
Eleanor turun dari tangga dan dia melihat Lea ingin pergi dari sana.
"Lea, kau mau pergi kemana?"
"N-nona, aku hanya ingin pergi keluar sebentar. Maaf jika aku tidak meminta izin kepadamu sebelumnya, karena tadi aku melihat Nona sedang bersama dengan tuan Zergan. Jadi aku berpikir aku akan pergi tanpa memberitahu Nona."
"Tapi siang-siang begini kau mau pergi kemana, Lea?"
"Nona, aku sedang ada janji dengan temanku. Jadi aku harus pergi untuk menemuinya. Nona mengizinkanku, bukan?"
"Tentu saja aku mengizinkanmu, Lea."
"Terima kasih, Nona."
Lea tersenyum dan pergi meninggalkan Eleanor. Tapi belum jauh dia melangkah, Eleanor tiba-tiba menghentikannya.
"Tunggu dulu, Lea."
Lea kemudian membalikkan tubuhnya dan menatap Eleanor.
"Siapa teman yang akan kau temui? Aku tidak biasanya melihatmu tersenyum senang seperti ini saat kau akan pergi menemui temanmu. Temanmu yang mana yang akan kau temui?" tanya Eleanor sambil tersenyum.
Lea hanya diam dan tersenyum malu.
"Lea, aku bertanya kepadamu. Apakah dia adalah teman yang sangat spesial bagimu? Atau jangan-jangan kau diam-diam telah memiliki seorang kekasih?"
"Tidak, Nona. Dia bukan kekasihku."
"Lea, beri tahu aku. Aku tidak akan membatasi dirimu. Kau berhak memiliki kebebasan dan melakukan sesuatu yang kau mau. Bukankah aku pernah mengatakan kepadamu jika kau sudah aku anggap seperti temanku sendiri. Itu sebabnya aku tidak ingin kau memanggil dirimu sendiri dengan sebutan saya saat berbicara denganku."
"Nona, aku tahu itu."
"Baiklah, kalau begitu ceritakan kepadaku. Siapa teman yang ingin kau temui?"
"Nona, dia adalah tuan Felix. Hari ini dia mengajakku untuk bertemu. Dia mengatakan jika ada sesuatu yang ingin dia sampaikan kepadaku."
"Maksudmu Felix asisten pribadinya Bian?"
"Benar, Nona."
"Tapi sejak kapan kalian berteman?"
"Kami berteman dan menjadi dekat beberapa minggu yang lalu."
"Lea, sepertinya kau sangat menyukai Felix."
"Tidak, Nona. Aku tidak menyukainya. Maksudku kami berdua hanya berteman baik."
"Baiklah, terserah kau saja. Sekarang pergilah dan temui Felix, aku tidak akan menghalangimu."
"Terima kasih, Nona."
Eleanor pun tersenyum setelah mengetahui jika sekarang Lea dekat dengan seorang pria.
__ADS_1
"Lea juga berhak bahagia. Dia selalu membantuku selama ini," batinnya.
Lea pun segera masuk ke mobilnya dan bergegas untuk menemui Felix di sebuah taman. Sesampainya di sana, Lea langsung memarkirkan mobilnya dan pergi menuju taman.
Di sana dia mencari-cari keberadaan Felix yang katanya sudah menunggu Lea di sana.
"Apa dia sudah berbohong kepadaku? Aku tidak melihatnya ada di taman ini," gumamnya.
Saat Lea membalikkan tubuhnya, dia dikejutkan dengan keberadaan Felix di depannya.
"Felix, kau mengagetkanku saja."
"Maafkan aku."
"Kenapa kau meminta maaf? Ini bukan kesalahanmu."
"Aku telah membuatmu terkejut, jadi aku meminta maaf."
"Lalu kenapa kau mengajakku bertemu di taman ini? Kau bilang ada sesuatu yang penting yang ingin kau katakan kepadaku? Apa itu?"
Felix kemudian tersenyum dan menunjukkan sebuket bunga mawar kepada Lea.
"Felix, bunga ini?"
"Lea, kita memang baru beberapa minggu berteman. Tapi asal kau tahu, aku jatuh cinta denganmu sejak pertama kali kita bertemu. Kau wanita yang sangat baik, kau cantik dan jujur. Aku ingin kau menjadi kekasihku."
"Felix, apa kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu?"
"Aku tidak pernah berbohong tentang perasaanku, Lea. Aku sangat mencintaimu dan aku ingin kau menjadi kekasihku."
"Itu artinya kau mau menjadi kekasihku?"
"Aku mau."
Felix kemudian langsung memeluk Lea dengan erat, begitupun dengan Lea. Felix melepaskan pelukan itu dan memberikan bunganya kepada Lea.
"Lea, terima kasih. Hari ini kau membuatku merasa sangat bahagia."
"Felix, hari ini kau juga membuatku merasa sangat bahagia."
"Lea, untuk saat ini kita adalah sepasang kekasih. Tapi aku berjanji kepadamu, aku akan menikahimu jika kau dan aku sudah benar-benar siap."
"Felix, aku akan menunggu saat itu. Aku senang karena sekarang aku tahu jika kau juga mencintaiku."
Mereka berdua pun menghabiskan waktu setengah hari untuk bersama. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang karena Felix mendapatkan panggilan dari Bian.
"Felix, berhati-hatilah di jalan," ucap Lea.
"Kau juga. Aku akan menghubungimu nanti malam," balas Felix.
"Baiklah," Lea tersenyum senang.
Mereka masuk ke mobil mereka masing-masing dan pulang. Sesampainya di rumah, Lea kembali bertemu dengan Eleanor.
__ADS_1
"Lea, kau terlihat sangat bahagia. Apa yang terjadi?"
"Nona, hari ini Felix menyatakan cinta kepadaku. Aku tidak percaya jika selama ini dia juga mencintaiku."
"Lalu bagaimana? Apa kau menerimanya?"
"Iya, aku menerimanya."
"Lea, selamat."
"Terima kasih, Nona."
Setelah itu Zergan datang dan melihat Eleanor juga Lea sedang tersenyum.
"Apa yang terjadi? Kenapa kalian terlihat sangat senang?"
"Zergan, ternyata pria yang dicintai Lea juga mencintainya. Dan hari ini pria itu menyatakan cintanya kepada Lea secara langsung."
"Lalu kenapa kau yang sepertinya terlihat sangat senang?"
"Zergan, apa maksudmu? Lea adalah temanku, jadi apapun yang membuatnya senang aku pasti juga akan ikut ikut senang."
"Siapa pria itu?"
"Tuan, pria itu adalah Felix."
"Felix siapa?"
"Asisten pribadi tuan Bian."
Eleanor langsung menatap Zergan, karena dia tahu jika Zergan tidak akan senang ketika mendengar nama Bian.
"Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan asisten pribadi Bian??"
"Tuan, saya hanya menjalin hubungan dengan Felix. Tuan Bian tidak ada hubungannya dengan hal ini."
"Tetap saja! Aku tidak suka jika ada salah satu dari anggota keluarga ataupun anggota perjsahaanku menjalin hubungan dengan Bian!"
"Zergan, kenapa kau bersikap seperti itu kepada Lea? Dia juga memiliki hak untuk hidup bahagia dan menjalin hubungan dengan pria yang dia cintai."
"Tapi aku hanya tidak ingin dia tidak profesional ketika bekerja."
"Tuan, saya berjanji akan tetap profesional dalam bekerja. Tapi saya mohon, Tuan jangan apa-apakan Felix."
"Zergan, kau sudah berjanji kepadaku jika kau akan merubah sikapmu yang pemarah seperti ini. Aku tidak menyukainya, Zergan."
"Tolong kendalikan dirimu. Felix dan Lea saling mencintai, tolong jangan kau pisahkan mereka seperti dulu kau memisahkan aku dan juga Bian."
"Kenapa kau masih menyebut nama itu? Apa kau sebenarnya masih memiliki perasaan terhadapnya? Lalu apakah kau hanya berpura-pura mencintaiku?"
"Zergan, cukup! Aku sudah berkali-kali mengatakan jika aku tidak lagi mencintai Bian. Aku hanya mencintaimu, tapi entah kenapa kau selalu menghubungkan Bian dengan semua urusan di rumah ini."
"Kau tidak seharusnya membatasi Lea seperti itu. Dia adalah seorang wanita, sama sepertiku. Dia juga memiliki perasaan seperti kita, kau seharusnya--"
__ADS_1
Ucapan Eleanor terhenti saat Zergan tiba-tiba mencium bibirnya. Lea yang melihat hal itupun langsung menundukkan pandangannya.
Dia sangat gugup melihat atasannya bermesraan di depan matanya.