Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 42


__ADS_3

Zergan dan Eleanor bergandengan tangan menuruni anak tangga. Semua karyawan dan karyawati pun menatap mereka berdua sambil tersenyum.


"Tuan Zergan, Tuan ingin pergi kemana bersama nona Eleanor?"


"Direktur, hari ini aku akan pergi menghabiskan waktu bersama istriku."


"Baiklah, Tuan."


"Direktur Farhan, aku juga ingin mengatakan sesuatu kepadamu."


"Apa itu, Tuan?"


"Besok aku dan keluargaku akan pergi berlibur. Kami berdua juga akan sekalian pergi untuk berbulan madu."


Direktur Farhan pun tersenyum senang mendengar Zergan mengatakan hal itu.


"Aku ingin kau yang menghandle perusahaan ini selama aku pergi."


"Baik, Tuan. Saya pasti akan melakukan tugas yang Tuan berikan dengan baik."


"Baiklah kalau begitu."


Eleanor dan Zergan masuk ke mobil mereka dan pergi menuju mall. Eleanor pun bingung mengapa Zergan mengajaknya ke sana, karena sebelumnya Zergan tidak memberitahunya.


"Zergan, kenapa kau mengajakku ke sini?"


"Kenapa? Aku hanya ingin menyenangkan hati istriku dengan mengajaknya berbelanja."


"Walaupun kau tidak mengajakku berbelanja, aku pasti akan selalu merasa senang ketika bersamamu."


"Sekarang kita turun dan ambillah semua barang yang kau inginkan."


Eleanor dan Zergan datang ke tempat baju. Eleanor memilih beberapa baju yang dia sukai dan mencobanya.


Setelah Eleanor keluar dari ruang ganti dan meminta Zergan untuk menilai apakah dia cocok dengan pakaian itu, Zergan selalu menjawab iya karena memang Eleanor cocok dengan semua pakaian yang dia kenakan.


"Zergan, kenapa kau selalu mengatakan iya saat aku meminta jawaban darimu?" tanya Eleanor.


"Karena memang kau cocok dengan semua pakaian yang kau pilih," jawab Zergan.


"Nona, apa yang dikatakan tuan Zergan adalah benar. Kau memang cocok mengenakan semua pakaian yang kau pilih. Kau akan terlihat cantik jika memakai semua pakaian itu," balas salah satu penjaga mall.


Eleanor pun tersenyum malu mendengar ucapan penjaga mall tersebut.


"Tolong bawa semua pakaiannya ke kasir, aku akan membayar semuanya."


"Zergan, apa yang kau lakukan? Apa kita ke sini hanya untuk membeli pakaianku?"


"Tentu saja. Memangnya apa lagi yang harus kita beli? Kemarin Ayah sudah mengajak Zico berbelanja baju dan juga mainan."


"Maksudku bukan Zico, tapi kau."


"Aku?"


"Iya, Zergan. Kau juga harus membeli baju untuk dirimu sendiri."


"Tidak usah. Aku tidak suka berbelanja baju seperti seorang wanita."


"Baiklah, jika kau tidak mau memilih bajumu sendiri maka aku yang akan memilihkannya untukmu."


"Baiklah, terserah kau saja."

__ADS_1


Eleanor kemudian menarik tangan Zergan dan mengajaknya ke tempat pakaian pria. Di sana Eleanor mengambil salah satu kemeja berwarna putih.


"Ini adalah warna putih favoritmu untuk kemeja. Kau harus mencobanya sekarang."


"Baiklah, istriku."


Zergan pun menuruti permintaan istri tercintanya dan mengganti kemejanya dengan kemeja pilihan Eleanor.


Setelah Zergan keluar dari ruang ganti, Eleanor kemudian tersenyum melihat suaminya mengenakan kemeja tersebut.


"Zergan, kemeja ini sangat pas di tubuhmu. Kau terlihat sangat tampan."


"Pilihanmu tidak pernah salah. Apapun yang kau pilih, aku pasti akan menyukainya."


"Tolong bawakan kemeja ini juga ke kasir setelah suamiku mengganti pakaiannya."


"Baik, Nona."


Setelah membayar barang belanjaan dan keluar dari mall tersebut, Eleanor melihat seseorang yang sedang berjalan bersama seekor kucing, kemudian dia teringat dengan kucing kesayangannya yang bernama Fluffy.


"Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau hanya berdiam diri?"


"Tidak ada apa-apa."


"Sungguh? Kau pasti sedang berbohong kepadaku. Apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan?"


"Zergan, setelah melihat orang yang sedang berjalan bersama kucingnya itu, aku jadi teringat dengan kucingku yang bernama Fluffy. Dia pasti sudah besar sekarang."


Zergan pun tidak tega melihat kesedihan di mata Eleanor seperti itu.


"Kau sangat merindukan kucingmu itu?"


"Iya, aku sangat merindukannya. Sebelum Zico datang ke kehidupanku, Fluffy lah yang selalu ada menemaniku."


Eleanor langsung mengangkat kepalanya dan menatap Zergan dengan senang.


"Sungguh? Kita akan menjemput Fluffy dan membawanya ke rumah?"


"Tapi kau harus ingat jika aku tidak begitu menyukai seekor kucing. Kau harus menjauhkan kucing itu saat aku ingin bersamamu."


"Baiklah, aku berjanji kepadamu."


Mereka pun pergi menuju tempat penampungan hewan di mana pelayan Eleanor dulu menitipkan Fluffy di sana.


Sesampainya di sana, Eleanor langsung mengajak Zergan masuk untuk menemui Fluffy.


"Tuan Zergan, nyonya Eleanor, apakah kalian ingin mengadopsi seekor kucing?"


"Iya. Kami sedang mencari seekor kucing perempuan yang dikirim oleh seorang wanita ke tempat ini beberapa bulan yang lalu. Apa kau mengingatnya?"


"Iya, saya mengingatnya, Nyonya. Tapi sayangnya kucing itu sekarang sedang sakit dan tidak mau makan."


"Bisakah aku bertemu dengannya?"


"Bisa, Nyonya. Mari ikut dengan saya."


Dokter hewan itupun mengajak Eleanor juga Zergan ke kandang Fluffy. Di sana Fluffy terlihat sangat lemah dan tidak berdaya.


"Nyonya, saya sudah berusaha untuk mengobatinya. Tetapi semuanya sia-sia saja karena dia tidak mau makan sama sekali."


"Dokter, bisakah kau mengeluarkan dia? Aku ingin sekali mengelusnya, aku sangat merindukannya."

__ADS_1


"Tentu, Nyonya."


Setelah dokter itu mengeluarkan Fluffy, Eleanor langsung mengelusnya dengan sangat lembut.


"Fluffy, kenapa kondisimu jadi seperti ini? Bangunlah, ini aku Eleanor."


Fluffy tidak juga bangun dan hanya mengeluarkan napas dengan sangat cepat.


"Dokter, sudah berapa lama dia seperti ini?"


"Kurang lebih satu bulan, Nyonya."


"Fluffy, bangun. Aku di sini untuk menjemputmu, kita akan kembali bersama seperti dulu."


Tidak lama setelah itu, Fluffy mengangkat kepalanya dan bangun. Dia terlihat sangat bahagia ketika melihat Eleanor berada di depannya.


Karena tubuhnya yang sangat lemas, Fluffy tidak bisa berdiri dan hanya mengeong di hadapan Eleanor.


"Fluffy ...."


"Dokter, apa ada air? Dia pasti sangat kehausan."


"Tunggu dulu, saya akan mengambilkan air."


Dokter itupun memberikan air kepada Eleanor. Eleanor meminta Fluffy untuk meminumnya dan Fluffy langsung meminum air tersebut hingga habis.


Sekarang Fluffy bisa berdiri, tetapi saat ingin berjalan dirinya langsung terjatuh karena tubuhnya masih sangat lemas.


"Nyonya, sepertinya hanya Nyonya yang mampu menyembuhkan kesedihan kucing ini."


"Dokter, aku sudah merawatnya sejak dia masih bayi. Dia dan aku sudah seperti seorang teman, dia pasti sangat merindukanku sampai dia menjadi sakit seperti ini."


"Kau benar, Nyonya."


"Fluffy, sekarang kau akan pulang bersamaku. Aku berjanji tidak akan menitipkanmu ke tempat penampungan hewan lagi."


"Meoww ...."


"Dokter, kalau begitu terima kasih telah merawat kucingku selama ini."


"Sama-sama, Nyonya. Saya harap setelah Fluffy kembali bersama anda, Fluffy bisa kembali sehat dan hidup dengan bahagia."


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu."


"Silakan, tuan Zergan."


"Dokter, kami permisi."


"Silakan, Nyonya."


Saat hendak masuk ke mobil, Zergan terus memperhatikan Eleanor yang dari tadi mengelus kucing kesayangannya.


"Dia sepertinya akan menjadikan aku orang kedua setelah kucing itu. Tapi aku tidak boleh kalah hanya dengan seekor kucing," batin Zergan.


"Zergan, apa yang kau pikirkan?"


"Kau sepertinya sangat menyayangi kucing itu."


"Zergan, apa kau berpikir jika aku akan melupakanmu setelah kucing ini kembali bersamaku?"


"Aku memang berpikir seperti itu."

__ADS_1


"Zergan, kau adalah suamiku. Aku tidak mungkin mengutamakan yang lain selain dirimu."


"Baiklah, aku percaya kepadamu. Kalau begitu kita pulang sekarang."


__ADS_2