Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 65


__ADS_3

Eleanor, tuan Alvaro dan juga Julia kini sedang duduk di ruang tamu rumah Eleanor. Seorang pelayan membawakan minuman segar untuk mereka bertiga.


"Nona Eleanor, kurang lebihnya seperti itu. Bagaimana menurutmu?"


"Tuan Alvaro, aku setuju dengan konsep yang telah kau buat. Tapi aku tidak tahu bagaimana dengan pendapat nona Julia."


"Nona Julia, bagaimana pendapatmu? Apa Nona setuju dengan konsep ini atau Nona memiliki pemikiran yang lain?"


"Tuan Alvaro, aku juga sangat setuju dengan konsep yang telah kau buat."


"Baiklah kalau begitu."


Mereka bertiga meminum minuman yang telah tersedia di atas meja. Kemudian Julia menatap ke arah lantai atas.


"Nona Eleanor, aku dari tadi tidak melihat tuan Zergan ataupun Zico. Apa kau hanya sendirian di rumah ini?"


"Suamiku dan juga mertuaku sedang pergi ke kantor, sedangkan anakku dan Lea pergi ke sekolah. Ada apa, nona Julia?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin bertanya."


"Nona Eleanor, karena berkas-berkas penting ini sudah kau tandatangani bersama nona Julia, kalau begitu aku permisi."


"Baiklah, tuan Alvaro."


"Nona Julia, aku permisi."


"Iya."


Setelah tuan Alvaro keluar dari rumah Eleanor, Julia kemudian menatap Eleanor dengan wajah datar.


"Nona Eleanor, kalau begitu aku juga permisi."


"Kau tidak ingin mengobrol denganku? Kenapa kau ingin cepat-cepat pulang?"


"Tidak, Nona. Sebenarnya aku memiliki urusan yang lain, jadi aku harus pergi."


"Baiklah kalau begitu. Berhati-hatilah di jalan, Nona."


Julia tersenyum kepada Eleanor, setelah itu dia kembali memasang wajah datar setelah dia membelakangi Eleanor.


Setelah masuk ke dalam mobil, Julia memukul setirnya karena kesal dengan Eleanor. Entah hal apa yang membuatnya kesal seperti itu, padahal Eleanor tidak berbuat apa-apa.


"Berani sekali tuan Alvaro menjadikan aku tokoh pendamping, sedangkan nona Eleanor akan menjadi tokoh utama. Dia tidak tahu jika film ini adalah film yang sangat aku tunggu. Aku seharusnya bisa menjadi pemeran utama," gumamnya.


Eleanor meraih ponselnya dan menghubungi nomor Zergan, tapi dari tadi Zergan tidak menjawabnya.


"Apa mungkin dia sedang sibuk? Itu sebabnya dia tidak mengangkat panggilan dariku?" ucapnya.


"Aku hanya ingin bertanya apakah dia sudah makan atau belum. Tapi sepertinya dia belum makan, karena mungkin dia sedang sibuk. Bahkan telepon dariku saja tidak diangkat," sambungnya.


"Pelayan!"


"Iya, Nona. Apa Nona membutuhkan sesuatu?"


"Tolong siapkan makan siang yang telah aku masak untuk Zergan dan juga Ayah. Aku akan membawanya ke kantor."

__ADS_1


"Apa Nona juga akan makan siang di kantor bersama tuan Zergan?"


"Iya. Aku akan makan siang di sana bersama suamiku."


"Baiklah kalau begitu, Nona."


Eleanor pergi mengambil tasnya, kemudian dia membawa makanan itu ke kantor dengan menaiki mobilnya.


Saat Eleanor dan bodyguardnya sedang dalam perjalanan, tiba-tiba ban mobil yang dinaiki oleh bodyguard itu bocor. Mereka pun langsung turun dan melihat bannya.


"Ban kita bocor, tapi nona Eleanor sudah berjalan cukup jauh."


"Kita harus meminta orang untuk mengantarkan mobil kemari."


"Baiklah, aku akan menghubungi orang rumah."


*******


Zergan sedang berbicara dengan seorang pengacara melalui telepon. Mereka membicarakan tentang hukuman yang harus diberikan untuk Anna.


Tidak lama setelah itu, Grace datang dengan membawa beberapa berkas pekerjaan. Zergan pun menoleh ke arah Grace karena Grace tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Pengacara, aku tutup teleponnya dulu.


"Baik, Tuan."


Zergan langsung berjalan dan duduk di kursi kerjanya, kemudian Grace berjalan menuju meja Zergan.


"Tuan, maaf jika saya tidak mengetuk pintu tadi. Saya pikir--"


"Iya, Tuan."


Grace memberikan berkas tersebut kepada Zergan dan Zergan langsung menandatanganinya. Salah seorang office boy pun masuk ke ruangan Zergan untuk mengantarkan kopi, tapi dengan tidak sengaja Grace menyenggol kopi itu dan membasahi kemejanya.


Zergan pun langsung berdiri mengambil tisu dan memberikannya kepada Grace. Grace mengambil tisu itu dan segera membersihkan kemejanya.


"Nona, maafkan saya. Saya tidak sengaja menjatuhkan kopi ini ke pakaian Nona."


"Tidak, ini semua salahku. Aku tidak sengaja menyenggol mu, jadi tolong maafkan aku."


"Tuan Zergan, maafkan saya. Saya akan membuatkan kopi yang baru untuk Tuan."


"Baiklah."


Zergan menatap Grace yang terlihat panik karena kemejanya terkena tumpahan kopi dan tidak juga hilang.


"Grace, kau bisa membersihkan kemejamu di toilet ruanganku. Aku akan menandatangani berkas-berkas ini."


"Baik, Tuan. Terima kasih."


Zergan kembali menandatangani berkas-berkas tersebut. Lalu tiba-tiba Eleanor membuka pintu dan masuk sambil membawa rantang makanan.


Zergan tersenyum kepada Eleanor dan Eleanor segera berjalan menghampiri Zergan.


"Kau ke sini?"

__ADS_1


"Kenapa kau tidak mengangkat panggilan dariku?"


"Sayang, maafkan aku. Dari tadi aku sangat sibuk, jadi aku tidak bisa mengangkat panggilan darimu."


"Zergan, aku membawakan makanan untukmu. Aku juga tadi telah memberikan makanan kepada Ayah. Sekarang kau harus istirahat dari pekerjaanmu dan makan siang bersamaku."


"Baiklah."


Saat Eleanor menggandeng tangan Zergan dan mereka hendak duduk di sofa, tiba-tiba Grace keluar dari toilet Zergan sambil mengancingkan kemejanya.


Eleanor pun terkejut melihat Grace berada di sana sambil mengancingkan kemejanya.


"Tuan Zergan, saya--" ucapan Grace terputus saat melihat Eleanor berada di sana.


Eleanor pun melepaskan tangan Zergan begitu saja. Zergan takut jika Eleanor memikirkan hal yang tidak-tidak tentangnya dan juga Grace.


"Nona Eleanor, ini tidak seperti apa yang Nona pikirkan," ucap Grace dengan panik.


Eleanor masih diam dengan wajah yang kecewa menatap Grace.


"Eleanor, jangan memikirkan hal yang macam-macam tentang kami. Kemejanya tadi terkena tumpahan kopi, jadi aku memintanya untuk membersihkan kemejanya di toilet ruanganku." Zergan menjelaskan.


"Sejak kapan kau membiarkan karyawan mu untuk menggunakan toilet di ruanganmu?"


"Eleanor, tolong dengarkan aku dulu. Aku dan dia tidak melakukan apapun."


"Nona Eleanor, apa yang telah dikatakan oleh tuan Zergan itu benar. Kami tidak melakukan apapun."


Eleanor tidak menghiraukan penjelasan mereka berdua, kemudian dia pergi begitu saja. Zergan pun mengejarnya dan meninggalkan Grace di ruangan itu.


"Entah kenapa aku merasa senang saat melihat tuan Zergan dan nona Eleanor menjadi salah paham seperti ini," gumam Grace.


Zergan mengejar Eleanor dan menarik tangannya, tetapi Eleanor membuang tangan Zergan dan langsung pergi masuk ke mobilnya.


"Eleanor!" teriak Zergan.


"Tuan, apa yang terjadi?" tanya Direktur Farhan.


Zergan tidak menjawab pertanyaan dari Direktur Farhan. Dia masuk ke mobilnya dan mengejar mobil Eleanor.


Eleanor kembali membayangkan kejadian tadi, kemudian tiba-tiba dia menginjak remnya dan membuat dirinya sendiri terkejut.


Eleanor hampir menabrak sebuah mobil di depannya yang tidak lain adalah mobil Bian. Bian segera turun dan menghampiri mobil Eleanor.


Dia mengetuk kaca mobil Eleanor, lalu Eleanor membukanya dan keluar dari mobil.


"El, kau tidak apa-apa?" Bian menyentuh wajah Eleanor.


Eleanor menyingkirkan tangan Bian dari wajahnya. "Aku tidak apa-apa."


"Kenapa kau menyetir seperti itu? Bagaimana jika tadi kita saling bertabrakan?"


"Bian, maafkan aku. Aku tidak melihatmu tadi."


"Apa yang sedang kau pikirkan?"

__ADS_1


"Tidak ada, Bian. Aku harus segera pulang, maafkan aku karena tidak berhati-hati."


__ADS_2