
Zergan turun dari mobilnya, lalu membukakan pintu mobil untuk Eleanor. Zergan kemudian meminta Eleanor untuk menggandeng tangannya dan Eleanor menurutinya.
Mereka berdua pun masuk ke rumah mewah milik tuan Riky. Tetapi saat mereka telah berkumpul dengan tamu undangan lainnya, mereka malah bertemu dengan Anna.
Anna tersenyum dan segera menghampiri Eleanor juga Zergan.
"Kalian juga datang ke sini?" tanya Anna basa-basi.
"Tuan Riky adalah rekan bisnisku, sudah pasti dia mengundangku ke pesta pernikahannya," balas Zergan dengan ketus.
Senyuman Anna berubah ketika melihat Eleanor menggandeng tangan Zergan. Eleanor yang melihat Anna tidak suka jika dia menggandeng tangan Zergan, dia pun melepaskan gandengannya dengan tangan Zergan.
"Kenapa kau melepaskan tanganku?" tanya Zergan dengan wajah yang kesal.
"Tanganku terasa sedikit pegal, jadi aku melepaskan tanganmu. Lagipula di sini ada banyak orang, aku merasa tidak nyaman jika banyak orang yang memperhatikan kita karena kita bergandengan tangan," balas Eleanor dengan ucapan bohong.
"Wah, hebat sekali dia. Dia mengatakan hal itu agar dia bisa membohongiku. Aku tahu jika kau juga mencintai Zergan, Eleanor." Anna membatin.
Tuan Riky kemudian datang menghampiri mereka bersama dengan istrinya.
"Tuan Zergan."
"Tuan Riky, selamat atas pernikahanmu. Semoga kalian berdua selalu bahagia."
"Terima kasih, Tuan. Aku senang sekali karena kau datang ke acara ini bersama nona Eleanor."
"Nona, terima kasih telah datang ke acara pernikahan kami."
"Sama-sama, nona Hanna. Aku senang karena sekarang kau telah menikah dengan pria yang kau cintai."
"Kau benar, Nona. Aku juga sangat senang malam ini, karena kau mau datang bersama tuan Zergan."
"Nona Eleanor, istriku ini sangat menyukaimu. Dia selalu bertanya kepadaku tentang siapa yang paling cantik diantara kalian. Jika aku menjawab dia yang paling cantik, dia pasti akan mengatakan jika nona Eleanor adalah yang tercantik. Tetapi jika aku mengatakan nona Eleanor yang cantik, dia pasti akan marah dan berpikir aku tidak mencintainya."
"Kenapa kau mengatakan hal itu dihadapan para tamu? Aku merasa sangat malu."
"Kenapa harus malu? Bukankah yang aku katakan itu memang benar?"
Mereka berempat kemudian tertawa kecil, sedangkan Anna terlihat kesal karena dirinya tidak dianggap di sana.
"Nona Hanna, selamat atas pernikahanmu," ucap Anna.
"Terima kasih, Nona. Tapi siapa namamu?" tanya Hanna karena belum pernah bertemu dengan Anna.
"Sayang, ini adalah nona Anna. Aku yang telah mengundangnya ke acara pernikahan kita," balas Riky.
__ADS_1
"Maafkan aku nona Anna. Aku tidak mengenalmu karena aku baru bertemu denganmu di acara pernikahanku."
"Oh, tidak masalah. Semoga kau dan tuan Riky selalu bahagia, dan jangan sampai ada orang ketiga diantara hubungan kalian. Semoga nasibmu tidak seperti nasibku, Nona."
"Nona Anna, apa maksudmu?"
"Aku hanya ingin kau selalu menjaga tuan Riky dengan baik, jangan sampai wanita lain merebut tuan Riky darimu." Anna melirik Eleanor.
"Nona Anna, aku rasa kau terlalu berlebihan dengan hal ini."
"Tuan Riky, aku mengatakan hal ini karena aku pernah berada di posisi itu. Aku kehilangan suamiku karena ulah wanita lain."
"Kenapa kau selalu menyalahkan Eleanor tentang hal ini? Perpisahan kita terjadi karena ulahmu sendiri dan Eleanor sama sekali tidak tahu tentang hal itu."
"Kau selalu saja membelanya."
"Aku mengatakan hal yang sebenarnya, tidak mengatakan hal yang bohong sepertimu!"
"Zergan, tahan amarahmu! Jangan sampai kau mengacaukan hari penting bagi tuan Riky dan nona Hanna."
"Nona Anna, aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi tolong jangan sampai kau memancing keributan di sini. Kau dan tuan Zergan sudah tidak memiliki hubungan apapun. Aku rasa kau harus menerima kenyataan jika sekarang tuan Zergan sangat mencintai nona Eleanor."
Hanna dan Riky mengajak Zergan dan Eleanor untuk menuju ke pinggir kolam. Karena mereka berdua akan segera memotong kue pernikahan.
Anna pun semakin kesal karena mereka semua mengabaikan dirinya.
Dari kejauhan, Bian terlihat sedang memperhatikan Eleanor yang tangannya terus digenggam oleh Zergan.
"Eleanor terlihat tidak bahagia bersama Zergan. Dia tidak boleh menikah dengan Zergan jika dia tidak bahagia. Aku harus berbicara dengannya."
Eleanor sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman karena Zergan terus menggenggam tangannya. Eleanor pun melepaskan genggaman itu dan seperti yang dia duga, Zergan memasang wajah yang kesal.
"Aku haus. Aku akan pergi mengambil minuman."
"Aku akan meminta pelayan agar mengambilkan minuman untukmu."
"Tidak usah. Aku akan pergi mengambilnya sendiri."
"Aku akan menemanimu."
"Zergan, aku mohon. Sampai kapan kau akan seperti ini? Aku hanya ingin mengambil minuman, aku tidak ingin lari darimu. Tolong berikan aku sedikit kebebasan."
"Aku akan terus memperhatikanmu. Pergilah sekarang dan cepat kembali."
"Baiklah."
__ADS_1
Eleanor pergi ke tepi kolam dan mengambil gelas yang berisi jus. Kemudian Anna tiba-tiba datang dan pura-pura tersandung.
Anna dengan sengaja menumpahkan jus di dress yang Eleanor kenakan.
"Nona Eleanor, aku benar-benar tidak sengaja. Tolong maafkan aku."
Eleanor sangat kesal, tetapi dia berusaha untuk tidak marah kepada Anna. Eleanor malah tersenyum kepada Anna.
"Nona Anna, aku tahu jika kau sengaja melakukan hal ini kepadaku. Kau tidak bisa mendapatkan hati Zergan, itu sebabnya kau berusaha untuk menyingkirkanku."
Eleanor pun pergi meninggalkan acara itu dan pergi ke toilet. Zergan hendak mengikuti Eleanor, tetapi saat itu tuan Riky memintanya untuk tetap berada di sampingnya.
Bian melihat Eleanor pergi ke kamar mandi, lalu dia menyusulnya.
Eleanor masuk ke salah satu toilet dan segera membersihkan bagian dress-nya yang basah.
Bian berjalan pelan masuk ke toilet tersebut dan sontak membuat Eleanor berteriak.
Suara teriakan tersebut terdengar sampai di tempat pesta berlangsung. Tetapi hanya Zergan yang mendengar teriakkan tersebut, sedangkan orang lain tidak mendengarnya.
Bian sangat panik dan membekap mulut Eleanor.
"Ssttt ...."
"El, ini aku. Aku akan melepaskan tanganku jika kau tenang. Jangan berteriak, oke?"
Eleanor pun mengangguk dan Bian melepaskan tangannya dari mulut Eleanor.
"Bian, apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku sangat merindukanmu, El. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu."
"Bian, kau harus keluar dari sini. Bagaimana jika ada orang lain yang melihat kita di sini?"
"Aku tidak peduli. Aku tahu kau masih sangat mencintaiku, dan aku ingin kau mengatakan hal itu."
"Bian, aku mohon pergi dari sini."
"El, dengarkan aku! Kau mungkin bisa membohongi semua orang, tetapi kau tidak bisa membohongiku."
"Aku sangat yakin jika kau masih sangat mencintaiku. Kenapa kau tidak mau berkata jujur?"
"Bian, aku memang sangat mencintaimu, tapi itu semua dulu. Sekarang aku telah memiliki anak dengan Zergan dan aku sangat menyayangi anakku. Aku dan Zergan juga akan segera menikah, kau tidak bisa bersikap seperti ini kepadaku."
"Kau berbohong, El! Kau berbohong!"
__ADS_1
"Kau pasti terpaksa menuruti permintaannya, bukan? Dia pasti telah mengancammu."
"El, katakan kepadaku jika kau hanya mencintaiku! Kau tidak mencintai Zergan, katakan kepadaku!"