
Semenjak karier Eleanor hancur, Julia menjadi model papan atas yang paling populer di Indonesia dan digemari oleh banyak orang.
Malam itu, Julia masih berada di agensi dan berjumpa dengan para penggemarnya untuk mengambil hadiah dan memberikan tanda tangan.
Kemudian ada salah satu penggemar wanita yang datang menghampirinya dengan mengenakan pakaian yang kumuh.
"Nona Julia, bolehkah aku meminta tanda tanganmu? Aku adalah penggemar beratmu," ucap penggemar tersebut.
"Maaf, Nona. Tapi pakaianmu sangat kumuh, kau tidak boleh mendekati model kami." Salah satu bodyguard menjauhkan penggemar tersebut dari Julia.
Julia sebenarnya juga merasa sangat jijik dengan penggemar tersebut. Tetapi karena dia ingin mendapatkan pujian dari semua orang termasuk penggemarnya, dia pun berpura-pura baik terhadap penggemar tersebut.
"Biarkan saja dia. Aku akan memberikan tanda tanganku untuknya," ucap Julia.
"Tapi, nona Julia. Pakaiannya kotor, dia tidak seharusnya berada di sini."
"Tuan, aku tadi tersiram air oleh pengendara yang lewat di depanku. Itu sebabnya pakaianku terlihat sangat kotor."
"Tidak apa-apa. Kau ingin meminta tanda tangan, bukan? Kemarilah, aku akan memberikan tanda tangan untukmu."
Penggemar tersebut langsung menghampiri Julia dengan senang.
"Di mana aku harus memberikan tanda tanganku?"
"Di baju ini?"
"Baju itu?"
"Aku sangat mengidolakanmu, Nona. Bisakah kau menandatangani baju ini?"
"T-tentu saja."
"Kenapa aku harus menandatangani bajunya yang sangat kotor ini?" batin Julia.
Setelah Julia memberikan tanda tangannya, penggemar tersebut pun mengucapkan terima kasih.
Kedua bodyguard Julia meminta Julia untuk segera kembali ke agensi karena waktu berjumpa dengan penggemar sudah selesai.
Sesampainya di dalam gedung, Julia berpapasan dengan managernya. Kemudian manager tersebut meminta kedua bodyguard itu untuk meninggalkannya bersama Julia.
Setelah kedua bodyguard itu pergi, Julia langsung memeluk tubuh sang manager. Manager itu pun membalas pelukan Julia dan mencium keningnya.
Ternyata selama ini Julia bisa menggantikan posisi Eleanor dengan mudah karena dia bersedia menjadi simpanan sang manager.
Keduanya telah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih 3 tahun tanpa ada orang lain yang mengetahuinya.
"Sayang, bagaimana tadi saat berjumpa dengan para penggemarmu?"
"Aku lelah sekali. Para penggemar itu membuatku tidak bisa bernapas dengan leluasa."
"Tapi kau harus tetap bersikap baik kepada mereka. Jangan sampai mereka semua menganggap jika Eleanor lebih baik darimu."
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Lagipula Eleanor pasti tidak akan kembali lagi ke tempat ini."
"Apa kau lapar?"
"Aku sangat lapar."
"Bagaimana jika malam ini kita pergi ke restoran untuk makan malam?"
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika istrimu mencarimu?"
"Aku sudah mengatakan kepadanya jika malam ini aku mungkin tidak akan pulang."
"Tidak akan pulang? Lalu kamu ingin pergi kemana?"
"Tentu saja malam ini aku akan menghabiskan waktu bersamamu."
"Benarkah seperti itu?"
"Tentu saja, Sayang. Aku benar-benar mencintaimu dan aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu."
"Aku juga sangat mencintaimu. Bagaimana jika kita pergi ke restoran sekarang? Aku sudah sangat lapar, para penggemar itu tidak memberiku waktu untuk beristirahat."
"Baiklah. Kita akan pergi sekarang."
Saat mereka berdua hendak masuk ke mobil, asisten Julia datang menghampiri mereka.
"Nona, Nona ingin pergi kemana?" tanya sang asisten.
"Malam ini aku dan manager akan makan malam bersama," balas Julia dengan santai.
"Makan malam bersama? Tapi tidak biasanya Nona pergi bersama manager di saat malam seperti ini."
"Apakah menjadi masalah untukmu jika aku pergi bersama managerku?"
"T-tidak, Nona."
"Kalau begitu tidak usah banyak bicara! Kau adalah tangan kananku, jadi lakukan saja apa yang aku perintahkan!"
"Baik, Nona."
Sesampainya di restoran, mereka langsung memilih tempat duduk dan memesan makanan.
"Bagaimana makanannya? Kau suka?"
"Aku sangat suka. Makanan di restoran ini ternyata sangat enak."
"Itulah kenapa aku mengajakmu makan malam di restoran ini."
"Tapi, bukankah ini restoran yang sering kau kunjungi dengan istrimu?"
"Y-ya, ini memang restoran yang sering aku kunjungi bersama istriku."
"Itu artinya kau mengajakku pergi ke tempat yang sudah pernah didatangi oleh istrimu."
"Sayang, kenapa kau marah? Aku memang pernah mengajak istriku ke restoran ini sebelumnya, tapi saat itu aku tidak terlalu menikmati makan malamnya."
"Sayang, kau harus percaya denganku. Kau itu satu-satunya wanita yang sangat aku cintai."
"Benarkah?"
"Tentu saja. Aku tidak mungkin berbohong kepadamu."
"Tapi bagaimana jika istrimu mengetahui bahwa selama ini kita menjalin hubungan secara diam-diam?"
"Itu tidak akan terjadi. Karena kau tahu sendiri jika tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang hubungan ini. Dan kalaupun istriku melihat kita sedang bersama, aku bisa mengatakan kepadanya jika kita hanya memiliki hubungan layaknya manager dan modelnya."
"Kau sangat pintar."
__ADS_1
"Sudahlah, lebih baik kita makan sekarang."
Setelah mereka berdua selesai makan, sang manager lalu memanggil pelayan dan membayar semua makanan yang telah mereka pesan.
Kemudian mereka berdua pergi menuju mobil. Sang manager membukakan pintu mobil untuk Julia dan mempersilakan Julia untuk masuk.
"Permisi, Tuan."
"Ada apa?"
"Apa Tuan kehilangan dompet saat sedang makan di restoran ini?"
Sang manager langsung mencari-cari keberadaan dompetnya, dan benar saja dompetnya tidak ada bersamanya.
"Sayang, aku harus kembali ke restoran karena dompetku tertinggal di dalam."
"Kenapa bisa tertinggal?"
"Aku akan mengambilnya. Kau tetaplah di dalam mobil."
"Baiklah."
Sang manager kembali masuk ke restoran tersebut dan meminta dompetnya kepada pelayan yang telah menemukan dompetnya.
"Apa benar dompet ini milik Tuan?"
"Benar, itu adalah dompet saya. Di dalamnya terdapat KTP saya, anda bisa melihatnya sendiri."
"Baik, Tuan. Ini dompet anda."
"Terima kasih. Kalau begitu saya permisi."
Saat sang manager hendak menuju mobilnya tiba-tiba salah satu karyawan di agensinya juga datang ke restoran tersebut dan menyapanya.
"Manager sedang apa di sini?"
"A-aku ... tentu saja untuk makan malam."
"Makan malam? Manager pergi ke restoran ini seorang diri?"
"Benar."
"Saya tadi melihat mobil yang mirip dengan mobil Manager sedang terparkir di depan, tapi saya seperti melihat ada seorang wanita di dalamnya. Kemudian saya berpikir jika itu adalah istri manager, tapi ternyata manager pergi ke restoran ini seorang diri."
"Mungkin mobil yang kau lihat adalah mobil yang mirip dengan mobilku. Karena bukan hanya aku yang memiliki mobil seperti itu."
"Anda benar. Sepertinya tadi saya hanya salah lihat."
"Baiklah. Kalau begitu aku harus segera pulang karena ini sudah malam dan istriku pasti sedang menunggu di rumah."
"Tapi kenapa anda tidak mengajak istri anda pergi ke restoran ini?"
"Sebenarnya istriku sedang tidak enak badan dan dia memintaku untuk makan di luar. Aku juga sudah membelikannya makanan."
"Baik kalau begitu. Maaf jika saya sudah mengganggu anda."
"Tidak masalah."
Sang manager kemudian segera masuk ke mobil dan pergi meninggalkan restoran tersebut.
__ADS_1