Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 64


__ADS_3

Pagi harinya, Eleanor merapikan kerah seragam Zico dan juga Daffa. Setelah itu dia menyisir rambut mereka berdua dan memberikan tas kepada mereka.


"Zico, Daffa, sekarang kalian masuk ke mobil ya. Bibi Lea yang akan mengantarkan kalian ke sekolah pagi ini."


"Bibi, terima kasih karena Bibi telah merawatku dengan baik selama aku menginap di sini."


"Sama-sama, Daffa. Bibi menyayangimu sama seperti Bibi menyayangi Zico anak Bibi."


Zergan turun dari lantai atas, kemudian dia menghampiri Zico, Daffa dan Eleanor.


"Selamat pagi, anak-anak."


"Selamat pagi, Ayah."


"Selamat pagi, Paman."


"Kalian sudah siap untuk pergi ke sekolah?"


"Sudah."


"Kalau begitu sekarang kalian masuk ke mobil bersama bibi Lea. Jangan nakal di sekolah dan selalu dengarkan kata Bu Guru, mengerti?"


"Mengerti, Ayah."


"Mengerti, Paman."


"Tuan, Nona, kami permisi dulu."


"Lea, tolong jaga Zico dan Daffa ya."


"Baik, Nona."


Setelah mereka pergi, Zergan berjalan mendekati Eleanor yang sedang merapikan sisir dan juga handuk milik Zico.


Saat Eleanor ingin pergi ke kamar, tiba-tiba Zergan menghadangnya sambil tersenyum.


"Zergan, apa yang kau lakukan?"


"Apa kau tidak ingin pergi ke kantor bersamaku?"


"Tidak."


"Sungguh?"


"Zergan, minggir lah. Kau harus pergi ke kantor sekarang. Tuan Alvaro juga akan datang ke rumah hari ini."


"Untuk apa tuan Alvaro datang ke sini?"


"Zergan, apa kau lupa? Aku akan membintangi film terbaru dan tuan Alvaro akan membawa beberapa berkas untuk aku tandatangani."


"Tapi kau harus ingat jika kau tidak boleh melakukan adegan ciuman dengan pria lain."


"Zergan, aku ingat itu. Kalau begitu sekarang kau harus pergi ke kantor, jangan sampai kau terlambat."


"Baiklah. Kalau begitu sekarang berikan aku sebuah ciuman."


"Ciuman?"


"Iya, berikan suamimu ini sebuah ciuman."


Eleanor hanya diam dan tersenyum, kemudian Zergan menarik leher belakang Eleanor dan membuat Eleanor mencium bibir Zergan.


"Zergan ...." ucap Eleanor.


"Aku akan pergi ke kantor sekarang." Zergan mencium kening istrinya.

__ADS_1


Zergan masuk ke mobilnya dan segera pergi menuju kantor diikuti beberapa bodyguard di belakangnya.


Eleanor pergi ke kamar Zico untuk mengembalikan sisir juga handuk yang telah digunakan, setelah itu dia masuk ke kamarnya. Di sana dia melihat ponsel Zergan yang tergeletak di atas kasur.


"Dia meninggalkan ponselnya lagi?" gumamnya.


Eleanor kemudian tersenyum dan meraih ponsel Zergan. Dia segera turun dan masuk ke dalam mobil.


"Nona, Nona ingin pergi kemana?"


"Zergan meninggalkan ponselnya di kamar, aku harus segera pergi kantor untuk memberikan ponselnya."


"Tapi tuan Zergan tidak mengizinkan Nona pergi ke luar sendirian."


"Tapi aku hanya akan pergi ke kantor, ini tidak akan lama."


"Tetap saja, Nona. Kemanapun Nona ingin pergi, harus adalah bodyguard yang menjaga Nona."


"Baiklah kalau begitu. Perintahkan beberapa orang untuk mengikutiku menggunakan mobil lain, aku akan naik mobil ini sendiri."


"Baik, Nona."


*******


Zergan hendak berjalan menaiki anak tangga, namun tiba-tiba Direktur Farhan menghentikannya.


"Tuan Zergan, sekretaris baru pengganti nona Laura sudah datang."


Dari belakang Direktur Farhan, seorang wanita yang tidak lain adalah Grace berjalan menghampiri mereka berdua.


"Selamat pagi, Tuan," ucap Grace kepada Zergan.


"Tuan Zergan, ini adalah nona Grace yang melamar pekerjaan sebagai sekretaris pribadi Tuan kemarin."


"Kau bisa langsung bekerja. Direktur Farhan, kau jelaskan kepadanya apa saja yang harus dia lakukan sebagai sekretaris."


"Baik, Tuan."


Zergan menaiki anak tangga dan pergi menuju ruangannya. Grace terlihat menyukai Zergan karena dari tadi dia tidak bisa memalingkan pandangannya dari Zergan.


"Pria itu benar-benar tampan dan dingin. Sepertinya dia telah berhasil membuatku jatuh cinta dengannya," batin Grace.


"Nona Grace, ikutlah denganku. Aku akan menunjukkan ruang kerjamu."


"Baik, Direktur Farhan."


Saat Direktur Farhan dan Grace hendak pergi dari sana, Eleanor sampai di depan kantor Zergan.


Semua karyawan dan karyawati memberikan hormat dan tersenyum kepada Eleanor. Direktur Farhan kemudian mengajak Grace untuk menemui Eleanor.


"Selamat pagi, nona Eleanor."


"Selamat pagi, Nona."


"Selamat pagi, semuanya. Kalian kembalilah bekerja."


"Baik, Nona."


Grace yang sudah sampai di depan Eleanor sangat terkejut melihat mantan calon kakak iparnya sedang berdiri di hadapannya.


"Nona Eleanor, selamat pagi."


"Selamat pagi, Direktur Farhan. Siapa dia?"


"Nona, dia adalah sekretaris baru tuan Zergan. Dia yang akan menggantikan nona Laura mulai sekarang."

__ADS_1


"Siapa namamu?"


"N-namaku Grace, Nona."


"Grace, semoga kau betah bekerja di sini. Direktur Farhan, aku harus segera menemui Zergan di atas."


"Silakan, Nona."


Grace tidak tahu jika Grace adalah adik sepupu dari Bian, karena memang Eleanor dan Grace tidak pernah bertemu secara langsung sebelumnya. Tetapi Grace sudah berkali-kali melihat wajah Eleanor di majalah dan juga layar televisi.


Grace menoleh ke arah Eleanor yang sedang menaiki anak tangga. Dia sangat bingung kenapa Eleanor berada di kantor itu dan ingin bertemu dengan Zergan.


"Nona Grace, apa yang sedang kau pikirkan?"


"Direktur Farhan, Nona tadi sangat cantik."


"Nona Eleanor memang sangat cantik. Dia adalah istri dari tuan Zergan, pemilik perusahaan ini."


Grace pun terkejut bukan main. Dia baru tahu jika pria yang baru saja dia suka telah memiliki seorang istri, dan istrinya tidak lain adalah mantan calon kakak iparnya.


"Nona, kenapa kau terdiam?"


"Direktur Farhan, aku hanya tidak menyangka jika tuan Zergan sudah memiliki seorang istri dan istrinya adalah nona Eleanor."


"Nona, kau pasti berpikir jika tuan Zergan itu masih lajang. Dia tidak mungkin menikah dengan seorang wanita karena sikapnya yang dingin seperti itu. Tapi pada kenyataannya tuan Zergan telah menjadi suami dari nona Eleanor dan mereka berdua sudah memiliki seorang anak laki-laki."


"Itu artinya aku harus membuang jauh-jauh perasaanku kepada tuan Zergan. Dia adalah suami dari nona Eleanor dan mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki. Astaga, kenapa dunia sesempit ini? Apa tidak ada pria lain yang bisa membuatku jatuh cinta selain tuan Zergan?" batin Grace.


"Nona, mari aku tunjukkan ruanganmu."


"Baik."


Eleanor masuk ke ruangan Zergan tanpa mengetuk pintu. Dia terlihat bingung karena Zergan tidak ada di dalam.


"Dia tidak ada di dalam? Lalu dia pergi kemana?" gumamnya.


"Kenapa kau di sini?" tanya Zergan yang tiba-tiba muncul di belakang Eleanor.


"Kau dari mana?"


"Aku tadi mencari ponselku, aku pikir aku telah menjatuhkannya."


Eleanor meraih tangan kanan Zergan dan memberikan ponsel kepada Zergan.


"Kau? Dimana kau menemukan ponsel ini?"


"Kau telah meninggalkannya di rumah. Kau selalu saja lupa untuk membawa ponselmu."


"Tapi untungnya aku memiliki istri sepertimu. Jika ponselku tertinggal, kau selalu mengantarkannya ke kantor."


"Zergan, lain kali jangan seperti ini. Bagaimana jika ada pesan penting yang masuk ke ponselmu?"


"Jangan khawatirkan hal itu. Sekarang duduklah di sini."


"Tidak, Zergan. Aku harus segera pulang."


"Tapi kau baru saja datang."


"Aku tahu itu. Tapi kau harus bekerja dan aku harus segera kembali ke rumah. Tuan Alvaro akan segera datang untuk menemuiku."


"Baiklah kalau begitu. Berhati-hatilah di jalan."


"Jangan lupa untuk makan siang ya."


"Iya."

__ADS_1


__ADS_2