Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 9


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian di Paris ....


Terlihat seorang anak kecil sedang melukis di halaman rumah mewah bersama seorang wanita.


Wanita itu bernama Noni. Dia adalah asisten rumah tangga sekaligus baby sitter yang bekerja untuk Eleanor.


Sedangkan anak kecil yang sedang melukis itu adalah anak kandung Eleanor bersama Zergan, dia bernama Zico. Setelah Zico datang ke kehidupan Eleanor, kariernya menjadi semakin cemerlang.


Dia mendapatkan penghargaan sebagai model fashion terpopuler dan paling berpengaruh di Prancis. Namun tak hanya itu, Eleanor juga menjadi seorang aktris muda yang paling berbakat dan juga cantik di Prancis saat itu.


"Zico, sudah dulu ya melukisnya. Sekarang kau harus mandi."


Zico tidak membalas ucapan bi Noni dan hanya diam sambil melanjutkan lukisannya.


Zico adalah seorang anak yang tidak terlalu banyak bicara. Dia tidak mudah berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan orang lain, apalagi jika orang tersebut benar-benar asing baginya.


Zico bersikap seperti itu karena dirinya rindu dengan ayahnya. Tapi sayangnya Eleanor tidak ingin Zico bertemu dengan ayah kandungnya.


"Zico, kenapa kau hanya diam? Apa Bibi ada salah denganmu? Apa kau tidak menyukai salah satu sikap Bibi?"


Bi Noni terus saja bertanya kepada Zico dan membuat Zico sangat marah. Zico kemudian melemparkan kuas dan cat warna yang dia pegang ke lantai.


Zico sangat marah, tetapi dia tetap tidak mengeluarkan sepatah katapun kepada bi Noni. Bi Noni pun ketakutan karena Zico menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.


"Aku tidak tahu kenapa aku menjadi takut melihat Zico yang sedang marah seperti itu," batinnya.


"Zico tidak suka dipaksa. Zico akan mandi kalau Bunda sudah pulang."


"Zico, Zico kan anak baik. Kalau menunggu Bunda pulang, pasti akan lama. Mandi dengan Bibi sekarang ya."


Zico semakin marah karena bi Noni masih memintanya untuk segera mandi. Akhirnya Zico mendorong lukisannya hingga terjatuh dan berlari menaiki anak tangga.


Zico masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya. Bi Noni berusaha untuk membujuknya agar mau keluar, tapi tidak juga berhasil.


"Zico, buka pintunya. Zico mandi dulu ya dengan Bibi. Nanti kalau Bunda sudah pulang, Zico sudah wangi."


"Tapi Zico ingin mandi dengan Bunda, tidak mau dengan Bibi."


"Iya, tapi kan Bunda belum pulang. Zico mandi dulu ya dengan Bibi."


"Zico tidak mau mandi dengan Bibi! Zico cuma mau mandi dengan Bunda!"


Tidak lama setelah itu, Zico mendengar suara mobil Eleanor di depan. Dia pun merasa sangat senang dan segera berlari ke depan rumah.


"Itu suara mobil Bunda."


Zico langsung membuka pintu kamarnya dan berlari menuruni tangga untuk menemui Eleanor.


Eleanor keluar dari mobilnya bersama Lea. Zico pun datang dan memeluk kaki Eleanor, karena tinggi badannya hanya sampai lutut Eleanor.


"Bunda!!"

__ADS_1


"Maaf, Nyonya. Zico tidak ingin mandi dengan saya, Zico hanya ingin mandi dengan Nyonya."


"Tidak apa-apa. Aku yang akan mengurusnya, kau pergi ke dapur saja."


"Baik, Nyonya."


"Bunda, kenapa Bunda pergi bekerja lama sekali? Apa Bunda tidak merindukanku?"


"Bunda sangat merindukanmu. Tapi Bunda juga harus bekerja, Bunda tidak bisa terus berada di rumah bermain dengan Zico."


"Bunda ...."


"Zico mau makan pizza bersama Bunda?"


"Bunda membeli pizza?"


"Bunda membeli banyak pizza."


Lea mengambil beberapa tumpuk pizza dari dalam mobil dan menunjukkannya kepada Zico.


"Bunda, pizza sebanyak ini untuk apa?"


"Zico, di rumah kita ada banyak sekali orang. Kita akan memakan pizza itu bersama-sama nanti."


"Pelayan, tolong bantu Lea untuk membawa semua pizza itu ke dalam."


"Baik, Nyonya."


"Iya, Bunda."


Eleanor menggandeng salah satu tangan anaknya dan mengajaknya masuk. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering dan Eleanor langsung mengeluarkannya dari dalam tas.


"Zico, Bunda angkat telepon sebentar ya."


"Iya, Bunda."


"Halo. Apa benar ini nomor nona Eleanor?"


"Iya, benar. Jika boleh saya tahu, anda siapa ya?"


"Saya Direktur Robert. Kita baru bertemu tadi pagi."


"Tuan Robert, maafkan saya. Saya tidak tahu jika ini nomor anda."


"Tidak masalah, Nona."


"Kalau boleh saya tahu, ada keperluan apa Tuan menghubungi saya?"


"Nona, melihat banyak sekali prestasi yang telah Nona raih dalam dunia modeling dan acting, saya ingin mengajak Nona untuk bertemu dengan rekan saya yang berada di Indonesia."


"Maksud Tuan?"

__ADS_1


"Saya ingin Nona ikut bersama saya untuk bertemu dengan rekan saya di Indonesia. Dan kemungkinan kita akan menetap di sana, karena rekan saya ingin sekali Nona menjadi artis mereka."


"Mohon maaf sebelumnya, Tuan. Tapi saya dan anak saya sudah terlanjur nyaman di negara ini dan pekerjaan saya di sini juga baik-baik saja."


"Saya mengerti, Nona. Tapi jika Nona mau bekerja sama dan menandatangani kontrak dengan rekan saya, nama Nona akan semakin dikenal oleh dunia. Bukankah hal itu yang selama ini Nona harapkan? Menjadi populer dan dapat memberikan sebagian gaji Nona untuk orang-orang yang kurang mampu."


"Tapi darimana Tuan tahu jika hal itu yang saya harapkan?"


"Nona, saya adalah tuan Robert. Saya bisa mencaritahu apapun tentang Nona dengan sangat cepat. Saya juga tahu jika Nona telah hamil sebelum menikah, tapi hal itu tidak akan mempengaruhi karier Nona sama sekali."


"Bagaimana, Nona? Apakah Nona setuju jika kita akan pergi ke Indonesia?"


"Saya harus memikirkannya kembali, Tuan."


"Baiklah. Saya akan menunggu keputusan dari Nona."


"Baik, Tuan."


*******


Tuan Robert yang saat itu sedang duduk di dalam mobil, dia kemudian menghubungi nomor seseorang.


"Halo, Tuan. Saya sudah melakukan tugas yang Tuan berikan dan Nona Eleanor akan memberikan keputusannya kepada saya."


"Bagus. Kau harus pastikan jika Eleanor mau kembali ke Indonesia. Aku sudah sangat merindukannya, aku tidak sabar untuk bertemu dengan dia."


"Baik, Tuan. Nona Eleanor pasti akan kembali ke Indonesia."


"Berapa usia anak kami sekarang?"


"Anak Tuan dan nona Eleanor sekarang sudah menginjak usia 5 tahun."


"5 tahun? Siapa namanya?"


"Namanya Zico, Tuan."


"Sudah bertahun-tahun Eleanor meninggalkanku, dia juga telah menjauhkanku dari anak kami. Aku akan buat dia menyesal karena telah melakukan hal itu."


"Apa lagi yang kau ketahui tentang mereka? Apa kau memiliki foto Zico?"


"Tidak, Tuan. Nona Eleanor tidak menyekolahkan Zico di sekolah umum seperti anak-anak lainnya."


"Kenapa?"


"Karena nona Eleanor tidak ingin orang lain mengetahui identitas Zico yang sebenarnya. Selain itu, Zico juga sangat sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain karena suatu hal."


"Sulit berkomunikasi?"


"Benar, Tuan. Yang saya dengar, Zico tidak memiliki teman sama sekali karena dia sulit untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Dia juga tidak terlalu suka jika ada orang asing yang mendekatinya."


"Baiklah kalau begitu. Yang terpenting sekarang kau harus meyakinkan Eleanor agar dia mau kembali ke Indonesia."

__ADS_1


"Baik, Tuan. Saya akan melakukan seperti yang Tuan perintahkan."


__ADS_2