Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 13


__ADS_3

Eleanor sampai di depan perusahaan yang dia kira adalah perusahaan tuan Robert. Dia mengenakan dress selutut berwarna putih dan jas kantor berwarna cream.


Eleanor juga memakai kacamata berwarna hitam dengan rambut hitamnya yang terurai panjang.


Saat Eleanor hendak masuk ke kantor tersebut, tiba-tiba security mencegahnya untuk masuk.


"Nona, apakah Nona sudah membuat janji dengan Tuan?"


"Aku sudah membuat janji dengan tuan Robert, dan tuan Robert memintaku untuk datang ke perusahaan ini.


"Tuan Robert? Nona, di sini tidak ada yang namanya tuan Robert."


"Tuan Robert adalah pemilik perusahaan ini. Bagaimana bisa kau tidak mengenalnya?"


Tiba-tiba Zergan datang dengan diikuti tuan Robert dan beberapa bodyguard.


"Tuan, Nona ini ingin bertemu dengan tuan Robert. Saya sudah mengatakan jika di kantor ini tidak ada yang namanya tuan Robert, dan pemilik kantor ini juga bukanlah tuan Robert." Security tersebut menjelaskan.


"Tuan Robert, bagaimana bisa dia di sini bersama anda?" Eleanor menatap tuan Robert alih-alih menatap Zergan.


"Nona, sebenarnya aku adalah Direktur Farhan dan aku bukan tuan Robert," balas Direktur Farhan.


"Jadi, anda telah berbohong kepada saya? Tapi untuk apa?" tanya Eleanor dengan bingung.


"Untuk membuat kau kembali," balas Zergan sambil tersenyum.


"Kau benar-benar licik!" ucap Eleanor.


Eleanor hendak pergi dari kantor tersebut, tetapi Zergan malah menarik tangannya dan memaksanya untuk masuk ke mobil milik Zergan.


Eleanor pun berusaha melarikan diri saat Zergan sendiri hendak masuk ke mobil. Tetapi saat itu, dua orang bodyguard menangkap Eleanor dan membawanya kepada Zergan.


Zergan segera mengikatkan sabuk pengaman kepada Eleanor, lalu dia melajukan mobilnya.


"Zergan, tolong hentikan mobilnya!"


"Zergan, berhenti!"


"Aku tidak mau! Kau sudah membuatku sangat kesal."


"Lalu kemana kau akan membawaku pergi?"


"Aku akan membawamu pergi di mana hanya akan ada aku dan kau."


"Aku tidak mau! Aku ingin pulang!"


"Kau ingin pulang? Kita akan segera sampai di rumah kita."


"Tidak, Zergan. Aku tidak mau."

__ADS_1


Mereka pun kini sampai di depan rumah Zergan. Zergan segera turun dan membukakan pintu untuk Eleanor, tetapi Eleanor tidak mau turun dari mobil tersebut.


Zergan kemudian menarik tangan Eleanor, lalu menggendongnya dan membawanya masuk.


Zergan membawa Eleanor masuk ke kamar pribadinya dan menidurkan Eleanor. Zergan membuka jas dan kancing kemejanya, lalu dia mencium pipi Eleanor dengan perlahan.


"Kenapa kau ingin melakukan hal ini lagi?" lirih Eleanor.


"Masih belum puas kau telah menghancurkan hidupku beberapa tahun yang lalu? Kenapa kau ingin melakukan hal itu lagi kepadaku?"


Eleanor menutup kedua matanya, dan air mata keluar tiba-tiba dari kedua matanya. Zergan pun mengusap air mata itu dan mengurungkan niatnya tersebut.


Eleanor segera bangun dan meninggalkan tempat itu. Namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti saat Zergan menanyakan di mana anak mereka.


"Lalu di mana anak kita? Dia pasti sekarang sudah berusia kurang lebih 5 tahun," ucap Zergan.


"Dia bahkan tahu jika usia Zico saat ini sudah menginjak 5 tahun, " batin Eleanor.


"Kenapa kau hanya diam? Aku akan ikut bersamamu dan menemui anak kita," ucap Zergan.


"Tidak perlu."


"Apa maksudmu? Dia adalah anakku, aku juga ingin bertemu dengannya."


Eleanor membalikkan tubuhnya dan menatap mata Zergan dengan tatapan orang yang hampir menangis.


"Aku telah menggugurkan bayi itu beberapa tahun yang lalu."


"Tapi aku memang melakukannya."


"Kenapa kau sampai tega menggugurkan bayi itu?"


"Itu semua karenamu. Jika waktu itu kau tidak meniduriku, aku mungkin tidak akan hamil anakmu. Dan aku juga tidak akan menggugurkannya."


Eleanor kemudian kembali melangkahkan kakinya keluar. Namun lagi-lagi, langkah kakinya terhenti saat Zergan mengucapkan sebuah kalimat dari mulutnya.


"Aku tidak percaya jika kau telah menggugurkan bayi itu."


"Kau pasti telah berbohong agar aku tidak lagi mengejarmu. Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu dan juga anak kita."


"Aku harus bertemu dengannya. Dia harus tahu jika aku adalah ayahnya."


"Zergan, aku mohon. Kau harus pergi jauh dari kehidupanku. Anak itu sudah tidak ada, apa lagi yang kau inginkan?"


"Apa benar yang telah kau katakan? Kau benar-benar telah menggugurkan bayi itu?"


"Kenapa aku harus berbohong kepadamu? Aku harap setelah ini kau tidak akan mengganggu kehidupanku lagi."


Eleanor kemudian meninggalkan Zergan yang menuruni anak tangga dengan cepat.

__ADS_1


Saat Eleanor hendak keluar dari rumah tersebut, tiba-tiba seorang wanita datang dengan pakaian yang seksi.


"Nona Eleanor, kau di sini?" tanya wanita tersebut.


"Dia mengenalku?" batin Eleanor.


Eleanor kemudian dengan segera berlari dan mencari taksi untuk mengantarkannya pulang.


"Dia sudah kembali? Tapi kenapa dia bisa berada di sini? Apa yang dia lakukan dengan Zergan?" ucap wanita tersebut.


Wanita itu kemudian pergi ke lantai atas dan mencari Zergan. Dia menemukan Zergan sedang menatap ke arah luar jendela.


Wanita tersebut menyusulnya dan melihat ternyata Zergan sedang memandang ke arah Eleanor yang sedang masuk ke dalam taksi.


"Zergan, apa yang terjadi denganmu? Dan kenapa nona Eleanor tadi berada di sini?"


"Itu bukan urusanmu! Kenapa kau datang ke sini?"


"Aku mencarimu di kantor, tetapi security mengatakan jika kau sudah pulang dengan seorang wanita. Apa yang telah kau dan nona Eleanor lakukan di sini?"


Zergan kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan pelan mendekati wanita tersebut. Zergan memojokkannya sampai wanita itu tidak bisa pergi darinya.


"Zergan, aku sangat mencintaimu. Aku tidak suka jika kau masih memikirkan wanita lain termasuk nona Eleanor."


"Dengarkan aku baik-baik, Anna! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, aku sudah tidak mencintaimu!"


"Kenapa? Apa karena kau sekarang mencintai nona Eleanor?"


"Kita sudah lama berpisah. Dan baru beberapa hari kita menikah, kau malah selingkuh dengan pria lain. Waktu itu aku bahkan belum menyentuh tubuhmu sama sekali, Anna."


"Zergan, aku sudah berkali-kali meminta maaf kepadamu. Aku saat itu dijebak dan aku diancam oleh pria itu."


"Dijebak katamu? Kenapa kau berbohong, Anna?"


"Zergan, aku tidak berbohong. Aku benar-benar dijebak."


"Pria itu sendiri yang mengatakan kepadaku jika kalian berdua sudah menjalin hubungan sejak lama. Dan kau mau menikah denganku karena kau hanya ingin menguasai hartaku."


"Tidak, Zergan. Aku sangat mencintaimu, pria itu pasti telah berbohong."


"Aku tidak percaya pada satupun kalimat yang keluar dari mulutmu!"


"Keluar sekarang dari rumahku!"


"Zergan, aku akui aku memang bersalah. Tapi saat ini aku benar-benar mencintaimu."


"Tapi aku tidak peduli lagi dengan cinta itu! Keluar dari rumahku sekarang!"


Anna memasang wajah marah dan keluar dari kamar tersebut. Saat dia hendak menuruni tangga, tiba-tiba dia teringat dengan Eleanor.

__ADS_1


"Ini semua karenamu! Jika kau tidak datang ke kehidupan Zergan, Zergan pasti tidak akan membenciku seperti ini," batinnya.


__ADS_2