
Di kediaman rumah Bian ....
"Tuan, apakah Tuan akan menghadiri undangan pernikahan itu?" tanya asisten pribadi Bian yang bernama Felix.
"Aku akan datang ke acara itu karena tuan Riky adalah rekan bisnisku. Aku tidak mungkin tidak datang, karena dia juga telah mengundangku," balas Abian.
"Felix, apa saja jadwalku hari ini?"
"Siang ini Tuan ada pertemuan dengan Direktur Farhan di perusahaan Alpha."
"Tunggu dulu!"
"Ada apa, Tuan? Apa ada masalah?"
"Bukankah perusahaan itu adalah milik Zergan Alpha?"
"Benar, Tuan. Apa Tuan ingin membatalkan pertemuan ini?"
"Tidak. Aku justru ingin secepatnya pergi ke perusahaan itu."
Setelah beberapa jam, akhirnya kini tiba waktunya untuk Bian datang ke perusahaan milik Zergan.
Bian masuk ke mobilnya dan diikuti oleh beberapa mobil bodyguard dan asisten pribadinya dari belakang.
Sesampainya di kantor, salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk Bian. Di saat yang bersamaan juga, Zergan datang bersama dengan Eleanor.
Bian pun terdiam kaku melihat mantan calon istrinya berada tepat di depan matanya bersama Zergan.
"El, sudah sangat lama kita tidak bertemu. Bahkan sampai sekarang aku belum bisa melupakanmu. Aku masih mencintaimu," batin Bian.
"Bian, aku tidak percaya akan bertemu denganmu di sini. Tapi aku masih ingat betapa kau sangat membenci Zico saat dia masih berada di dalam perutku. Kau ingin sekali aku menggugurkannya, Bian," batin Eleanor.
Bian berjalan dengan cepat ke arah Eleanor dan ingin sekali memeluknya, tetapi tiba-tiba Zergan menarik tangannya.
"Jangan berani-berani kau mendekati wanitaku!" seru Zergan.
"Apa maksudmu? Eleanor adalah calon istriku!" balas Bian.
"Dia memang calon istrimu, tapi itu dulu. Sekarang dia telah menjadi seorang ibu dari anakku dan kami akan segera menikah."
"El, apa maksud ucapannya? Kau tidak mungkin menikah dengan pria lain. Kita saling mencintai dan kita akan segera menikah."
"Bian, maafkan aku. Jika saat itu kau tidak mengancam keselamatan calon bayiku, kita mungkin sudah menikah saat itu. Tapi kau sendiri yang memaksaku untuk melakukan semua ini."
"El, aku hanya ingin kau mengandung anak kita, bukan anak dari pria lain."
"Tapi aku adalah seorang wanita, Bian. Saat itu aku sedang mengandung, aku tidak mungkin membunuh calon bayiku sendiri."
__ADS_1
"El ...."
Bian mendekati Eleanor dan menyentuh pipi kirinya, kemudian Zergan tidak terima dan memukul wajahnya.
"Aku sudah mengatakan kepadamu! Jangan berani-berani kau menyentuh wanitaku! Kau juga telah berani meminta Eleanor untuk menggugurkan bayi yang ada di kandungannya. Aku tidak akan pernah memaafkanmu!"
Zergan hendak memukul wajah Abian kembali, tetapi Eleanor menghalanginya dengan berdiri di depan Bian.
Semua karyawan yang berada di kantor tersebut pun melihat pertengkaran itu.
"Zergan, aku mohon. Jangan pukuli Bian lagi."
"Kenapa kau membelanya? Apa kau masih mencintainya?"
Eleanor hanya diam dan menundukkan kepalanya karena takut jika harus menjawab iya kepada Zergan. Tetapi dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika dia masih memiliki perasaan terhadap Bian.
Zergan kemudian menarik lengan Eleanor dan mengangkat dagunya.
"Jawab aku! Apa kau masih mencintai pria itu?" ucap Zergan dengan nada yang pelan.
Eleanor tidak menjawab pertanyaan dari Zergan karena menahan rasa sakit pada lengannya yang masih digenggam Zergan dengan kuat.
"Jawab aku!" bentak Zergan.
"Jangan membentaknya seperti itu!" ucap Bian.
"Jawab aku, El! Apa kau masih mencintainya?"
Bian kemudian memukul wajah Zergan, lalu Zergan membalas dengan memukul Bian.
Semua orang hanya diam melihat perkelahian tersebut karena tidak ada yang memerintahkan mereka, sedangkan Eleanor berusaha untuk melerai keduanya.
"Zergan, Bian, cukup! Semua orang memperhatikan kalian di sini."
Tanpa banyak bicara, Zergan langsung menarik tangan Eleanor dan membawanya masuk ke kantor. Tetapi langkah kaki mereka dihentikan oleh Bian.
Bian menarik lengan Eleanor dan memintanya agar tidak pergi bersama Zergan, tetapi Zergan semakin kuat menarik tangan Eleanor.
"Bagaimana bisa dia akan menikah dengan Eleanor?"
"Tuan, pria itu adalah pria yang telah membuat nona Eleanor hamil. Selama ini kita tidak mengetahui tentang berita yang beredar karena kita pergi ke luar negeri dan baru beberapa hari di Indonesia."
"Berani sekali Zergan menyentuh Eleanor ku! Aku tidak akan membiarkannya tetap hidup!"
"Tuan, apa yang akan Tuan lakukan?"
"Aku akan membunuh pria itu. Dia telah berani merenggut Eleanor dariku."
__ADS_1
"Tuan, Tuan tidak bisa melakukan semua itu. Karena ini adalah kantor tuan Zergan, tuan Zergan bisa saja melaporkan Tuan ke polisi karena telah mengganggu ketenangan di kantor ini."
"Tuan, jika Tuan mau, saya bisa membatalkan pertemuan ini dengan Direktur Farhan."
"Kau tidak perlu membatalkan pertemuan itu. Aku hanya ingin kau menghubungi Direktur Farhan dan mengubah tempat pertemuan."
"Baik, Tuan. Saya akan mengaturnya."
Zergan membawa Eleanor ke ruangannya. Sesampainya di sana, Zergan langsung menjatuhkan Eleanor ke atas sofa.
"Zergan ...."
"Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya jika kau masih mencintainya?"
"Zergan, tenanglah. Aku harus mengompres luka di wajahmu."
"Tidak usah pura-pura peduli denganku!"
"Zergan, kenapa kau sangat keras kepala seperti ini? Duduklah, aku akan mengompres luka di wajahmu."
Eleanor keluar dan kembali dengan membawa wadah berisi air hangat dan kain bersih. Kemudian dia duduk di samping Zergan dan mengompres wajahnya.
"Aku sangat bingung dengan perasaanku sendiri. Aku masih sangat mencintai Bian, bahkan setelah apa yang ingin dia lakukan kepada Zico saat masih di dalam kandunganku. Tapi aku juga tidak bisa menolak permintaan Zergan agar aku mau menikah dengannya, karena Zico telah mengetahui jika Zergan adalah ayah kandungnya," batin Eleanor.
Eleanor mengompres wajah Zergan dengan perlahan, kemudian Zergan memegang tangan Eleanor dan menatap matanya dengan tajam.
"Kenapa dia menatapku seperti itu? Apakah dia akan memarahiku lagi?" batin Eleanor.
Zergan merebut kain yang berada di tangan Eleanor dan meletakkannya ke atas meja.
Zergan menidurkan Eleanor di atas sofa, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Eleanor.
"Aku tidak akan membiarkan pria manapun merebutmu dariku. Siapapun pria yang berani mendekatimu, aku pasti akan menyingkirkannya untuk selamanya," bisik Zergan di telinga Eleanor.
Setelah mengucapkan kalimat itu, Zergan langsung mencium bibir Eleanor dan juga wajahnya.
Eleanor terlihat menutup kedua matanya, karena jika dia memberontak juga akan percuma saja. Zergan pasti akan selalu memaksakan kehendaknya kepada orang lain.
"Kau harus tahu jika aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan membiarkanmu kembali bersama pria itu."
"Lalu bagaimana dengan Anna? Dia terlihat masih mencintaimu."
"Dia hanya terobsesi kepadaku, dia tidak mencintaiku."
"Bagaimana jika kau salah menilainya? Bagaimana jika sebenarnya dia tidak terobsesi kepadamu, tapi dia mencintaimu?"
"Apa kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan? Kenapa kau terlihat ingin sekali aku melepaskanmu?"
__ADS_1
"Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu ataupun Zico. Karena kalian berdua adalah milikku."