
Anna masih berdiri di pinggiran gedung dan berusaha untuk mengancam semua orang.
"Cepat hubungi Zergan sekarang juga! Jika dia tidak juga datang bersama wanita itu, aku akan segera terjun dari gedung ini."
"Nona Anna, tolong jangan lakukan hal itu. Itu akan membahayakan diri Nona sendiri."
"Aku tidak akan terima jika suamiku pergi menghabiskan waktunya bersama wanita lain! Aku adalah istrinya, bagaimana bisa dia berselingkuh dengan wanita lain?"
Tidak lama setelah itu, Zergan sampai di perusahaannya bersama Eleanor dan juga ayah Yudha. Di depan kantor banyak sekali wartawan dan juga polisi yang sedang berteriak meminta Anna untuk turun.
Sedangkan Lea diperintahkan oleh Zergan untuk membawa Zico pulang.
Zergan, Eleanor dan ayah Yudha segera masuk ke kantor dan naik lift untuk menuju lantai paling atas. Setelah itu mereka langsung menuju atas gedung untuk menyusul Anna.
Setelah melihat Zergan berada di sana, Anna langsung turun dari sebuah pagar besi dan berlari menghampiri Zergan.
Anna memeluk tubuh Zergan dengan sangat erat, tetapi Zergan tidak membalas pelukannya.
"Zergan, kau dari mana saja? Aku sangat merindukanmu," ucap Anna.
Anna pun melepaskan pelukan itu karena dari tadi Zergan hanya diam dan tidak membalas pelukannya.
Anna kemudian melihat Eleanor yang sedang berdiri di belakang Zergan bersama ayah Yudha. Anna langsung menghampiri Eleanor dan menampar wajahnya.
"Berani sekali kau pergi menghabiskan waktu dengan suamiku? Apa kau tidak tahu jika pria yang sedang pergi bersamamu sudah memiliki seorang istri? Dasar wanita tidak tahu malu!" ucap Anna dengan nada yang tinggi.
Zergan langsung menarik tangan Anna, karena dia tidak suka jika ada orang lain yang berani menyakiti Eleanor.
"Apa yang sudah kau lakukan?" bentak Zergan kepada Anna.
"Zergan, kau membentak ku hanya karena wanita ini?" tanya Anna.
"Zergan, aku ini istrimu. Memangnya apa yang kurang dari diriku sampai-sampai kau berselingkuh dengan wanita lain?" sambungnya.
"Anna, sadarlah! Aku sudah bukan suamimu lagi! Kita sudah lama berpisah karena kau telah berkhianat dengan kekasihmu!"
"Zergan, aku tidak mungkin melakukannya. Kau pasti sedang bercanda denganku, bukan?"
"Kenapa aku harus bercanda denganmu? Kita bukan lagi suami istri, jadi berhenti untuk bersikap seolah-olah kau adalah istriku!"
__ADS_1
Anna pun sangat kesal dan mendorong Eleanor dengan keras. Eleanor hampir saja terjatuh, tapi untungnya ayah Yudha membantunya.
"Dasar wanita tidak tahu malu! Apa yang telah kau lakukan kepada suamiku sampai-sampai dia jadi tergila-gila denganmu?"
Zergan langsung menarik tangan Anna dan menampar wajahnya. Semua orang yang melihatnya pun merasa sangat takut, karena Zergan begitu kasar kepada Anna.
Eleanor langsung menarik lengan Zergan dan menenangkannya.
"Zergan, kau tidak boleh bersikap kasar seperti itu kepada Anna."
"Tapi dia sudah benar-benar melewati batas. Aku tidak bisa membiarkannya seperti ini."
Direktur Farhan menghampiri Eleanor dan Zergan, lalu Direktur Farhan mengatakan hal yang sebenarnya kepada mereka.
"Tuan Zergan, nona Anna mengalami amnesia setelah kecelakaan beberapa hari yang lalu. Nona Anna hanya mengingat sebagian dari masa lalunya. Mungkin sekarang dia berpikir jika Tuan dan dirinya masih suami istri."
Seorang dokter yang pernah menangani Anna sebelumnya datang menghampiri Zergan.
"Tuan, saya adalah dokter yang menangani nona Anna beberapa hari yang lalu. Seharusnya hari ini nona Anna masih harus dirawat di rumah sakit, tapi nona Anna tidak mau dan berusaha untuk melarikan diri agar bisa bertemu dengan Tuan," ucap dokter tersebut.
"Tuan Zergan, jika saya boleh menyarankan. Tuan Zergan bersikaplah seperti suami nona Anna. Nona Anna sekarang sedang amnesia, jadi jika Tuan melakukan hal yang sama seperti di masa lalu nona Anna, kemungkinan besar ingatan nona Anna akan cepat kembali," sambungnya.
Dokter tersebut langsung membantu Anna berdiri dan menyusul Zergan.
"Nona Anna, maafkan tuan Zergan. Tuan Zergan bersikap seperti itu karena dia sedang tertekan karena pekerjaannya," ucap dokter tersebut.
"Zergan, apa benar kau tertekan dengan pekerjaanmu? Jika kau benar-benar sedang tertekan, kau bisa beristirahat selama beberapa hari. Aku akan melayanimu di rumah." Anna memegang kedua tangan Zergan.
Eleanor pun terlihat cemburu melihat Anna memegang tangan Zergan seperti itu dan Zergan hanya diam saja.
Anna kemudian memeluk tubuh Zergan dengan sangat erat. Zergan berusaha untuk melepaskan pelukan itu, tetapi Anna tidak mau melepaskannya.
Eleanor kemudian memalingkan wajahnya dan pergi dari sana. Zergan ingin sekali mengejarnya, tetapi dia tidak bisa.
Kemudian ayah Yudha berjalan cepat dan mengikuti Eleanor. Eleanor menahan air matanya agar semua orang tidak tahu dengan kesedihan yang dia rasakan saat ini.
"Menantuku, tunggu!" Ayah Yudha menarik tangan Eleanor.
"Ada apa, Ayah?" Eleanor pura-pura memasang senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Kau menangis?"
"Tidak, Ayah. Aku sama sekali tidak menangis."
"Lalu apa ini? Matamu memerah. Ayah tahu bagaimana perasaanmu saat ini, tapi kau harus bersabar. Anna pasti akan segera pulih dari keadaannya."
"Ayah, aku tidak tahu apakah aku bisa untuk--"
"Kau bisa. Kau pasti bisa, Menantuku. Ayah akan selalu ada bersamamu. Kau adalah anak perempuan ayah."
Eleanor kemudian tersenyum tapi matanya mengeluarkan air mata. Dia memeluk ayah mertuanya dengan sangat erat.
Dia kini merasakan kasih sayang seorang ayah dari ayah Yudha. Ayah Yudha dan Eleanor saling menyayangi layaknya seorang ayah kandung dan anak perempuan.
Ayah Yudha tidak tega melihat menantunya bersedih seperti itu. Dia kemudian mengajak Eleanor untuk pulang, daripada di sini melihat Zergan bersama Anna.
"Menantu, lebih baik kita pulang sekarang. Ayah tidak ingin kau semakin sedih jika terus berada di sini."
"Tapi bagaimana dengan Zergan?"
"Zergan pasti akan pulang setelah menyelesaikan urusannya."
"Baiklah kalau begitu."
Saat Eleanor dan ayah Yudha sampai di depan pintu keluar, para wartawan kemudian langsung mengerubungi mereka.
"Nona, apa keputusan yang akan Nona ambil setelah kejadian ini?"
"Benar, Nona. Apakah Nona akan mengizinkan nona Anna tinggal satu atap bersama Nona dan juga tuan Zergan?"
"Nona, tolong jawab kami."
"Tuan Yudha, apakah anda akan menerima nona Anna kembali ke kehidupan anak Tuan?"
"Benar, Tuan. Apakah Tuan akan mengizinkan nona Anna kembali menjadi menantu Tuan?"
Direktur Farhan dan beberapa bodyguard pun datang untuk membantu Eleanor dan ayah Yudha dari para wartawan yang mengerumuni mereka.
"Tolong semuanya beri jalan. Nona Eleanor dan tuan Yudha sedang tidak ingin membahas masalah ini."
__ADS_1
"Tolong semuanya menyingkir. Ini adalah masalah pribadi keluarga Alpha."