Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 56


__ADS_3

Eleanor dan Zergan sebenarnya sudah tahu jika Anna sedang berbohong kepada mereka.


Eleanor tadi telah meyakinkan Zergan untuk meletakkan alat penyadap suara di mobil Dokter Rangga. Dan benar saja, Eleanor juga Zergan mendengar pembicaraan Dokter Rangga dengan Anna tentang kerjasama mereka.


Zergan pun memutuskan untuk membongkar semuanya, tapi sebelum itu dia ingin mengikuti permainan dari Anna.


Eleanor pun menyetujuinya dan meminta Zergan untuk tidak memberitahukan hal ini kepada ayah Yudha.


"Bunda!"


"Zico ...."


"Bunda, bibi Anna tadi merobek bukuku. Dia tidak suka jika aku mengatakan dia tidak tahu apa-apa tentang pelajaran di sekolahku."


"Zico, lain kali jangan berbicara seperti itu ya. Bibi Anna akan merasa sakit hati nanti."


"Tapi bibi Anna itu tidak suka kepada Bunda, kenapa Bunda masih saja membelanya?"


"Zico, walaupun orang lain membenci kita dan berusaha untuk menjatuhkan kita, kita tidak boleh membalas mereka dengan cara yang sama. Kita harus bermain halus, kau mengerti?"


"Zico, sekarang pergilah bermain di taman. Tapi kau hanya boleh bermain di sana dan jangan pergi kemana-mana."


"Baik, Ayah."


Eleanor kemudian memeluk tubuh Zergan dengan erat.


"Zergan, aku tidak bisa terlalu lama seperti ini. Aku tidak bisa melihatmu dekat-dekat dengan Anna, aku tidak bisa."


"Aku sudah menduganya jika kau tidak bisa melihat wanita lain bersamaku."


"Zergan, sampai kapan kita akan melakukan hal ini?"


"Kau harus bersabar. Kita harus terus membuatnya merasa cemburu dengan kedekatan kita. Karena dengan begitu, Anna pasti akan merasa muak dan dia akan berhenti untuk mengejarku."


"Tapi bagaimana jika cara itu tidak berhasil dan malah membuatmu kembali jatuh cinta dengannya?"


"Hey, kenapa kau berpikir seperti itu? Tidak akan ada wanita lain yang bisa membuatku jatuh cinta selain dirimu. Apalagi sekarang aku sudah memiliki seorang putra darimu."


Tiba-tiba ponsel Eleanor berbunyi dan ternyata itu adalah panggilan dari managernya di perusahaan Zergan.


"Halo, tuan Alvaro."


"Nona Eleanor, saya tahu jika tadi pagi ada sedikit masalah di kantor tuan Zergan. Tapi hari ini ada kontrak yang harus segera Nona tandatangani, bisakah Nona datang ke kantor sekarang?"


"Baiklah, tuan Alvaro. Saya akan secepatnya datang ke sana."


"Baiklah kalau begitu, Nona."


"Kenapa tuan Alvaro meneleponmu? Apa yang dia katakan?"


"Zergan, hari ini aku harus menandatangani kontrak baru. Aku harus pergi ke kantor sekarang."


"Aku akan mengantarkanmu kalau begitu."


"Baiklah."

__ADS_1


Zergan pergi menghampiri Zico dan mengajaknya untuk ikut pergi ke kantor. Zico pun tersenyum senang dan segera berlari masuk ke mobil.


"Ayah, Bunda, memangnya apa yang akan kita lakukan di kantor?"


"Zico, Bunda harus menandatangani sebuah kontrak di kantor."


"Bunda, kontrak itu apa?"


"Zico, jika kau sudah besar nanti, Ayah pasti akan memberitahumu apa itu kontrak. Karena jika Ayah memberitahukan hal itu sekarang, kau pasti tidak akan mengerti."


"Baiklah kalau begitu. Aku ingin cepat-cepat dewasa agar aku bisa memimpin perusahaan seperti Ayah."


"Tentu saja, Sayang. Saat kau sudah besar nanti, kau pasti akan menjadi seperti ayahmu."


Eleanor pun masuk ke kantor dan segera menandatangani kontrak tersebut. Setelah itu dia kembali pergi bersama Zergan dan Zico.


Zico mengajak ayah dan bundanya pergi ke sebuah taman bermain, karena dia sangat ingin bermain di sana.


Sesampainya di sana, Zico bertemu dengan teman dekatnya yang bernama Daffa. Zico dan Daffa pun sangat senang karena setelah beberapa hari akhirnya mereka kembali bertemu.


"Daffa, kau di sini dengan ibumu ya?"


"Iya, tapi sekarang ibuku sedang pergi membeli minuman untukku."


"Daffa, sebenarnya aku memiliki masalah di rumah."


"Masalah apa? Ayo ceritakan kepadaku, aku pasti akan membantumu."


"Di rumahku ada seorang penyihir."


"Iya, namanya adalah bibi Anna. Dia datang ke rumahku tadi pagi, dan apa kau tahu?"


"Apa?"


"Penyihir itu ingin merebut ayahku dariku dan juga Bunda. Daffa, kau mau membantuku, kan?"


"Tapi apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu, Zico?"


"Pertama-tama kau harus menginap di rumahku besok. Setelah kita mengerjakan ulangan dan pulang sekolah, kita akan langsung pulang ke rumahku."


"Lalu apa yang akan kita lakukan?"


"Kita akan menyusun rencananya di sekolah besok. Setelah kita ulangan dan istirahat, kita harus membicarakan tentang cara untuk membuat penyihir itu keluar dari rumahku."


"Baiklah, aku setuju denganmu."


"Anak-anak, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Eleanor yang tiba-tiba datang diikuti oleh Zergan.


"Daffa, di mana ibumu?" tanya Zergan.


"Itu ibuku." Daffa menunjuk ke arah belakang Eleanor dan Zergan.


"Tuan Zergan, nyonya Eleanor, kalian juga di sini?"


"Nyonya Alma, kami baru saja datang ke sini dan kami melihat Daffa juga berada di sini."

__ADS_1


"Aku tadi sedang membelikan minuman untuk Daffa, karena tadi di bilang dia sangat haus."


Ibunya Daffa memberikan minuman kepadanya dan juga kepada Zico.


"Nyonya Alma, kenapa repot-repot membelikan minuman juga untuk Zico?"


"Tidak masalah, Nyonya. Aku tadi melihat Zico sedang bersama Daffa, jadi sekalian saja aku membeli dua minuman untuk mereka."


"Bibi, terima kasih telah memberikanku minuman ini."


"Sama-sama, Zico."


"Ibu, apa besok aku boleh menginap di rumah Zico lagi?"


"Daffa, kenapa kau ingin menginap di rumah orang? Kau memiliki rumah sendiri, bukan?"


"Ibu, tolong izinkan aku. Ini tidak akan lama, hanya beberapa hari saja."


"Benar, Bibi. Lagipula aku dan Daffa kan sudah beberapa hari tidak bertemu."


"Itu benar, Ibu."


"Nyonya Alma, jika kau memang mengizinkan Daffa untuk menginap di rumah kami, kami akan menyambutnya dengan senang hati. Daffa sudah kami anggap seperti keponakan kami sendiri."


"Itu benar. Daffa dan Zico sama-sama nakal, tapi aku tetap menyayangi mereka berdua."


"Ayah, Ayah juga pasti waktu kecil sangat nakal. Itu sebabnya aku juga nakal seperti Ayah."


"Kau ini bisa saja."


"Ibu, bagaimana? Ibu mengizinkan aku menginap di rumah Paman dan Bibi atau tidak?"


"Baiklah, Ibu mengizinkanmu menginap di rumah nyonya Eleanor dan tuan Zergan. Tapi kau harus ingat, setelah tiga hari menginap di sana, Ibu akan menjemputmu pulang."


"Baiklah."


"Bibi, terima kasih telah mengizinkan Daffa untuk menginap di rumahku."


"Sama-sama, Zico."


"Daffa, ayo kita lanjutkan bermain."


"Ayo."


"Nyonya Eleanor, jujur saya senang sekali melihat kedekatan diantara mereka. Tapi jika aku boleh tahu, apakah benar nona Anna sekarang tinggal kembali bersama kalian?"


"Itu benar, Nyonya."


"Astaga, kalian seharusnya tidak menuruti perkataannya. Dia itu pintar sekali berbohong, aku tidak percaya jika dia benar-benar hilang ingatan."


"Nyonya Alma, sebenarnya kami juga tidak percaya jika dia hilang ingatan seperti yang telah dikatakan oleh dokter. Kami berdua sedang berusaha untuk mengeluarkannya dari rumah kami."


"Baiklah kalau begitu. Semoga rumah tangga kalian selalu baik-baik saja."


"Terima kasih, Nyonya."

__ADS_1


__ADS_2