
Sinar matahari kini telah menembus kaca jendela kamar. Eleanor terbangun dengan keadaan kaki kanan dan juga tangan kanan Zergan menindih tubuhnya.
Eleanor kemudian perlahan menyingkirkan tangan dan kaki Zergan.
"Semalaman dia tidur dengan posisi memelukku. Dia menindihku sampai aku tidak bisa bergerak sama sekali," gumamnya sambil memegang lehernya yang terasa sangat pegal.
Zergan menarik Eleanor untuk kembali berbaring. Mereka berdua saling menatap mata satu sama lain.
"Kau terlihat sangat cantik walaupun kau baru bangun dari tidur."
"Jangan berusaha untuk menggodaku. Lepaskan aku, aku harus membangunkan Zico."
"Aku tidak mau. Aku akan terus memelukmu seperti ini."
Tidak lama setelah itu, Zico mengetuk pintu dan memanggil Zergan dan Eleanor.
Zergan kemudian membukakan pintu dan terlihat Zico telah rapi dengan seragam sekolahnya. Zico kemudian langsung memeluk Zergan dan Eleanor.
"Zico, kau sudah mandi?" tanya Eleanor.
"Sudah, Bunda." Zico tersenyum.
"Nona, pagi ini Zico sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah," ucap Lea.
"Lea, terima kasih karena kau telah membantu Zico untuk bersiap."
"Tidak masalah, Nona."
"Zico, ucapkan terima kasih kepada bibi Lea."
"Bibi Lea, terima kasih karena telah membantuku untuk bersiap pagi ini."
"Sama-sama, Zico."
"Ayah, Ayah sudah berjanji akan mengantarkan Zico pergi ke sekolah pagi ini."
"Ayah akan menepati janji Ayah. Tapi sekarang Zico pergi ke meja makan dulu ya, Ayah dan Bunda akan mandi lalu menyusul Zico."
"Apa maksudmu kau dan aku akan mandi?"
"Kenapa? Apakah salah jika aku mengatakan kau dan aku akan mandi?"
"Tapi kau mengatakannya seolah kau ingin mengajakku mandi bersamamu."
"Memang itu yang aku inginkan."
"Apa maksudmu? Kita sudah sama-sama dewasa, kenapa harus mandi bersama?"
Zico dan Lea pun tersenyum melihat Zergan juga Eleanor terus bertengkar seperti itu.
"Zico, lebih baik kita pergi ke meja makan. Kita harus memberikan waktu berdua untuk Ayah dan Bundamu."
Setelah Lea dan Zico keluar dari kamar mereka, Zergan langsung menarik tangan Eleanor.
"Apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Ini adalah pertama kalinya kita mandi bersama."
"Aku tidak mau. Jika kau ingin mandi, kau bisa mandi dulu. Aku akan menunggumu."
"Tapi aku ingin mandi denganmu."
Zergan langsung membopong Eleanor dan membawanya masuk ke kamar mandi.
*******
Eleanor dan Zergan turun dari tangga secara bersamaan. Mereka berdua kemudian duduk di kursi makan dan sarapan bersama Zico.
"Hari ini Bunda akan ikut mengantarkanku ke sekolah, kan?"
"Tentu saja."
Setelah sarapan selesai, mereka bertiga masuk ke mobil Zergan. Zergan duduk menyetir di depan, sementara Zico dan Eleanor duduk di belakang.
Lea dan beberapa bodyguard lainnya mengikuti mobil mereka dari belakang.
"Bunda!"
"Iya?"
"Aku sangat senang karena sekarang aku bisa diantar ke sekolah oleh Ayah dan Bunda."
Eleanor hanya tersenyum dan mengelus rambut anak kesayangannya itu.
"Ayah, kenapa aku tidak melihat foto pernikahan Ayah dan Bunda di rumah? Apakah Ayah dan Bunda tidak berfoto saat menikah?"
"Zico, sekarang kita sudah sampai di sekolah."
"Ayah, Bunda, Zico sekolah dulu ya."
"Zico jangan nakal ya di sekolah. Dengarkan kata Bu Guru Zico."
"Baik, Bunda."
Setelah Zico turun dari mobil, Eleanor pun ikut turun dan mengejar Zico. Tetapi Zergan mencegahnya dan memintanya untuk duduk di depan bersamanya.
"Aku harus memastikan jika dia baik-baik saja di sana," ucap Eleanor dengan sedikit khawatir.
"Kau tidak perlu melakukan hal itu. Aku telah meminta salah satu dari mereka untuk menjaganya," ucap Zergan sambil menoleh ke arah beberapa bodyguard yang berdiri di samping mobilnya.
Zergan kemudian melajukan mobilnya dan menuju ke kantor besar miliknya. Di sana mereka di sambut oleh para karyawan dan karyawati di perusahaan Zergan.
"Saya ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian. Ini adalah nona Eleanor dan dia akan menjadi model baru di perusahaan ini," ucap Zergan kepada semua pekerjanya.
"Nona Eleanor, selamat datang di perusahaan ini," ucap salah satu karyawati.
"Terima kasih," balas Eleanor.
"Nona, kau sangat cantik. Apakah kau sudah memiliki kekasih?" tanya karyawati yang lainnya.
"Aku adalah kekasihnya dan kami akan segera menikah." Zergan tiba-tiba menjawab.
__ADS_1
"Apa maksudmu berbicara seperti itu di depan semua orang?" tanya Eleanor dengan bingung.
"Apa kau tidak mendengar apa yang telah dikatakan Zico di dalam mobil? Kau dan aku terlihat sangat bingung karena tidak tahu akan menjawab apa."
"Tapi Zico tidak terlalu memikirkan hal itu. Kenapa kau malah mengatakan jika kita akan menikah?"
"Lalu apa masalahnya? Aku adalah Ayah dari anak itu, dan aku akan menikahimu untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku."
"Apa maksud Tuan berbicara seperti itu?"
"Kalian pasti sudah pernah melihat anak kecil yang bersamanya beberapa hari yang lalu di televisi. Anak itu adalah anak kami, dan aku adalah pria yang telah menghamilinya malam itu."
"Aku tidak menyangka jika tuan Zergan melakukan hal itu."
"Aku juga. Tapi tuan Zergan terlihat sangat mencintai nona Eleanor."
"Benar. Tuan Zergan itu sangat baik, buktinya dia mau bertanggung jawab dengan menikahi nona Eleanor."
Eleanor pun geram dengan semua orang di sana. Dia tidak menyangka jika mereka para wanita malah lebih mendukung Zergan karena telah merenggut kehormatannya saat itu.
Mereka sama sekali tidak tahu apa yang selama ini Eleanor rasakan. Dia harus kehilangan kehormatannya dan juga merelakan calon suaminya.
Kariernya hancur dan calon suaminya memaksanya untuk menggugurkan calon bayinya.
Eleanor kemudian melangkahkan kakinya pergi dari sana, tetapi Zergan menariknya kembali.
"Kenapa kau melakukan semua ini?"
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak mau menikah denganmu!"
"Tapi kau harus melakukannya!"
"Aku sudah mengatakan kepadamu jika aku tidak mau kita menikah!"
"Apa kau tidak merasa kasihan kepada Zico? Dia selalu menanyakan di mana foto pernikahan kita."
"Itu semua tidak akan terjadi jika kau tidak datang kembali ke kehidupanku dan membawaku juga Zico ke rumahmu."
"Tolong dengarkan aku!"
"Aku tidak mau! Aku tidak mau jika kita harus menikah!"
"Baiklah, semua terserah denganmu. Tetapi aku akan secepatnya mengatur pernikahan kita."
Zergan dan beberapa bodyguardnya pergi meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan beberapa bodyguard lainnya masih di sana untuk menjaga Eleanor.
"Nona, tuan Zergan adalah pria yang baik. Kenapa kau tidak mau menikah dengannya?"
"Jika dia memang pria yang baik, dia tidak akan melakukan hal seperti itu kepadaku."
"Nona, Nona adalah wanita pertama yang bisa membuat tuan Zergan jatuh cinta."
"Benar, Nona. Sebelumnya tuan Zergan hanya senang menyewa beberapa wanita untuk menemaninya, tetapi setelah beberapa lama kami tidak pernah lagi melihat Tuan menyewa wanita."
__ADS_1
"Dan kami baru mengetahui jika semua itu adalah karenamu."