Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 59


__ADS_3

Keesokkan harinya, Anna terbangun dan menyadari jika dirinya tadi malam tertidur di atas sofa.


Kemudian dia melihat ke sekelilingnya dan mencari Zergan, tetapi Zergan tidak ada di kamar tersebut. Anna melihat ponselnya dan di sana terlihat jam sudah menunjukkan pukul 10.


Anna segera keluar dan menuruni anak tangga, tapi dia tidak melihat Zergan atau siapapun di sana.


"Pelayan! Pelayan!"


"Iya, nona Anna?"


"Di mana Zergan dan yang lainnya?"


"Tuan Zergan, nona Eleanor dan tuan Yudha pergi ke kantor sejak jam 7 tadi pagi, Nona. Sedangkan nona Lea pergi ke sekolah untuk mengantarkan Zico."


"Lalu kenapa kalian tidak membangunkanku dan membiarkan Zergan pergi bersama wanita itu??"


"Maaf, Nona. Tapi nona Anna sendiri yang mengatakan jika kami tidak boleh masuk ke kamar Nona untuk membangunkan Nona."


Anna pun terdiam dan mengingat jika tadi malam dia langsung merasa mengantuk setelah meminum teh yang diberikan oleh salah satu pelayan.


"Dimana pelayan yang telah mengantarkan minuman ke kamarku tadi malam? Dimana dia?"


"S-saya yang telah mengantarkan minuman ke kamar Nona tadi malam."


"Oh, jadi kau? Sekarang katakan, apa yang telah kau masukkan ke dalam minumanku sampai-sampai aku merasa sangat mengantuk setelah meminumnya? Cepat katakan!"


"Nona, saya tidak memasukkan apapun ke dalam minuman Nona."


"Kau telah berbohong! Kau pasti telah memasukkan obat tidur ke dalam minumanku, bukan? Kau tidak ingin jika tadi malam Zergan tidur bersamaku--"


Anna langsung terdiam dan mengingat jika Eleanor tidak suka melihatnya tidur bersama Zergan. Dia berpikir jika Eleanor yang telah memasukkan obat tidur itu ke dalam minumannya, agar Eleanor bisa tidur bersama Zergan tadi malam.


"Eleanor!" Anna memukul meja dengan sangat keras.


"Kau tidak tahu kau sedang berurusan dengan siapa! Aku akan membuatmu menyesali semua perbuatan yang telah kau lakukan kepadaku!" teriaknya.


Anna naik ke lantai atas dan kembali ke kamarnya. Dia pergi mandi dan bersiap, karena setelah itu dia memutuskan untuk pergi menemui Eleanor di kantor dan memberinya pelajaran.


Para pelayan itupun berkumpul dan membicarakan tentang ketakutan mereka kepada Anna.


"Bagaimana ini? Nona Anna marah besar kepada nona Eleanor."


"Itu benar. Aku sangat takut jika nona Anna melakukan hal yang buruk kepada nona Eleanor."


*******


Di kantor, Eleanor menemani Zergan yang sedang mengecek berkas-berkas miliknya. Eleanor melingkarkan tangannya di leher Zergan dari belakang, dia juga mencium pipi suaminya dari arah belakang.

__ADS_1


"Kenapa kau terlihat sangat senang seperti itu?"


"Zergan, aku sangat senang karena tadi malam Anna tidak bisa tidur bersamamu."


"Kemarilah."


Zergan menarik kedua tangan istrinya dengan pelan dan memangkunya.


"Kau adalah istri yang sangat cerdas. Aku tidak pernah berpikir jika kau akan melakukan hal seperti itu kepada Anna."


"Zergan, aku tidak mungkin membiarkanmu tidur bersama Anna. Entah apapun alasannya, kau harus tetap tidur bersamaku."


Zergan kemudian tersenyum dan memeluk Eleanor dari belakang.


Tidak lama kemudian, Laura masuk ke ruangan Zergan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia pun terkejut dan malu karena melihat atasannya sedang bermesraan dengan istrinya.


Eleanor yang melihat ada Laura di sana, dia langsung berdiri dari pangkuan Zergan."


"Laura, kau di sini?" tanya Eleanor.


"Nona Eleanor, maafkan saya karena tadi saya masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Jika memang saya mengganggu waktu Nona dan Tuan, saya bisa pergi sekarang," ucap Laura dengan sopan.


"Tidak, Laura. Kau pasti datang kemari karena ada hal penting yang ingin kau sampaikan kepada Zergan."


"Tidak, Nona. Justru saya datang kemari karena ingin menyampaikan sesuatu kepada Nona."


"Iya, Nona. Tuan Alvaro sudah datang kemari dan sekarang tuan Alvaro sedang menunggu Nona di bawah."


"Baiklah. Kau pergi saja dulu, aku akan menyusul nanti."


"Baik, Nona."


"Zergan, aku harus segera menemui tuan Alvaro."


"Baiklah. Tapi setelah itu kau harus segera menemuiku."


"Tentu saja."


Eleanor menghampiri tuan Alvaro yang sedang duduk di atas sofa sambil menandatangani beberapa kertas yang berada di atas meja.


"Tuan Alvaro, selamat siang."


"Selamat siang, Nona."


"Apa Tuan sudah mendapatkan model baru untuk majalah itu?"


"Saya sudah menemukannya, Nona. Sebentar lagi dia juga akan datang kemari."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu."


Tidak lama kemudian, datang sebuah mobil sport ke kantor Zergan. Wanita yang mengendarainya pun turun dari mobil dan masuk ke kantor Zergan.


Dia mencari-cari keberadaan tuan Alvaro di sana. Dia pun menemukan tuan Alvaro dan menyusulnya.


Wanita itu membuka kacamatanya dan ternyata dia adalah Julia, seorang model yang dulu pernah menjebak Eleanor dan merebut posisinya.


"Nona Eleanor, kau di sini?" tanya Julia.


"Kenapa kau terkejut nona Julia? Ini adalah perusahaan milik tuan Zergan, suaminya nona Eleanor," balas tuan Alvaro.


"Nona Julia, silakan duduk," ucap Eleanor dengan lembut.


Julia pun duduk dengan wajahnya yang terlihat sedikit kesal. Dia sebenarnya tidak akan datang jika tahu Eleanor juga berada di sana.


"Nona Eleanor, nona Julia adalah model baru kita yang nantinya akan menjadi partner Nona."


"Tuan Alvaro, apa maksudmu? Aku dan nona Eleanor akan menjadi partner?"


"Nona Julia, saya sudah mengatakan sebelumnya jika Nona akan mendapatkan kontrak baru dan juga partner baru."


"Tapi tuan Alvaro tidak mengatakan kepadaku jika partnerku adalah nona Eleanor."


"Tuan Alvaro, jika memang nona Julia keberatan dengan kontrak ini, kau bisa menggantinya dengan model yang lain. Aku juga tidak ingin memaksanya dalam hal ini."


"Baiklah, nona Eleanor."


"Astaga, jika sampai kontrak ini dibatalkan, popularitas ku bisa hancur. Karena agensi tuan Alvaro adalah agensi yang paling besar diantara agensi lainnya. Apalagi agensinya juga bekerjasama dengan perusahaan tuan Zergan yang menguasai dunia bisnis. Aku harus tetap menjalankan kontrak ini agar namaku semakin populer," batin Julia.


"Baiklah kalau begitu, nona Julia. Jika memang Nona tidak setuju dengan kontrak ini, kita bisa membatalkannya sekarang."


"Tidak, Tuan. Aku akan tetap menjalankan kontrak ini, Tuan tidak boleh membatalkannya."


"Nona Julia, apa kau yakin dengan keputusanmu?"


"Nona Eleanor, kenapa kau terlihat seperti meragukan ku?"


"Aku tidak meragukan mu, nona Julia. Hanya saja aku takut seseorang akan melakukan hal yang sama seperti yang pernah kau lakukan kepadaku dulu."


"Nona Eleanor, kau--"


"Nona Julia, jangan bersikap seperti itu kepada nona Eleanor. Karena sekarang nona Eleanor adalah model utama kami, dia adalah seniormu. Jadi kau harus bersikap lebih sopan kepadanya."


"Tuan Alvaro, aku rasa dia tidak akan pernah bisa bersikap sopan kepada orang yang selalu dia anggap sebagai saingannya. Entah itu dulu, sekarang ataupun nanti. Dia akan tetap merasa terancam jika satu agensi denganku. Aku tidak tahu kenapa dia bersikap seperti itu, padahal semua orang menganggap kami itu sama."


"Nona Julia, saya harap dengan kontrak baru kita, Nona bisa menjalani semuanya dengan baik."

__ADS_1


__ADS_2