Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 66


__ADS_3

Eleanor hendak masuk ke mobilnya, tapi tiba-tiba Bian menarik tangannya.


"El, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu."


"Bian, tolong jangan menggangguku. Aku sedang tidak ingin berbicara apapun denganmu."


"Tapi setidaknya tatap wajahku saat kau sedang berbicara denganku."


"Bian, aku mohon. Lepaskan tanganku dan biarkan aku pergi dari sini."


Zergan sampai di tempat tersebut dan melihat Bian memegang tangan Eleanor. Zergan pun kesal dan langsung memukul Bian.


Eleanor terkejut dan langsung menghentikan suaminya agar tidak lagi memukuli Bian.


"Zergan, berhenti! Apa yang kau lakukan? Aku tidak melakukan apapun dengan Bian. Kami hanya tidak sengaja bertemu di sini."


"Kenapa kau berbohong, El? Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Zergan jika kita memang sengaja bertemu di sini."


"Bian, apa maksudmu?"


"Berani sekali kau mendekati istriku?"


Zergan memukul kembali Bian, tetapi Bian tidak melawannya sama sekali. Eleanor kembali melerai mereka.


Eleanor sangat bingung kenapa Bian berbohong kepada Zergan dengan mengatakan jika dirinya dan Bian sengaja bertemu di tempat tersebut.


"Bian, kau dan aku tidak sengaja bertemu di tempat ini. Kenapa kau berbohong dan mengatakan jika kita sengaja bertemu?" tanya Eleanor.


"Kenapa kau ingin membohongi suamimu, El? Apa kau takut jika dia mengetahui apa yang sedang kita lakukan di sini?" Bian bertanya balik.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Zergan menarik jas Bian.


"Zergan ...." ucap Eleanor.


"Diam! Aku sedang tidak berbicara denganmu! Berani sekali kau sengaja bertemu dengannya di belakangku?"


"Tapi aku dan Bian tidak sengaja bertemu di sini. Kenapa kau tidak percaya denganku?"


"Kau juga tidak percaya jika aku dan Grace tidak melakukan apapun di kantor. Dia hanya membersihkan kemejanya di dalam toilet."


"Grace? Siapa yang Zergan maksud? Apakah Zergan dan Eleanor sedang ada masalah? Tapi aku bisa memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan kembali hati Eleanor," batin Bian.


"Benarkah? Kau tidak melakukan apapun dengannya?"


"Aku sungguh tidak melakukan apapun dengannya."


"Baiklah. Kalau begitu kembalilah ke kantormu dan selesaikan pekerjaanmu, bukankah saat ini kau sangat sibuk? Maaf jika tadi aku telah mengganggumu, aku akan pulang sekarang."


Eleanor masuk ke mobilnya dan Zergan mencegahnya.


"Aku tidak ingin kau menjadi salah paham karena masalah ini," ucap Zergan dengan pelan.


Eleanor hanya diam dan masuk ke mobilnya meninggalkan Zergan juga Bian di sana. Bian kemudian tersenyum, lalu Zergan menghampirinya.


"Apa yang telah kau lakukan kepadanya?" tanya Zergan.


"Memangnya apa yang telah aku lakukan? Aku sangat mencintai Eleanor, jadi aku tidak mungkin melakukan hal yang akan membuatnya sakit hati. Aku bukanlah pria sepertimu, Zergan," balas Bian sambil tersenyum.

__ADS_1


Bian pun kembali masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Zergan di sana.


Eleanor menangis di dalam mobil sambil menyetir. Dia terlihat sangat kesal karena melihat Zergan berduaan dengan wanita lain di kantor.


Dia berpikir jika Grace menyukai Zergan dan berusaha untuk merebut Zergan darinya.


Eleanor sampai di rumah dan disambut oleh Zico juga Daffa. Daffa langsung memeluk Eleanor setelah Eleanor keluar dari dalam mobil.


"Bunda, Bunda dari mana saja?"


"Zico, kau dan Daffa sudah pulang?"


"Iya, Bunda. Tadi di sekolah aku dan Daffa mendapatkan nilai 100. Kami hebat, kan?"


"Kalian sangat hebat."


"Bunda belum menjawab pertanyaan dariku? Bunda dari mana?"


"Bunda dari kantor ayahmu."


"Tapi Bunda pulang sendirian. Kenapa Ayah tidak ikut pulang?"


"Zico, ayahmu sedang bekerja di kantor, jadi dia tidak bisa iku pulang Bunda. Lagipula Bunda datang ke kantor juga untuk mengantarkan makan siang ayahmu dan juga kakekmu."


"Baiklah kalau begitu. Bunda, ayo kita masuk dan makan siang bersama."


"Kau dan Daffa belum makan siang?"


"Belum."


"Tapi kenapa?"


"Aku dan Daffa menunggu Ayah dan Bunda pulang. Kami ingin makan siang bersama Ayah dan Bunda. Tapi ternyata Ayah tidak pulang."


"Zico, jangan bersedih seperti itu. Sekarang kita masuk dan Bunda akan menyuapimu juga Daffa."


"Baiklah kalau begitu."


Setelah Zico dan Daffa masuk, Lea langsung menghampiri Eleanor.


"Nona, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Nona terlihat sedih seperti itu?"


"Tidak ada apa-apa, Lea. Apa kau ingin makan siang bersama kami?"


"Tidak perlu, Nona."


"Baiklah kalau begitu."


Zico dan Daffa terlihat bersemangat untuk makan siang. Eleanor pun mengambilkan makanan untuk mereka dan menyuapi mereka.


"Bunda, malam ini aku dan Daffa ingin pergi ke rumah hantu. Bunda mau kan ikut kami pergi bersama Ayah?"


"Zico, Bunda tidak mau jika pergi ke rumah hantu."


"Tapi kenapa, Bibi? Bibi takut ya dengan hantu?"


"Kau benar, Daffa. Bundaku sangat takut dengan hantu."

__ADS_1


"Tapi, Zico. Paman Zergan kan juga ada di sana, Paman pasti akan menjaga Bibi dan Bibi tidak perlu merasa takut dengan hantu."


"Zico, jika nanti malam kalian ingin pergi ke rumah hantu, kau pergi saja dengan Ayah dan Daffa ya. Bunda akan tetap di rumah."


"Tapi, Bunda. Aku dan Daffa ingin Bunda ikut bersama kami."


"Benar, Bibi. Bibi ikut kami nanti malam ya."


"Zico, Daffa, sekarang habiskan dulu makanannya. Setelah itu kalian bisa bicara lagi, mengerti?"


"Mengerti."


Setelah kedua anak itu menghabiskan makanannya, Eleanor kemudian memberikan air putih kepada mereka.


"Zico, Daffa, kalian bermain dulu di sini ya."


"Bibi mau kemana?"


"Bibi ingin pergi ke kamar. Kalian bermain di sini dulu bersama bibi Lea."


"Baiklah kalau begitu. Bunda cepat kembali ya."


"Iya."


"Bibi Lea, ayo kita bermain bersama di sini."


"Ayo. Sekarang kita keluarkan semua mainannya dari dalam kardus."


Eleanor berhenti setelah dirinya sampai di lantai atas. Dia memandangi putranya yang sedang tersenyum bahagia seperti itu.


*******


Grace menuruni anak tangga dan pergi menyusul Direktur Farhan.


"Direktur Farhan, apa tuan Zergan belum juga kembali?"


"Belum. Sebenarnya apa yang terjadi antara nona Eleanor dan tuan Zergan? Mereka terlihat seperti sedang ada masalah."


"Sebenarnya nona Eleanor hanya salah paham kepadaku juga tuan Zergan."


"Apa maksudmu?"


"Kemejaku tadi terkena tumpahan kopi saat aku mengantarkan berkas kepada tuan Zergan. Lalu tuan Zergan memintaku untuk membersihkan kemeja di toilet ruangannya."


"Tapi sebelumnya tidak ada satupun karyawan yang masuk ke toilet di ruangan tuan Zergan. Kalaupun ada dia adalah office boy untuk membersihkan ruangannya."


"Aku juga tidak tahu kenapa tuan Zergan memintaku untuk membersihkan kemejaku di dalam toiletnya."


Tidak lama kemudian, Zergan pun datang dengan wajah yang terlihat sangat kesal. Kemudian Direktur Farhan dan Grace pergi menghampirinya.


"Tuan Zergan, dimana nona Eleanor?"


"Dia sudah pulang. Grace, ikut ke ruanganku sekarang."


"Baik, Tuan."


Direktur Farhan pun bingung dengan sikap Zergan saat itu. Dia merasa jika hubungan Zergan dan Eleanor mengalami masalah karena keberadaan Grace.

__ADS_1


__ADS_2