
Masih di ruangan kantor CEO Davied gaozhan.
"Aku tidak mau kau cium lagi" ketus jelita.
"Lalu untuk apa bibir mu itu?" sergah davied mulai datar.
"Untuk mencium anakku ezeel, hanya anakku" balas jelita kekeh.
"Benarkah?!" terlihat davied mulai tidak senang.
Mendengar jawaban davied yang seolah bertanya namun memojokkan, jelita langsung tergagap.
Masih di atas pangkuan davied, wanita cantik itu terlihat gelisah karena di tatap tajam oleh suami nya.
"M.. m maksud ku_.." belum sempat jelita menjelas kan.
'Ceklek'
Pintu ruangan CEO Davied tiba-tiba di buka sekretaris nana tanpa mengetuk.
Mata nana membulat, tubuh nya menjadi kaku dengan pandangan lurus ke arah dua manusia yang berpangkuan.
'Grebb'
Jelita seketika melompat ke sofa di samping davied saat mengetahui sekretaris nana yang datang.
Dengan kepala menunduk tak sanggup melihat wajah sekretaris wanita yang tercengang itu.
"M.. maaf kan saya pak" sekretaris nana tergagap dan langsung ingin langsung beranjak menutup pintu kembali.
"Ada apa?!" Bariton davied tak senang menatap tajam sekretaris nana.
Sekretaris nana menghembuskan nafas, mencoba mengendalikan diri yang sudah ketakutan.
"Rapat bersama dewan pemilik saham segera di mulai pak" jawab sekretaris nana menunduk.
Davied gaozhan membangkit kan tubuh nya, memperbaiki sebentar dasi yang ada di leher, barulah melangkah keluar.
Saat berpapasan dengan sekretaris nana,
"Buatkan minum untuk istriku" titah davied melewati sekretaris wanita itu begitu saja.
"Permisi ibu jelita. Ibu mau minum apa?" tanya sektetaris nana yang telah menghampiri jelita.
"Jus kiwi, apakah ada?" tanya jelita memastikan.
"Tentu bu. Saya akan buatkan minuman ibu dulu. Saya permisi bu" jawab sekretaris nana sopan dan menunduk hormat, barulah melangkah keluar.
'Ceklek' pintu di tutup sekretaris nana pelan.
Jelita mengedarkan pandangan nya sekali lagi menelisik ruangan davied.
Ia tak henti nya berdecak kagum dengan desain ruangan davied yang begitu elegant, seperti kerajaan modren.
__ADS_1
10 menit jelita duduk terdiam sembari memainkan ponsel di tangan nya.
'Ceklek'
Pintu ruangan terbuka, menampakkan office girl masuk.
"Permisi bu, ini minuman nya" serah office girl itu ke atas meja.
"Terimakasih" ucap jelita tersenyum tulus.
"Saya pamit dulu bu" izin office girl sopan sembari menunduk hormat.
Dan di balas anggukan oleh jelita.
'Ceklek' pintu ruangan di tutup pelan, pertanda office girl tadi telah keluar ruangan.
Jelita menyeruput sedikit jus kesukaan nya, dan langsung berbaring di atas sofa sembari melanjutkan lagi memainkan ponsel.
Karena ruangan yang nyaman lagi sunyi, membuat wanita cantik itu tidak sadar telah terbawa ke alam mimpi. Dengan ponsel yang masih tergenggam di atas dadah.
2 jam Davied menyelesaikan rapat nya.
Pintu ruangan di buka dony untuk mempersilahkan dua bos besar pemilik perusahaan masuk.
Langkah tegas davied begitu memasuki ruangan langsung terfokus ke arah istri nya yang tertidur pulas di atas sofa dengan rok gaun yang sedikit tersingkap menampakkan paha putih mulus nya.
Dengan langkah tegas davied berjalan kearah jelita diikuti kakek tama di belakang.
Davied gaozhan mengambil alih memangku kepala jelita dan melepas jas nya untuk menutupi paha mulus istri nya.
"Bukan kah istri mu keluar bersama teman-teman nya, kenapa bisa di sini?" tanya kakek tama buka suara.
Davied tak memjawab, ia hanya melihat kakek tama dan menyenderkan punggung nya ke sofa.
"Kau jangan terlalu memanjai nya! Ingat, keluarga dia yang membuat hidup ibu mu hancur davied!" peringat kakek tama lagi.
"Bisakah kau tidak membahas hal itu disini?!" sergah davied tak terimah.
Suara bariton davied terdengar samar di gendang telingah jelita, membuat wanita cantik itu mencoba membuka mata sedikit melihat situasi.
"Aku hanya memperingatkan cucuku!" tegas kakek tama. "Agar cucuku tidak lupa penderitaan ibu nya semasa hidup demi memperjuangkan kamu agar tetap memiliki ayah!" tama memjeddah ucapan nya sebentar. " Apakah kau tak ingat, saat kau bilang kau tidak mau jika sampai tidak memiliki ayah? Disitu ibu mu mati-matian mempertahankan kewarasan nya agar kau tetap memiliki ayah!" jelas kakek tama menggebu.
"Aku sedang tidak ingin membahas itu kek!" peringat davied lagi sembari menatap tajam kakek tama.
Sementara jelita tetap berpura-pura tidur dan terus mendengar dengan khusyuk maksud dari perdebatan kakek tama dan suami nya.
"Kau terus saja membela perempuan murahan itu!" kakek tama menujuk jelita dengan dagu nya.
'Degg' jantung jelita berdetak kencang saat kakek tama membawa-bawa dirinya.
"Ibu wanita sialan ini yang membuat ibu mu bunuh diri davied! Jadi tolong buka mata mu lebar-lebar, dan jangan mudah di perbudak oleh cinta!!" tegas kakek tama menggebu-gebu.
Dengan meneteskan air mata jelita bangkit dan terduduk menatap benci kakek tama.
__ADS_1
"Apa maksud mu tua bangka? Kau berbicara apa tentang ibuku!! Haaa!!" tantang jelita tak terima menatap tajam kakek tama di depan nya.
"Kauu!!" kakek tama hendak bangkit dan menampar pipi jelita namun hanya masih mengudara, tidak sampai mengenai pipi jelita.
"Apa?! apa?! kau mau menamparku!!" balas jelita menggebu.
"Cucu menantu sialan!! Dari ibu mu yang sialan sampai kau juga terlahir ikut sialan!!" maki kakek tama sinis.
"Kau yang sialan! Jangan pernah kau hina ibu ku tua bangka!!"
"JELITAA!!!" Bariton davied membuat dua orang berdebat langsung terdiam.
Jelita melihat wajah davied yang menahan amarah menatap nya.
"Apa? kau juga mau menghina ibu ku? ibu ku yang sudah kau bunuh dengan keji! kalian sungguh benar-benar bukan manusia!!" ucap jelita dan langsung melangkah pergi melewati davied yang menatap nya tajam.
"JELITAAA!!" Teriak davied keras dan bangkit berjalan dengan langkah lebar mengejar jelita.
'Gdduaaakk'
Pintu ruangan yang di banting jelita kuat.
Sampai semua sekretaris davied melihat kearah jelita yang berlari menuju lift.
Di susul oleh davied dengan langkah lebar dan dadah naik turun emosi.
'GREBB'
Davied berhasil menangkap pergelangan tangan jelita dan menggenggam nya kuat sampai jelita meringis kesakitan.
"Lepaskan aku davied!" mohon jelita dengan berusaha melepaskan cekalan kuat di pergelangan nya.
Davied seolah tak mendengar kan, ia terus saja menyeret jelita berbalik arah.
"Siapkan helicopter!" titah davied kepada doni asisten baru nya.
"Siap tuan" jawab asisten doni, bergegas lari ka atas atap gedung.
Sementara davied berjalan dengan terus menyeret jelita yang pasrah menaiki tangga ke atap gedung.
10 menit, asisten doni mendatangi tuan nya yang berdiri tegak di dekat pintu atap.
"Helicopter sudah siap tuan" beritahu asisten doni sopan.
Tak menjawab ucapan asisten doni, davied langsung menyeret jelita memasuki helicopter.
Walaupun wanita cantik itu terus memberontak tetapi tenaga nya tidaklah sebanding dengan tenaga davied yang kuat.
Davied mendudukan jelita dan memasangkan headset di telingah istri nya.
Sampai helicopter memutar baling nya dan mengudara menuju mansion davied.
Bersambung ๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค
__ADS_1
hayy sobat, happy reading๐ BAB ini khusus untuk penggemarku wildan putra๐ terimakasih sobat wildan putra yang sudah setia menunggu update dari author๐๐๐