Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 6


__ADS_3

Eleanor terbangun dan menyadari dirinya kini sedang berada di rumah sakit. Dia melihat ke arah kanannya dan melihat seorang dokter dan Lea berada di sana.


"Dokter, bagaimana keadaan nona El? Apa dia baik-baik saja?" tanya Lea.


"Tidak perlu khawatir. Nona El baik-baik saja," balas dokter tersebut.


"Tapi, Dokter. Nona El mengeluh karena kepalanya terasa berat, dia juga merasa sangat mual."


"Hal itu biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil."


"Hamil?"


"Benar. Nona merasa pusing dan mual karena sekarang Nona sedang hamil."


"Dokter, Dokter pasti telah salah. Saya tidak mungkin hamil."


"Tidak, Nona. Saya telah memeriksanya dengan baik, dan di dalam perut Nona memang ada janin yang baru berusia 4 Minggu."


Eleanor kembali mengingat kejadian malam itu bersama Zergan. Dia baru sadar jika dirinya sudah telat satu bulan.


"Ini tidak mungkin terjadi. Aku tidak mungkin mengandung anak dari pria itu. Aku tidak mau!"


Eleanor langsung berlari keluar dari ruangan tersebut, kemudian dia bertemu dengan sang manager.


"El, bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja?"


"Tuan, saya--"


Tiba-tiba Julia datang dengan membawa banyak sekali wartawan. Mereka sangat antusias karena Julia mengatakan jika Eleanor telah hamil dengan pria lain.


"Nona, apakah benar kau sedang mengandung bayi dari pria lain?"


"Nona, kenapa kau tega mengkhianati tuan Bian?"


"Benar, Nona. Bukankah sebentar lagi kalian akan menikah?"


Sang manager memarahi Julia karena dengan sengaja memanggil para wartawan untuk datang ke rumah sakit tersebut.


Tetapi Julia malah memarahi balik sang manager. Karena di saat seperti ini, sang manager masih saja membela Eleanor.


Lea yang melihat Eleanor tertekan seperti itu, dia langsung menghubungi Bian agar segera datang ke rumah sakit.


"Tolong, semuanya tenang! Kita bisa membicarakan masalah ini dengan baik."


"Bagaimana bisa dia hamil dengan pria lain? Apa tuan Bian masih kurang baik untuknya?"


"Apa karena dia adalah model yang sangat populer, jadi dia bisa melakukan hal apapun yang dia inginkan?"


Semua orang yang datang menghina dan mencacinya. Sang manager berusaha untuk melindungi Eleanor, tetapi para penggemar yang kecewa kepadanya malah mendorong sang manager hingga terjatuh.


Mereka menarik kedua tangan Eleanor dan mendorongnya hingga Eleanor hampir terjatuh. Tapi untungnya saat itu Bian datang dan menangkapnya.


"Bian?"


Saat para penggemar dan wartawan ingin mendekati Eleanor, Bian langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengusir para penggemar dan wartawan tersebut.

__ADS_1


"Tuan, kenapa Tuan masih melindunginya? Dia telah hamil dengan pria lain."


"Benar, Tuan. Dia telah mengkhianati mu, kenapa Tuan masih melindunginya."


"Dia adalah tunanganku, dan sebentar lagi kami akan menikah. Aku sangat yakin jika semua yang terjadi bukanlah keinginannya sendiri."


"Tapi, Tuan. Apa Tuan akan tetap melanjutkan pernikahan kalian, walaupun Tuan tahu jika dia sedang mengandung anak dari pria lain?"


"Aku akan tetap menikahinya. Aku tidak peduli jika dia sedang mengandung anak dari pria lain, karena aku benar-benar mencintainya."


"Pecat saja dia dari dunia modeling!"


"Benar. Pecat saja dia!"


"Cukup! Kalian tidak bisa main hakim sendiri. Biarkan Eleanor dan pihak agensi yang menyelesaikan masalah ini!" Sang manager menegaskan.


"Tapi kami ingin nona Eleanor dipecat dari dunia modeling secepatnya!"


"Benar. Pecat nona Eleanor dari dunia modeling!"


"Jangan dengarkan ucapan mereka! Lebih baik kita pergi dari rumah sakit ini," ucap Bian dengan lembut.


Julia sangat senang melihat momen tersebut. Dia sangat bahagia, karena apa yang telah dia usahakan akhirnya berhasil.


"Tamatlah riwayatmu, El. Kau akan segera keluar dari dunia modeling dan aku yang akan menggantikan posisimu," batinnya.


Eleanor dan Bian masuk ke mobil. Bian melihat Eleanor yang sangat khawatir, kemudian dia memeluknya.


"Bian, aku sangat takut."


"Tapi bagaimana jika para wartawan dan juga penggemar itu mendatangi rumahku?"


"Tenanglah. Aku pastikan mereka semua tidak akan berani untuk datang ke rumahmu dan mengganggumu."


Bian mengelus lembut pipi Eleanor dan sedikit mengangkatnya untuk menatapnya.


"Sekarang katakan kepadaku. Apa kau benar-benar hamil? Aku tidak ingin ada kebohongan diantara kita."


"A-aku ... aku memang sedang hamil."


"Satu hal lagi yang ingin aku tanyakan."


"Apa itu?"


"Apa kau benar-benar mencintaiku?"


"Apa kau meragukan cintaku, Bian? Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Aku hanya ingin memastikannya. Jika kau memang mencintaiku, kau pasti akan melakukan hal apapun yang aku minta."


"Bian, aku sangat mencintaimu. Bukankah aku selalu bersedia melakukan hal apapun yang kau minta?"


"Aku tahu itu. Bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu?"


"Apa yang kau inginkan?"

__ADS_1


"Aku ingin kau menggugurkan bayi itu."


"Tidak, Bian. Aku tidak mau menggugurkan bayi ini."


"El, dengarkan aku. Kita akan segera menikah, kita bisa memiliki bayi kita sendiri."


"Tapi kau mengatakan jika kau mencintaiku. Kau akan melakukan hal apapun agar aku bahagia."


"El, kita akan hidup bahagia asalkan kau mau menggugurkan bayi itu. Aku tidak ingin bayi dari pria lain mengganggu kebahagiaan kita."


"Tidak, Bian. Sampai kapanpun aku tidak akan menggugurkan bayiku, aku tidak mau."


Bian kemudian memegang kedua tangan Eleanor dan meyakinkannya agar mau menggugurkan kandungannya. Tetapi Eleanor tetap tegas menolak dan ingin mempertahankan kandungannya.


Bian pun sangat kesal dan menelepon seseorang.


"Halo, Tuan. Ada apa Tuan menghubungi saya?"


"Aku ingin kau datang ke rumahku untuk melakukan aborsi."


"Tapi bayi siapa yang akan diaborsi, Tuan?"


"Jangan banyak bicara! Cepat datang ke rumahku dan lakukan tugasmu!"


"Baik, Tuan. Saya akan segera ke sana."


Eleanor sangat ketakutan dan meminta supir untuk berhenti, tetapi supir tersebut tidak mendengarkannya.


"Pak, tolong berhenti!"


"Pak!"


"Bian, aku tidak ingin bayiku diaborsi."


"Aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin ada orang ketiga diantara kita, El."


"Tapi aku tidak mau bayiku diaborsi. Bian, aku mohon."


Mereka kini telah sampai di rumah Bian. Eleanor segera membuka pintu mobil dan melarikan diri, tetapi kedua bodyguard Bian dengan cepat menangkap Eleanor.


"Aku tidak ingin bermain kucing-kucingan denganmu. Aku melakukan semua ini demi masa depan kita. Kau harus mau bayi itu diaborsi."


"Tidak, Bian. Aku tidak mau, lepaskan aku!"


"Bawa dia masuk!"


"Baik, Tuan."


"Tidak! Aku tidak mau!"


Mereka membawa Eleanor ke kamar pribadi Bian. Di sana telah berdiri seorang dokter yang siap mengaborsi bayi dalam kandungan Eleanor.


Dokter itu mengambil suntikan untuk membius Eleanor agar Eleanor diam dan tenang. Tapi saat dokter itu mendekati Eleanor, Eleanor malah menggigit salah satu tangan bodyguard yang memegangnya hingga kesakitan.


Kemudian bodyguard yang satunya memegang kedua tangan Eleanor agar tidak dapat bergerak. Eleanor semakin ketakutan dan menginjak kaki bodyguard tersebut menggunakan heelsnya.

__ADS_1


Lalu Eleanor berlari ke depan Bian dan mengambil pisau yang berada di depannya. Bian sangat takut jika Eleanor akan melakukan hal yang nekat.


__ADS_2