Ikatan Rantai Besi Sang CEO

Ikatan Rantai Besi Sang CEO
Episode 72


__ADS_3

Di dalam mobil selepas dari cafee buble tadi, jelita hanya termenung.


Wajah nya nampak murung tak bersemangat.


Ia ingat betul perkataan putri balwie tadi saat hendak keluar ruangan, tiba-tiba putri berhenti dan berkata tanpa melihat jelita.


#Flashbak on_


"Sudah 4 tahun kami bersembunyi, menghindari tuan davied karena mau menjaga mu. Kami menepikan kesengsaraan agar kau bisa hidup bahagia tanpa di hantui ketakutan yang di buat suami mu. Kak regar rela menjual saham perusahaan nya demi agar kau bisa hidup tenang. Ia juga rela melupakan cinta nya agar wanita yang ia cintai tak tersakiti" putri menangis pilu menjelaskan pengorbanan yang selama ini di lakukan keluarga nya.


"Kami memang tak berkuasa seperti suami mu. Tapi tolong jangan perlakukan kami layak nya binatang tak berharga" 'Hikss..' 'Hikss...' "Aku bahkan belum bisa melupakan bagaimana gila nya kak regar melupakan mu. Setiap malam dia harus meminum pil anti depresi agar ia bisa tidur untuk sejenak. Rasa cinta nya yang begitu besar membuat kami menangis saat melihat nya mulai menyebut nama mu di antara kegelisahan nya. Begitu besar pengorbanan nya untuk mu jelita" 'Hikss.. hiksss...' "Dan aku, aku tidak pernah hidup tenang. Aku harus selalu bersembunyi agar tidak mengganggu mu. DAN INI SEMUA KARENA SUAMI MU!!" 'Hikss... hiksss....' "Suami mu mengancam keluarga ku, kalau ia melihat kak regar bersama mu lagi maka keluarga ku dan keluarga mu akan habis mati di bantai. Itu sebab nya aku dan keluarga ku menghilang tak nampakkan diri. Bertahun-tahun kami tersiksa oleh ancaman itu. Tetapi sekarang aku takkan menurut lagi oleh ancaman bodoh tuan davied itu. Sampai mati pun aku akan balas dendam pada nya!" jelas putri lagi terlihat begitu marah, aurah nya terasa begitu dingin.


Membuat jelita terdiam tak dapat berkata-kata. Hati nya syok, ia tidak tahu bahwa selama ini regar balwie mencintai nya begitu dalam.


#Flasback off_


"Kita tidak pulang ya pak. Kita keperusahaan" ucap jelita pelan.


"Baik nyonya" jawab supir sopan.


Mobil jelita membelah jalan raya dengan kecepatan sedang. Dengan diikuti satu mobil bodyguard di belakang nya.


Sesampai nya di depan pintu masuk perusahaan yang menjulang tinggi serta megah.


Tulisan GAOZHAN COMPANY terpampang besar di atas gedung menjulang itu.


Jelita menapakkan kaki nya setelah di buka kan pintu oleh supir.


Semua mata tertuju pada jelita. Ia tidak tahu siapa wanita cantik yang memasuki perusahaan ini, karena memang mereka belum pernah melihat istri pemilik perusahaan kecuali saat pesta pernikahan davied.


Jelita berjalan ke meja resepsionis.


"Permisi, saya mau bertemu mas davied" jelas jelita santai.


Beberapa resepsionis melongo mendengar kata mas di sematkan kepada bos nya.


"Maaf, apa sudah buat janji?" tanya resepsionis sopan.


"Apakah istri sendiri harus buat janji?" tanya jelita santai.


Mendengar itu para resepsionis gelagapan tak dapat berbicara.

__ADS_1


"M.. m maafkan saya ibu. Mari saya antar ke ruangan bapak" ajak salah satu resepsionis sopan.


Jelita mengikuti langkah resepsionis memasuki lift, memencet lantai 30.


Saat sampai di lantai kusus CEO, resepsionis membawa jelita menuju meja sekretaris.


"Mba nana, ibu jelita ingin bertemu pak davied" ucap resepsionis di depan meja sekretaris nana.


Sekretaris nana sedikit bingung pasal nya baru kali ini nyonya dari tuan nya datang ke kantor, namun cepat ia netral kan wajah nya kembali.


"Selamat siang ibu jelita" sapa sekretaris nana menunduk hormat. "Mari ikut saya" ajak nya lagi menuju pintu ruangan davied.


'Tok tok'


Sekretaris nana mengetuk pintu dua kali, dan di buka oleh asisten doni.


"Pak doni, ada ibu jelita" ucap sekretaris nana.


"Nyonya jelita" sapa asisten baru davied itu sembari menunduk hormat dan memberi jelita luang untuk masuk ruangan.


"Silahkan masuk nyonya" Persilahkan doni sopan.


Kaki jenjang jelita melangkah masuk, netra nya mengedarkan pandangan. Tidak ada davied di lihat nya.


"Tuan davied sedang beristirahat. Sebentar saya akan panggil kan" jelas doni langsung melangkah kesebuah pintu ruangan.


Baru kali ini jelita menginjakkan kaki di perusahaan suami nya. Sungguh benar-benar mewah dan megah, cocok di bilang istana modern.


'Tap tap tap' langkah tegas davied mendekat kearah jelita yang sudah terduduk di sofa.


Terlihat davied yang rapih dan kokoh dengan stelan jas hitam.


"Kok tiba-tiba ke perusahaan?" bariton davied terdengar mendekat.


Membuat jelita reflek melihat ke sumber suara.


Melihat wajah tampan davied, ia langsung mengingat betapa kejam nya orang yang memiliki wajah tampan itu.


Karena suami nya lah sekarang jelita hidup di bayang-bayang rasa bersalah dan penyesalan.


"Mas, aku mau bicara sama kamu" ucap jelita menghiraukan pertanyaan davied tadi.

__ADS_1


'Grebb'


Davied yang sudah duduk di sofa langsung mengangkat jelita dan membawa nya ke dalam pangkuan.


"Apa ?" tanya davied menatap netra jelita.


"Tolong jawab jujur mas. Apa benar kamu pernah mengancam akan menghabisi keluarga balwie?" jelita bertanya dengan mata berkaca-kaca.


Davied terlihat santai, wajah nya tak nampak gugup maupun tegang. Bahkan sekarang ia tersenyum manis di depan jelita.


Melihat senyuman itu jelita merasa muak, ia dengan cepat membuang wajah nya kesamping.


"Kamu benar-benar jahat mas" 'Hikss.. hikkss..' luluh sudah air mata yang sedari tadi di tahan jelita.


Davied ikut mengusap air mata di pipi istri nya lembut.


"Mereka ingin mengambil mu dari ku. Ya tidak mungkin aku kasih kan? Aku berkata seperti itu hanya agar kaka kesayangan mu itu tahu diri, kalau kamu sudah menjadi milik davied gaozhan" jelas davied lembut sembari mengelus surai jelita.


Saat ini jelita sudah seperti anak yang sedang mengadu kepada orang tua nya, hanya bisa diam dengan wajah kesal mendengarkan penjelasan sang empuh yang memangku nya.


"Mas, aku itu benar-benar sudah capek sama semua ini" ucap jelita pelan dan menunduk.


"Aku ingin kamu berubah, aku tidak suka lihat kamu dengan hobi gila mu itu. Aku tidak suka darah mas, aku ingin suami yang normal dan bertanggung jawab" jelas jelita lagi dengan senduh sembari menyentuh lembut pipi dan rahang tegas davied.


Davied tidak menghiraukan perkataan jelita, ia sibuk menatap bibir pink jelita yang berbicara.


Dengan kokoh davied menekan tengkuk jelita dan memaksa mencium bibir pink wanita di pangkuan nya.


Hisapan dan permainan bibir davied sangat lah kasar. Seperti sedang menunjukkan kekesalan di hati nya pada jelita.


Berulang kali jelita menepuk-nepuk dadah bidang davied, meminta agar melepas ciuman kasar nya tetapi tak di hiraukan davied.


Seolah davied sedang memberikan jelita pelajaran lewat ciuman yang menyakitkan ini.


'Hos.. hos.. hos..'


Nafas jelita ngos-ngosan setelah davied melepas ciuman nya.


Melihat jelita yang ngos-ngosan davied tersenyum menang.


Wanita di pangkuan itu menyentuh bibir nya yang terasa perih, mungkin terluka karena ulah davied yang mengigit bibir nya tadi.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak bicara, aku tidak tahan kan jadi nya" ucap davied santai sembari tergelak menampakkan gigi putih nya.


Bersambung🖤🖤🖤🖤🖤


__ADS_2