Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 52


__ADS_3

Pagi harinya, Zico terbangun dan menyadari jika dirinya saat itu tidur di atas ranjang sendirian.


Dia kemudian menatap ke arah sofa panjang, dia melihat Zergan dan Eleanor sedang tertidur di sana dengan posisi Zergan memeluk tubuh Eleanor.


Zico pun tersenyum sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Zico kemudian keluar dari kamar itu dan pergi menghampiri kakeknya.


"Kakek, bolehkah aku meminta tolong kepada Kakek?"


"Kau ingin minta tolong apa?"


"Kakek, Ayah dan Bunda saat ini masih tertidur. Aku ingin Kakek membantuku menyiapkan sarapan untuk Ayah dan Bunda."


"Jadi kau ingin memberikan kejutan kepada Ayah dan Bundamu?"


"Iya, Kakek."


"Ya sudah, kalau begitu Kakek akan membantumu."


Ayah Yudha langsung menggendong Zico dan pergi untuk meminta orang untuk mengantarkan sarapan ke kamar Zergan dan Eleanor.


Setelah itu, Zico pun mencium pipi kakeknya dan mencucapkan terima kasih karena telah membantunya.


*******


Eleanor kini terbangun dan melihat suaminya masih tertidur dengan wajahnya yang sangat tampan.


Eleanor kemudian mengelus pipi Zergan dan tiba-tiba Zergan tersenyum. Eleanor pun tersenyum dan menepuk pipi Zergan dengan pelan.


Zergan memegang tangan Eleanor yang telah menepuk pipinya, kemudian Zergan menciumi wajah Eleanor.


Mereka tidak sadar jika mereka berdua sedang berada di atas sofa, akhirnya mereka berdua pun jatuh dengan posisi tubuh Zergan menindih tubuh Eleanor.


"Zergan, bangunlah." Eleanor sedikit mendorong dada Zergan.


"Aku tidak mau. Aku ingin selalu dekat denganmu seperti ini." Zergan menyentuh dagu Eleanor.


Eleanor kemudian melingkarkan tangannya di leher Zergan.


"Baiklah. Kalau begitu aku juga ingin selalu dekat denganmu seperti ini," ucap Eleanor.


Zergan hendak mencium bibir Eleanor, tetapi tiba-tiba saja ada seseorang yang membawa makanan masuk ke kamar mereka.


Mereka pun terkejut dan segera berdiri. Eleanor kemudian mengancingkan bajunya yang sempat dibuka oleh Zergan tadi malam.


Bukan hanya Zergan dan Eleanor yang merasa malu, tetapi orang yang membawa makanan itupun juga merasa malu.


"Entah kenapa setiap kali aku ingin bermesraan dengan istriku di kamar ini, selalu saja ada orang yang mengganggunya," batin Zergan.

__ADS_1


"Apa yang orang itu pikirkan? Aku tidak tahu kenapa selalu ada orang yang mengganggu momen romantis ku dengan Zergan di kamar ini," batin Eleanor.


"Maafkan saya, Tuan, Nyonya. Saya diperintahkan untuk mengantarkan sarapan ke kamar ini oleh tuan Yudha. Cucu tuan Yudha juga mengatakan jika Tuan dan Nyonya masih tidur, jadi saya sengaja tidak mengetuk pintunya karena tidak ingin mengganggu tidur Tuan dan Nyonya," ucap pembawa makanan tersebut.


"Tidak masalah. Kau bawa saja makanannya ke dalam," balas Eleanor.


"Jadi Ayah dan Zico yang telah memintanya untuk mengantarkan makanan ini?" batin Zergan.


Setelah menyiapkan makanan tersebut ke atas meja, orang itu langsung pergi meninggalkan Zergan dan Eleanor di kamar.


Eleanor kemudian kembali melingkarkan kedua tangannya di leher Zergan.


"Suamiku, sepertinya selama kita di sini, semua orang akan selalu mengganggu momen romantis kita." Eleanor tersenyum manis kepada suaminya.


"Lalu bagaimana? Apa kau ingin berpindah tempat untuk bulan madu kita, hmm?" Zergan menarik pinggang Eleanor.


"Tidak, aku tidak ingin berpindah ke tempat lain."


"Benarkah? Jika kau tidak nyaman berada di sini, kita bisa berpindah ke tempat lain."


"Tidak perlu. Kita sudah melakukan semuanya walaupun terkadang ada orang lain yang mengganggunya."


"Maafkan aku jika kau merasa tidak nyaman. Lain kali aku akan mengajakmu ke suatu tempat di mana hanya akan ada kita berdua di sana."


"Baiklah."


"Aku ingin kita mandi bersama dan kau jangan menolaknya."


Zergan pun membopong Eleanor dan membawanya masuk ke kamar mandi.


Setelah mereka berdua selesai mandi, mereka langsung sarapan dengan makanan yang telah disiapkan tadi.


Tanpa mereka sadari, ternyata Bian memperhatikan mereka dari kejauhan. Kamar Bian bersebelahan dengan kamar Eleanor dan Zergan, jadi sudah pasti Bian bisa melihat Eleanor dan Zergan saat mereka di depan kolam renang.


Bian sangat kesal karena melihat Eleanor saling menyuapi seperti itu. Dia tetap tidak rela jika Eleanor berduaan dengan Zergan, walaupun mereka berdua telah menjadi suami istri.


Saat Eleanor dan Zergan sedang asyik saling mengucapkan kata-kata manis, tiba-tiba ponsel Zergan yang berada di atas meja berdering.


Zergan tidak menjawab panggilan tersebut dan sengaja mematikannya.


"Zergan, kenapa kau tidak mengangkatnya?"


"Ini dari sekretaris pribadi ku. Mungkin dia hanya akan menanyakan kapan aku pulang, jadi aku tidak perlu menjawabnya."


"Zergan, jangan begitu. Siapa tahu dia ingin menyampaikan sesuatu yang penting, kau harus mengangkatnya."


"Baiklah."

__ADS_1


Zergan menuruti permintaan dari Eleanor dan mengangkat panggilan tersebut.


"Halo."


"Halo, Tuan."


"Aku sudah mengatakan kepadamu jika aku akan pergi selama lima hari. Apa kau tidak bisa menunggu dan mengurus perusahaanku selama lima hari saja? Kenapa kau ingin mengganggu waktu ku?"


"Maafkan saya, Tuan. Tapi saya menelepon Tuan karena ada sesuatu yang penting yang harus saya sampaikan."


"Cepat katakan."


"Ini tentang nona Anna, Tuan."


"Ada apa dengan dia?"


"Nona Anna kecelakaan dan dokter mengatakan jika nona Anna mengalami amnesia. Saat ini nona Anna datang ke kantor untuk mencari Tuan. Tapi setelah nona Anna mengetahui jika Tuan pergi berbulan madu dengan nona Eleanor, nona Anna langsung marah besar dan bertanya siapa itu nona Eleanor."


"Tuan, nona Anna juga berusaha untuk mengakhiri hidupnya di atas gedung perusahaan. Semua orang sudah berusaha untuk menghalanginya, tetapi nona Anna semakin nekat."


"Saat ini saya, Direktur Farhan dan beberapa orang lainnya sedang berusaha untuk membujuk nona Anna agar tidak melakukan hal yang buruk kepada dirinya sendiri."


"Tuan, tolong Tuan segera kembali ke Jakarta. Jika nona Anna sampai bunuh diri di gedung perusahaan ini, perusahaan ini pasti akan ditutup."


"Dia benar-benar pembawa masalah."


Zergan langsung menutup panggilan tersebut dan berdiri dari kursinya.


"Zergan, apa yang terjadi?"


"Anna mencoba untuk bunuh diri di atas gedung perusahaan kita."


"Tapi bagaimana bisa?"


"Laura mengatakan jika dia mengalami kecelakaan dan sekarang dia amnesia. Dia hanya mengingat jika aku masih menjadi suaminya dan dia sangat marah setelah mengetahui jika aku pergi untuk berbulan madu bersamamu."


"Kita harus segera kembali ke Jakarta. Karena jika sampai Anna bunuh diri di gedung perusahaan kita, perusahaan kita akan ditutup karena kasus bunuh diri itu."


Zergan pun segera menghubungi anak buahnya untuk mengatur keberangkatan mereka ke Jakarta. Eleanor segera mengemasi barang-barangnya dan juga Zergan.


Zergan juga tidak lupa untuk menghubungi Lea juga ayahnya tentang kepulangan mereka yang sangat mendadak itu.


"Apa kau sudah mengemasi semuanya?"


"Sudah."


"Maafkan aku. Karena hal ini, kita tidak bisa menikmati bulan madu kita."

__ADS_1


"Zergan, tidak apa-apa. Jika aku berada di posisimu, aku pasti akan melakukan hal yang sama."


Zergan mencium kening istrinya dan membantunya membawa koper.


__ADS_2