
Zico dan Daffa berlari menghampiri Lea yang sedang berdiri di samping mobil.
"Bibi!"
"Bibi!"
"Zico, Daffa, kita pulang sekarang?"
"Bibi, apa Ayah dan Bunda ada di rumah?"
"Tidak, Zico. Ayah dan bundamu sedang berada di kantor, mereka ada pekerjaan."
"Kalau begitu Bibi antarkan kami ke kantor ya."
"Tidak bisa, Zico. Kau harus pulang dan beristirahat di rumah bersama Daffa. Jika kau datang ke kantor, kau akan mengganggu ayah dan bundamu nanti."
"Bibi, aku tidak akan membuat keributan di sana. Tolong antarkan aku dan Daffa ke kantor Ayah."
"Baiklah kalau begitu. Tapi sebelum ke kantor, kalian harus pulang untuk makan dan mengganti pakaian kalian."
"Baik, Bibi."
Zico dan Daffa pun saling tersenyum, kemudian mereka saling mengedipkan mata.
*******
Anna kini telah sampai di depan kantor Zergan. Dia berjalan dengan cepat masuk ke kantor tersebut.
Di dalam, dia melihat Eleanor, tuan Alvaro dan juga Julia sedang mengobrol di sana. Anna pun dengan segera menghampiri mereka dan mengguyur wajah Eleanor dengan minuman dingin yang berada di atas meja.
Eleanor, tuan Alvaro dan Julia berdiri karena terkejut dengan hal yang dilakukan oleh Anna.
"Anna, apa yang kau lakukan?" tanya Eleanor dengan kesal.
"Itu adalah pelajaran untukmu karena tadi malam kau telah sengaja memasukkan obat tidur ke dalam minumanku. Kau tidak ingin aku tidur dengan suamiku sendiri, itu sebabnya kau melakukan hal rendahan seperti itu," balas Anna dengan ketus.
"Hal rendahan katamu? Lalu bagaimana denganmu yang sengaja membohongi semua orang jika kau sedang hilang ingatan? Aku tahu jika kau sedang berbohong, kau berbohong agar kau bisa kembali bersama suamiku." Eleanor berbicara dengan nada tinggi.
"Hey! Jangan berbicara menggunakan nada tinggi denganku! Aku adalah istri dari pemilik perusahaan ini!" Anna mengarahkan jari telunjuknya ke wajah Eleanor.
"Jangan berani menunjukku seperti itu, Anna! Kau benar-benar tidak tahu malu! Kau sudah membohongi semua orang, tapi kau bersikap seolah-olah yang kau katakan adalah benar."
"Nona Eleanor, jaga bicaramu! Aku tidak ingin melihatmu lagi di kantor suamiku ataupun di rumah suamiku! Sekarang keluarlah dari kantor ini!"
__ADS_1
"Anna!" teriak Zergan.
Anna pun terkejut melihat kedatangan Zergan dan ayah Yudha. Dia dengan segera menurunkan tangannya.
"Jangan berani kau mengusir istriku dari kantor ini!"
"Zergan, apa maksudmu? Aku adalah istrimu, bukan dia."
"Cukup! Aku sudah tidak ingin mendengar kebohonganmu lagi! Aku sudah mengetahui semuanya, kau hanya berpura-pura hilang ingatan agar kau bisa tinggal satu rumah denganku."
"Zergan, aku sama sekali tidak mengerti. Kebohongan apa yang kau maksud? Sshh ...."
Anna berpura-pura memegang kepalanya dan menjatuhkan dirinya ke arah Zergan. Tetapi Zergan mendorong tubuh Anna karena dia sudah muak dengan semua kebohongan itu.
"Zergan, kau mendorongku?"
"Cukup! Sekarang dengarkan rekaman suara ini! Dengarkan dengan baik, Anna!"
Zergan memutar rekaman suara yang ada di dalam ponselnya. Semua orang termasuk orang yang bekerja di kantor Zergan pun berkerumun mendengarkan rekaman suara tersebut.
"Aku sengaja mengikuti permainanmu agar aku bisa membongkar semua kebohongan yang telah kau lakukan. Istriku benar, kau memang wanita yang tidak tahu malu," ucap Zergan.
"Astaga, ternyata nona Anna telah melakukan hal yang rendah untuk bisa kembali bersama tuan Zergan," ucap salah satu karyawan.
"Jadi mantan istri tuan Zergan berbohong jika dirinya sedang hilang ingatan? Aku tidak pernah menyangka jika wanita seperti dirinya akan melakukan hal serendah ini," batin Julia.
"Zergan, maafkan aku. Aku melakukan semua ini karena aku masih sangat mencintaimu, aku ingin kembali bersamamu."
Anna jongkok dan memeluk kaki Zergan sambil memohon.
"Zergan, aku mohon. Jangan mengusirku dari kehidupanmu, Zergan. Kau tahu jika aku tidak akan bisa hidup tanpamu."
Eleanor menghampiri Anna dan menarik tangannya agar berdiri.
"Aku peringatkan sekali lagi kepadamu, Anna! Jangan berani kau menyentuh suamiku! Karena aku tidak akan terima jika kau melakukan hal itu."
"Ini semua karena ulahmu, Eleanor! Kau yang telah menghancurkan hidupku! Kau telah merebut Zergan dari hidupku!"
Tidak lama setelah itu, Zico datang bersama Daffa dan juga Lea.
"Bunda! Ayah!"
Semua orang pun menoleh ke arah Zico. Anna menatap Eleanor, kemudian dia secepatnya menghampiri Zico dan menarik tangannya.
__ADS_1
"Bibi, lepaskan aku!"
"Diam! Aku tidak akan membiarkan ibumu hidup dengan tenang! Jika aku tidak bahagia dengan kehidupan yang aku jalani karena kehilangan seseorang yang sangat aku cintai, maka ibumu juga harus merasakan pahitnya hidup tanpa seseorang yang sangat dia cintai!"
Anna menarik tangan Zico dan ingin membawanya pergi ke atas gedung. Semua orang berusaha untuk menghentikan Anna, tapi dia mengancam akan menjatuhkan Zico dari atas tangga jika ada orang yang berani mendekatinya.
Anna pun segera naik lift bersama Zico, sedangkan yang lainnya berlari menaiki anak tangga. Anna sudah sampai di atas gedung dan membawa Zico ke pinggir.
"Penyihir jahat, lepaskan aku!"
"Diam kau! Aku akan menjatuhkan mu dari atas gedung dan kau tidak akan bisa melihat ibumu lagi."
Semua orang sudah sampai di atas gedung dan mereka terlihat sangat khawatir.
"Bunda, tolong aku!"
"Penyihir jahat! Cepat lepaskan temanku!"
"Aku tidak akan melepaskan temanmu ini. Aku akan menjatuhkannya dari sini dan kau tidak akan pernah melihatnya lagi."
Anna menghadapkan Zico ke bawah gedung. Zico pun sangat ketakutan dan berusaha untuk mendorong Anna, tetapi dia tidak bisa.
Di bawah sudah banyak orang yang ketakutan melihat kejadian tersebut. Beberapa orang hanya berteriak, sedangkan sebagian lainnya mempersiapkan tempat yang bisa digunakan apabila ada seseorang yang jatuh dari gedung tersebut.
Eleanor menarik tangan Anna dari belakang tanpa sepengetahuan Anna, kemudian dia menampar wajahnya. Zico pun memanfaatkan waktu itu untuk melepaskan diri dari Anna.
"Berani sekali kau mengancam nyawa anakku! Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang, Anna!"
"Kau tidak akan membiarkanku hidup tenang, tetapi aku tidak akan membiarkanmu hidup lagi!"
Anna dengan segera mendorong tubuh Eleanor dari gedung tersebut. Semua orang pun terkejut, lalu Zergan berlari dan ikut terjun menyusul Eleanor.
"Zergan!"
"Ayah!"
Anna melihat ke bawah dan ketakutan melihat pria yang dicintainya menjatuhkan dirinya sendiri dari atas gedung demi menyelamatkan nyawa Eleanor.
Eleanor menutup kedua matanya, dia akan menerima jika hari itu juga dia harus pergi dari dunia ini.
Tapi ternyata Zergan dapat meraih tubuh istrinya. Eleanor pun membuka kedua matanya dan tidak percaya jika Zergan sengaja terjun dari atas gedung demi menyelamatkannya.
Zergan dan Eleanor saling berpelukan dan mereka pun jatuh di tempat yang sudah dipersiapkan oleh beberapa orang tadi. Tidak ada satupun dari mereka yang terluka.
__ADS_1