
Pria tersebut langsung berjalan ke arah meja, tapi dengan sengaja menumpahkan minumannya ke atas kasur.
Zergan pun marah dan menarik baju yang dikenakan oleh pria tersebut.
"Kenapa kau sengaja menumpahkan minumannya ke atas kasur?" bentak Zergan.
"Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja melakukannya," balas pria tersebut dengan wajah yang ketakutan.
"Zergan, tahan emosimu. Ini hanyalah minuman, aku akan membersihkannya," ucap Eleanor sambil menarik tangan Zergan.
"Nona, biar saya saja yang membersihkannya. Nona adalah tamu di hotel ini, jadi Nona jangan melakukan hal itu."
"Kalau begitu cepat bersihkan semuanya dan segera keluar dari kamar ini!"
"Baik, Tuan."
Pria tersebut membersihkan gelas dan juga minuman yang telah tumpah. Sementara Eleanor menarik kedua lengan Zergan agar menghadap ke arahnya.
"Zergan, jangan bersikap seperti itu. Ini hanyalah masalah kecil, kasihan jika kau memarahinya seperti itu."
"Maafkan aku. Aku sudah berjanji kepadamu jika aku tidak akan menjadi orang yang pemarah lagi."
"Tuan, Nyonya, saya akan membawa selimutnya untuk dicuci dan saya akan menggantinya dengan selimut yang baru."
"Sekali lagi maafkan sikap suamiku."
"Tidak, Nona. Saya yang salah, jadi saya yang seharusnya meminta maaf. Sekali lagi saya minta maaf kepada Tuan dan Nyonya."
"Sekarang cepatlah pergi dari sini!"
"Baik, Tuan. Saya permisi."
Pria tersebut keluar dari kamar Zergan dan Eleanor dengan perasaan yang sedikit takut. Kemudian dia pergi menemui seorang pria yang ternyata dia adalah Bian.
Pria tadi ternyata adalah orang suruhan Bian untuk mengganggu malam Zergan dan Eleanor.
"Tuan, saya sudah melaksanakan tugas yang Tuan berikan."
"Bagus. Ini uang untukmu."
"Terima kasih, Tuan. Kalau begitu saya permisi."
Eleanor menghampiri Zergan dan mengelus tangannya dengan lembut untuk menenangkannya.
"Zergan ...."
Zergan langsung menarik pinggang Eleanor dan mencium bibirnya. Eleanor kemudian tersenyum dan memegang kedua bahu Zergan.
__ADS_1
"Apa kau sudah tidak merasa kesal sekarang?"
"Tidak, karena kau sudah menghilangkan rasa kesal itu."
Eleanor pun mulai mencium bibir Zergan, kemudian Zergan mencium bibir Eleanor dengan sangat lama.
Zergan kemudian menidurkan Eleanor di atas ranjang dengan posisi mereka yang masih berciuman. Tangan Zergan kemudian turun dan mulai membuka kancing baju Eleanor satu persatu.
Namun tiba-tiba, ada seseorang yang kembali mengetuk pintu kamar mereka. Zergan pun sangat kesal dan pergi menuju pintu.
Eleanor mengancingkan kembali bajunya dan pergi menyusul Zergan. Setelah Zergan membuka pintu kamarnya, dia tidak jadi marah karena yang datang adalah Zico dan ayah Yudha.
Zico digendong ayah Yudha sambil menangis. Eleanor pun khawatir dan langsung menggendong Zico.
"Zico, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?" tanya Eleanor sambil mengelus-elus rambut putranya.
"Menantu, Zico tadi terbangun dari tidurnya lalu dia menangis dan memanggil namamu," balas ayah Yudha.
"Bunda, aku tadi mimpi buruk. Aku ingin tidur dengan Bunda," ucap Zico.
"Zergan, bolehkah untuk malam ini Zico tidur bersama kita?"
"Baiklah. Dia sepertinya sangat ketakutan dan saat ini dia membutuhkan ibunya."
"Kalau begitu Ayah akan kembali ke kamar Ayah."
"Zico, sudah ya menangisnya. Sekarang Zico sudah ada di sini bersama Bunda."
Saat Zergan ingin menutup pintunya, tiba-tiba ada seorang wanita yang memohon kepada Zergan agar diizinkan untuk mandi di kamar mandinya.
"Maaf, Tuan. Bisakah aku menumpang untuk mandi di kamar mandimu? Air di kamar mandiku tidak bisa menyala."
"Tidak bisa. Aku tidak mau orang asing masuk ke dalam kamarku."
"Tuan, sebentar saja. Aku ada pertemuan penting dengan atasanku malam ini, aku mohon izinkan aku."
"Ada banyak kamar di hotel ini, kenapa kau ingin sekali mandi di kamarku? Lagipula jika air di kamar mandimu mati, seharusnya kau menghubungi petugas di hotel ini."
"Tuan, ini tidak akan lama. Aku hanya akan meminjam kamar mandimu untuk mandi sebentar."
Wanita itupun masuk begitu saja meskipun Zergan telah melarangnya. Eleanor terkejut melihat seorang wanita masuk begitu saja ke dalam kamarnya.
"Nona, siapa kau? Kenapa masuk ke kamar orang lain begitu saja?"
"Nona, apa kau adalah istri dari Tuan tadi?"
"Iya, aku istrinya. Dan ini adalah anak laki-laki kami."
__ADS_1
"Astaga, pria tampan itu ternyata sudah memiliki seorang istri dan anak laki-laki. Padahal aku sengaja masuk ke kamarnya agar aku bisa menggodanya. Tapi sepertinya pria itu sulit sekali tergoda dengan wanita lain, karena istrinya sendiri saja secantik ini." Wanita tersebut membatin.
Zergan kemudian datang dan menarik tangan wanita tersebut untuk memaksanya keluar dari kamar tersebut.
"Tuan, kenapa kau menarik tanganku seperti ini?"
"Keluarlah dari kamarku sekarang! Aku tidak mengizinkamu masuk, tapi kenapa kau langsung masuk begitu saja?"
Wanita itu sengaja memeluk dada bidang Zergan tepat di depan Eleanor.
"Tuan, kau adalah pria yang bisa membuatku jatuh cinta saat pertama kali aku melihatmu."
Zergan pun melepaskan pelukan tersebut dan mendorong wanita itu.
Wanita itu ternyata adalah seorang wanita penggoda. Dia memang sering menggoda pria lain yang sudah memiliki seorang istri ataupun kekasih.
Sekarang targetnya adalah Zergan. Dia melihat Zergan tadi siang saat bertemu dengan anak buahnya.
Wanita itu kemudian membuntuti Zergan, sampai akhirnya dia tahu di mana kamar Zergan. Tapi dia tidak tahu sebelumnya jika Zergan sudah memiliki seorang istri juga anak.
"Nona, jangan bersikap seperti itu kepada suamiku! Siapa kau ini? Apa kau tidak tahu jika suamiku sudah memiliki seorang istri?"
"Nona, kau tidak bisa menghentikan seorang wanita yang sedang jatuh cinta. Aku jatuh cinta dengan suamimu, memang apa salahnya?"
"Nona, cepat pergi dari kamar kami! Jika tidak, aku akan menyeretmu untuk keluar dari sini."
"Benarkah? Bagaimana jika aku tidak mau pergi dari sini? Apa kau benar-benar akan menyeretku keluar?"
Eleanor sangat geram dengan wanita itu dan menarik rambutnya. Eleanor mendorongnya keluar dan memperingatkannya agar tidak lagi datang ke kamarnya.
Wanita itupun kesal karena telah dipermalukan oleh Eleanor. Eleanor mengunci pintu kamarnya, kemudian Zergan menghampirinya.
"Kenapa kau malah tersenyum seperti itu? Kau senang karena tadi ada seorang wanita yang berusaha untuk menggodamu?"
"Kenapa kau menjadi kesal? Aku sama sekali tidak tergoda dengannya."
"Benarkah begitu?"
"Tentu saja. Bagaimana bisa aku tergoda dengan wanita lain, sedangkan istriku saja sangat cantik dan begitu menggoda?"
"Zergan, tapi aku benar-benar takut jika tadi kau tergoda dengannya."
"Itu tidak akan terjadi selama aku dan kau saling mencintai."
Zergan kemudian mencium kembali bibir Eleanor dan menidurkannya di atas sofa.
Zergan mulai melakukan hal yang diinginkannya sebagai seorang suami. Kali ini Eleanor tidak menolaknya dan dengan senang hati mau melakukannya, karena dia sudah benar-benar mencintai Zergan.
__ADS_1
Zergan pun melakukannya sambil membisikkan kata-kata romantis kepada Eleanor. Eleanor pun semakin mengeratkan pelukannya ke Zergan.