Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
episode 30


__ADS_3

~*taman kota, pukul 1**3.30*__


terlihat jelita dan regar yang duduk di bangku taman, sedangkan ezeel asyik bermain di ayunan. mereka bak keluarga kecil yang harmonis, tak nampak kecanggungan antara regar maupun jelita.


apalagi saat jelita bercerita dengan antusias nya, dan regar menanggapi dengan senyum dan gelak tawa.


"darimana kau tahu lelucon itu haa.." tanya ezeel dengan mentoel hidung mancung jelita. "bukan kah kau tadi sempat bilang kalau hidup mu menyedihkan" ledek regar dengan senyuman.


"jadi, kalau hidupku menyedihkan aku tidak boleh menceritakan lelucon?.. " jawab jelita dengan bibir manyun.


'hahahahhhhh....' tawa regar melihat wajah menggemaskan jelita.


"yasudah, kaka minta maaf.. sudah jangan cemberut lagi nanti jelek.." ejek regar tak hentinya tergelak dan tersenyum.


"kakak...." rengek jelita kesal.


"heheh... kakak laper nih, kita makan dulu yuk..." ajak regar.


"maaf kak, aku gak bisa" balas jelita sendu.


melihat wajah sendu jelita, regar mengerti bahwa ada ketakutan di dalam diri jelita.


"kamu bawa bodyguard? " tanya regar lagi.


jelita menggeleng.


"aku hanya pakai supir" jawab jelita pelan.


"sudah lah.. ayukk.." regar memegang jemari jelita dan bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


jelita yang masih terduduk dikursi menatap regar bingung.


"t.. tapi kak__" ucap jelita terpotong.


"jelita please... mungkin, hanya ini pertemuan terakhir kita... aku ingin menghabiskan waktu dengan mu" mohon regar dengan wajah datar, namun terlihat segurat kesedihan didalam nya.


jelita yang melihat segurat kesedihan itu, tak sampai hati menolak lagi.


"hmmm... baik lah" pasrah jelita.


"ezeel.... sayang..." panggil jelita.


ezeel menoleh dan berlari kearah mommy dan uncle.


"yess momm... why?" tanya ezeel.


"ayuukk.." ajak regar kepada jelita, dan menggenggam jemari jelita erat.


mereka berjalan menuju mobil regar, tanpa sepengetahuan supir jelita yang sedang asyik memainkan ponsel nya.


selama di dalam mobil, regar dan ezeel asyik bercanda ria.


-pov-


apakah ini rasanya memiliki keluarga kecil? tidak dihantui oleh rasa takut, yang ada hanya gelak tawa dan senyuman yang tulus.


rasa ini aman dan amat sangat nyaman, tidak ada pemaksaan ataupun tatapan tajam, yang ada hanya tatapan lembut.


Tuhan, kalau aku diizinkan hidup bahagia, aku ingin bahagia dengan keluarga kecilku. apakah itu mungkin Tuhan ?.

__ADS_1


apakah perasaanku ini mustahil?, meminta seorang Davied Gaozhan berubah menjadi suami penyayang dan hangat?.


-end-


jelita yang sedari tadi memperhatikan mereka seketika langsung sadar atas lamunannya.


"sesuai permintaan tuan muda, kita makan seafood yaa.." ucap regar memasukkan mobil nya kedalam halaman restaurant seafood.


'ciittt...' mobil regar telah terparkir dihalaman restaurant seafood.


"ayuk.." ajak regar kepada jelita, dan turun dari mobil.


jelita tak menjawab, ia langsung turun dan berjalan kearah regar yang hendak menggendong ezeel.


'srreett..' regar kembali menggennggam erat jemari jelita.


'deg..' jelita terdiam, reflek mendungak menatap regar balwie.


regar yang juga menatap jelita menampakkan senyum dan sederet gigi putih yang rapih.


kalau dilihat, regar balwie tak kalah tampan dengan davied gaozhan, suami gila nya.


mereka berjalan memasuki restaurant, banyak pasang mata tertuju pada mereka, berdecak kagum atas ketampanan dan kecantikan sepasang yang bukan suami istri itu. tak kalah juga dengan ezeel yang menyempurnahkan pemandangan, bak seperti keluarga yang amat sangat serasi dan harmonis.


bersambung


🖤🖤🖤🖤


🖤🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2