatap intens netra jelita, seperti menelisik dari perkataan yang di lontar kan istrinya.


"tergantung" davied menjeddah ucapannya. "aku yakin, kau yang paling tahu akan jawabanku jelita" lanjut davied.


"apakah aku akan terus berada di mansion ini... maksudku, aku ingin keluar... menikmati dunia luar.. merasakan sinar matahari dan terangnya rembulan" jelas jelita.


"kau bisa merasakannya ditaman bunga mu" balas davied datar.


jelita lantas menghempaskan jemari davied yang sedari tadi memegang dagu nya. menarik selimut hingga menutupi kepala dan membaringkan tubuhnya membelakangi davied.


davied hanya memperhatikan jelita, kaki nya tergerak kembali ke rooftop untuk menghubungi seseorang.


"coky" ucap davied berbicara di telepon. "kemarilah, tunda hal yang kuperintahkan tadi... segera persiapkan hal yang menarik untuk istriku" sambung davied lagi.

__ADS_1


coky yang sedang mengendarai mobilnya, mengernyitkan alis karena bingung.


"mm.. maksud tuan?" tanya coky yang memang tak mengerti dengan perintah davied.


'hhhuuuffftt...' hembusan nafas davied kasar, menahan kesal.


"bodoh!.. kemari kau.. persiapkan hal yang dapat menyenangkan hati istriku" ucap davied penuh penekanan.


'ttuuuttt....' sambungan diputuskan sepihak oleh davied.


wajah davied memerah, sangat ketara kalau ia sedang kesal.


*sementara didalam mobil jaguar xj milik coky~


'ckkiiittt...' coky mengerem mobil nya di tepi jalan.


menatap frustasi ponsel nya.


'hal yang menyenangkan hati' ulang coky didalam hati.


"apa tuan sekarang sudah mulai bucin" monolog coky sendiri.


lima menit coky memikirkan permintaan tuannya, hingga akhirnya mobil coky berbelok kembali ke mansion gaozhan.


pukul 19.30, mansion yang sudah terlihat ramai, akibat dari kedatangan tim event organizer terkenal yang di booking coky, membawa banyak anggota.


mempersiapkan sesuatu yang akan membuat hati istri sang pemilik mansion senang.


para maid dan bodyguard di mansion juga ikut membantu mempercepat dekorasi kejutan untuk jelita yang terletak di taman bunga nya.


tim event organizer menyungsungkan tema seperti tahun baru, yaitu letusan kembang api yang semarak dan bersaut-saut. itulah yang akan dibuat oleh tim event organizer, dengan dekorasi yang sangat romantis.


*sekarang sudah menunjukan pukul 20.00.


'tap.. tap.. tap..' langkah cepat coky berjalan menuju kamar sang tuan.


'tok.. tok..' suara ketukan pintu kamar davied.


"tuan, semuanya sudah siap" teriak kecil coky dari luar kamar.


davied yang tengah duduk bersender di kepala kasur dengan kaki yang telunjur, tangan nya memegang ipad, meneliti kenaikan saham.


mendengar teriakan coky, davied refleks memandang kearah pintu.


lantas davied membukan pelan selimut yang menitupi wajah jelita.


"jelita, bangunlah..." titah davied pelan.


jelita membuka mata nya yang sedari tadi berpura-pura tidur. menatap wajah davied yang duduk disamping tubuh nya.


davied menggenggap jemari jelita, dan menarik nya turun dari ranjang.


'ceklek..' pintu kamar terbuka oleh davied.

__ADS_1


nampaklah sekretaris coky yang tengah menunduk hormat.


davied melewati sekretaris coky begitu saja, dengan terus menggandeng jemari jelita menuju lift.


"kita mau kemana mas?" tanya jelita malas.


davied tak menjawab, ia hanya menoleh, dan menatap kedepan lagi.


sepasang insan itu terus melangkah dengan saling menautkan jari, sampai mereka tiba di pintu berbahan kaca tebal, sebagai penghubung mansion dengan taman bunga milik jelita.


langkah jelita terhenti kala melihat banyak orang yang tidak dikenal berada di taman bunga nya, beserta keadaan taman bunga yang nampak super cantik dan indah, rasanya mata ini tak mau berkedip melihat keindahan di taman bunganya, yang penuh dengan kelap-kelip lampu berwarnah-warnih.


kaki jenjang jelita berlari pelan ketengah taman, senyumnya mengembang dan tidak pernah pudar sedari tadi.


davied yang melihat senyum istri nya terpancar begitu imut dan manis, membuat ia juga ikut tersenyum samar.


davied berdiri dengan memasuki kedua tangannya kedalam saku celana.


'duuaarrr.... duaaarrr... duaarrrr...' kembang api berbentuk hati meluncur menghiasi langit yang penuh dengan bintang.


wajah jelita mendungak dan berdecap kagum melihat kembang api itu.


'duuuuaaaaarrrrrrr.........' kembang api besar meluncur lagi memenuhi langit atas mansion gaozhan.


rasanya, wajah jelita tak mau berpaling, ia terus mendongak melihat kembang api yang saling bersautan. sangat indah, sungguh sangat indah.


hati jelita yang sedari tadi seperti kebas tak berasa, kini kembali menghangat seperti tak ada beban.


semua beban yang merayap, memakan habis tubuh dan pikiran jelita, kini terhempas dan menghilang.


untuk sesaat jelita merasa sangat bahagia, amat sangat bahagia.


kaki davied melangkah, ia berjalan pelan kearah jelita, memeluk istrinya posesif dari belakang.


"i love you" bisik davied di telinga jelita.


jelita berbalik, wajah nya mendongak menatap davied. seketika pandangan mata mereka saling mengunci.


davied mendekat kan wajah nya kewajah jelita, bibir nya memagut bibir jelita.


davied ******* dan mensesap pelan bibir manis istri nya.


para penghuni yang berada di taman bunga itu, hanya bisa memalingkan wajah karena malu atas perbuatan tuan dan nyonya yang bertindak tak senonoh.


percikan kembang api yang terdengar sangat merian, ditambah lampu-lampu yang mirip kembang api menghiasi taman itu. sungguh suasana yang sangat pas untuk memadu kasih.


'huuffftttt...' hembusan nafas lega dari kepala tim event organizer, melihat keberhasilannya membuat sang nyonya merasa puas dan takjub.


hy.. hy... hy...


happy reading guys...


dukung aku terus ya... dengan cara like and komen guyss..

__ADS_1


i love you... 😘😘😘😘😘💋💋💋💋


__ADS_2