Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 55


__ADS_3

Dokter itupun segera masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Zergan. Setelah dia melewati setengah jalan, tiba-tiba dia berhenti karena ponselnya berdering.


"Dokter Rangga, terima kasih karena kau telah membantuku hari ini. Jika aku benar-benar berhasil membuat Zergan jatuh cinta kembali kepadaku, aku pasti akan memberikan tambahan untukmu."


"Sama-sama, Nona. Jika Nona membutuhkan saya lagi untuk berpura-pura menjadi dokter Nona, saya dengan senang hati akan melakukannya."


"Baiklah."


Dokter tersebut tersenyum dan menutup panggilannya.


Dokter Rangga ternyata hanyalah dokter suruhan Anna. Dia mau berbohong di depan semua orang untuk membantu Anna karena dia diiming-imingi uang 1 miliar jika dia mau membantu Anna.


"Pekerjaan ini sangat menyenangkan. Aku hanya perlu berbohong di depan semua orang, setelah itu aku akan mendapatkan banyak uang," ucap Dokter Rangga.


Dokter Rangga tertawa kecil, kemudian dia kembali melanjutkan perjalanannya.


*******


Anna menghampiri Zico yang sedang berjalan di kamarnya. Dia sengaja ke kamar Zico karena ingin membuat Zico menjadi dekat dengannya agar Zergan berpikir jika Anna benar-benar menyayangi Zico.


"Zico, kau sedang belajar ya?"


"Bibi sedang apa di sini? Aku sedang tidak ingin diganggu. Besok aku ada ulangan di sekolah, jadi aku harus belajar sekarang."


"Zico, Bibi ke sini karena Bibi ingin membantumu untuk belajar. Kau pasti kesusahan jika belajar sendirian."


"Memangnya Bibi tahu apa? Bibi kan bukan Bunda. Bunda tahu tentang semua pelajaran yang ada di sekolahku. Bibi kan tidak punya anak, bagaimana Bibi bisa membantuku untuk belajar?"


Sikap Zico sangat tegas seperti Zergan. Dia dapat merasakan jika Anna akan menjadi duri dalam kehidupan ayah dan bundanya. Itu sebabnya Zico sangat tidak suka jika Anna berada di dekatnya.


"Anak kecil ini benar-benar menjengkelkan. Sikapnya sama seperti Zergan. Tapi aku tidak boleh menyerah untuk mendapatkan hatinya, karena dia adalah kunci utamaku untuk mendapatkan kembali hati Zergan." Anna membatin.


"Sepertinya Bibi Anna sedang merencanakan sesuatu. Dia pasti sengaja datang ke rumah ini karena dia ingin merebut Ayah dariku dan juga Bunda. Aku juga harus merencanakan sesuatu, aku tidak mau jika Ayah lebih memilih bibi Anna." Zico membatin.


Saat Anna ingin duduk di samping Zico, Zico langsung mendorong Anna sampai terjatuh. Kemudian Zico menertawakan Anna, sedangkan Anna merasa sangat malu karena telah dipermainkan oleh anak kecil.

__ADS_1


"Zico! Kenapa kau mendorong Bibi?"


"Itu karena Bibi sangat nakal. Aku tahu apa yang sedang Bibi rencanakan. Bibi pasti sedang berusaha untuk merebut Ayah dariku dan juga Bunda, kan?"


"Dengar ya, Bibi. Aku adalah anaknya Ayah, jadi Bibi pasti sudah tahu jika sifatku sama persis dengan Ayah. Aku tidak akan membiarkan Bibi mengganggu kehidupan Ayah dan juga Bunda."


Anna berdiri. "Oh ya? Jadi kau ingin menyingkirkan aku dari kehidupan ayahmu? Baiklah, kalau begitu coba saja jika kau bisa. Aku pastikan kau dan ibumu akan diusir Zergan dari rumah ini secepatnya."


Anna yang merasa sangat kesal pun merebut buku milik Zico dan merobeknya. Zico pun menangis sambil membawa robekan bukunya dan berlari menghampiri ayahnya.


"Apa yang sudah aku lakukan? Jika anak itu memberitahukan hal ini kepada Zergan, Zergan pasti akan sangat marah denganku," ucap Anna.


"Zico, tunggu! Kau tidak boleh memberitahukan hal ini kepada ayahmu!" teriak Anna.


Zico berlari dengan cepat menuruni anak tangga, kemudian dia tidak sengaja menabrak ayahnya.


"Zico, ada apa? Kenapa kau berlari seperti itu?" tanya Zergan.


Anna pun berdiri di anak tangga dan segera turun untuk menghentikan Zico mengatakan hal yang sebenarnya kepada Zergan.


"Zico, kau di sini ya. Kita kembali ke kamar saja ya, Bibi lelah mengejarmu."


"Sebenarnya aku dan Zico sedang bermain kejar-kejaran di kamar, tapi Zico malah berlari ke sini."


"Zico, jangan bermain kejar-kejaran lagi ya. Jika kau terjatuh, kau akan terluka nanti."


"Ayah, bibi Anna telah berbohong. Kami tidak sedang bermain kejar-kejaran."


"Zico, apa maksudmu? Kita tadi sedang bermain kejar-kejaran, dan kau malah lari ke sini."


"Tidak, Bibi telah berbohong."


"Ayah, apa Ayah tahu? Bibi Anna telah merobek bukuku dengan sengaja. Dia tidak suka melihatku belajar dengan tenang, Ayah."


"Zergan, dia berbohong. A-aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku menyayanginya seperti anakku sendiri."

__ADS_1


"Tidak, Ayah. Bibi Anna yang telah berbohong, aku tidak berbohong kepada Ayah. Ayah percaya kan kepadaku?"


"Aku sangat percaya dengan anakku. Dia tidak mungkin berbohong."


Zico tersenyum dan menjulurkan lidahnya ke arah Anna. Anna pun sangat kesal karena anak kecil itu berhasil membuatnya berada di dalam masalah.


"Anna, aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya. Jika kau memang tidak menyukai Zico, kau bisa pergi dari rumah ini! Aku tidak ingin kau mengganggunya seperti itu. Memangnya apa yang telah dia lakukan kepadamu, sampai-sampai kau menyobek bukunya seperti itu?"


"Zergan, dia ... dia yang terlebih dahulu menggangguku. Kau tahu? Aku sangat menyukai anak kecil, tetapi dia sama sekali tidak menyukaiku."


"Tidak, Ayah. Bibi Anna berbohong."


"Aku sangat percaya kepada anakku. Jika aku melihat kejadian seperti ini lagi, aku tidak akan segan-segan untuk mengusirmu dari rumahku!"


"Bibi dengar itu? Ayah sangat percaya kepadaku dan aku tidak mungkin berbohong kepada Ayah. Jadi Bibi jangan coba-coba untuk merebut Ayah dariku, atau aku akan memberikan pelajaran kepada Bibi."


Zergan kemudian menggendong Zico dan membawanya keluar. Zico menghadap ke arah Anna dan kembali menjulurkan lidahnya.


Dia sangat puas karena bisa membuat ayahnya marah dan tidak percaya kepada Anna.


"Anak itu benar-benar licik, dia sangat pintar dan keras kepala. Aku harus berhati-hati saat menghadapinya," ucapnya.


"Tapi aku rasa kau tidak akan bisa menghadapinya, Anna." Eleanor tiba-tiba datang.


"Nona Eleanor? Sejak kapan kau di sini?"


"Aku baru saja datang, tapi aku sudah tahu semuanya. Kau hanya berpura-pura hilang ingatan agar kau bisa mendapatkan kembali hati Zergan."


"Nona Eleanor, apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti."


"Sekarang aku akan membuatmu mengerti, nona Anna. Kau tidak akan bisa memisahkan dua orang yang saling mencintai. Maksudku kau tidak akan bisa merebut hati seorang suami dari istrinya, kau mengerti?"


Eleanor kemudian pergi keluar menghampiri Zergan dan Zico.


Anna hanya bisa diam di tempatnya. Dia tidak tahu bagaimana bisa Eleanor dan Zico tidak percaya jika dirinya sedang hilang ingatan.

__ADS_1


Padahal dirinya sudah bisa membohongi semua orang tentang kondisinya saat itu, tapi hanya Zico dan Eleanor yang tidak percaya dengannya.


"Ini bukanlah masalah yang besar. Aku tidak peduli jika Eleanor dan anaknya itu tidak percaya jika aku sedang amnesia. Yang terpenting bagi ku adalah Zergan dan ayah mertuaku percaya denganku. Dan sebentar lagi aku akan kembali menjadi Nyonya di rumah ini," gumamnya.


__ADS_2