Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 18


__ADS_3

Direktur Farhan kini menenangkan Eleanor dan memintanya bersiap untuk memulai pemotretan majalah.


Zergan datang ke sana dan melihat ada seorang pria yang berfoto bersama Eleanor. Zergan sangat ingin menghampiri pria tersebut dan memukulnya karena berani mendekati Eleanor, tetapi Direktur Farhan melarangnya.


"Tuan, di hanyalah pasangan model nona Eleanor. Tolong Tuan jangan marah."


"Kenapa kau tidak mengatakan jika harus ada pasangan dalam pemotretan ini? Dan kenapa kau malah memilih tema pernikahan seperti ini?"


"Tuan, maafkan saya."


"Aku ingin pemotretan ini segera berakhir dan tidak ada lagi pria yang menjadi pasangan Eleanor."


"Tuan jangan khawatir. Ini hanya akan berlangsung hari ini."


Tidak lama setelah itu, sekretaris pribadi Zergan yang bernama Laura datang menghampiri mereka.


"Tuan Zergan, di luar sedang ada nona Anna dan dia memaksa untuk masuk ke kantor ini."


Tanpa banyak bicara, Zergan langsung pergi untuk menemui Anna. Belum sempat dia sampai di pintu depan, tiba-tiba Anna menerobos para penjaga dan langsung memeluk Zergan.


"Zergan, aku sangat merindukanmu," ucap Anna dengan lembut.


"Kenapa kau di sini?" tanya Zergan dengan wajah dinginnya.


"Apa maksudmu? Apa aku tidak boleh datang ke kantor milik suamiku?" Anna bertanya balik.


"Maaf, Nona. Tetapi Nona dan tuan Zergan sudah lama bercerai. Kenapa Nona masih memanggil tuan Zergan dengan sebutan suami?" Direktur Farhan memotong pembicaraan.


"Diam kau! Ini adalah urusanku dengannya, jadi kau tidak perlu ikut campur!" balas Anna dengan ketus.


"Zergan, kita bisa memperbaiki semuanya dan mulai kembali hubungan kita dari awal." Anna menyentuh pundak Zergan perlahan.


Eleanor pun datang dan mengagetkan semua orang. Anna kemudian menghampiri Eleanor dan menamparnya. Zergan lalu menarik tangan Anna dan membentaknya.


"Apa yang kau lakukan kepadanya?"


"Kenapa kau membelanya? Dia adalah wanita yang telah merebutmu dariku. Aku sangat membenci wanita itu."


"Siapa kau? Kenapa tiba-tiba menamparku?"


"Bagus jika kau menanyakan hal itu. Aku adalah Anna, istri sah dari Zergan."


"Istri?"

__ADS_1


"Benar. Kami berdua saling mencintai."


"Itu semua dulu. Kenapa kau masih menganggapku sebagai seorang suami? Kita sudah lama berpisah, jadi pergilah dari sini!"


"Zergan, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak sengaja melakukan kesalahan itu."


"Wah, kemarin kau mengatakan jika kau telah dijebak oleh pria itu. Dan sekarang kau mengatakan jika kau tidak sengaja melakukan kesalahan itu."


"Zergan, aku sungguh telah dijebak. Aku akui ini semua adalah kesalahanku karena aku tidak bisa menjaga diriku."


"Ini semua memang karena kesalahanmu. Sekarang pergilah dari sini, karena aku tidak ingin lagi berurusan denganmu!"


Anna pun sangat kesal dan langsung menampar wajah Eleanor untuk kedua kalinya. Zergan yang tidak terima wanita yang dia cintai diperlakukan seperti itu, dia pun menampar balik wajah Anna dengan sangat keras.


Eleanor menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang telah Zergan lakukan kepada Anna.


Eleanor kemudian menghampiri Anna dan menyentuh wajahnya, tetapi Anna malah mendorong Eleanor. Untungnya saat itu Zergan menangkap Eleanor agar Eleanor tidak terjatuh.


"Ini semua karenamu! Kau yang telah membuat Zergan membenciku!"


"Jangan menyalahkannya dalam hal ini! Sekali lagi aku katakan, semua yang tak terjadi adalah karena ulahmu sendiri! Kau yang telah berselingkuh di belakangku. Dan aku tidak mau lagi menjalin hubungan dengan wanita sepertimu!"


Zergan menarik lengan Eleanor dan membawanya menaiki tangga. Anna berteriak memanggil nama Zergan dan berusaha untuk mengejar mereka, tetapi para penjaga mencegahnya dan memaksanya untuk keluar dari kantor tersebut.


"Benar. Itu semua memang salahnya sendiri. Tuan Zergan sudah menikahinya, tetapi dia malah berselingkuh dengan pria lain."


"Aku dengar pria yang berselingkuh dengannya adalah kekasih gelapnya. Dia menikah dengan tuan Zergan, tetapi dia juga menjalin hubungan dengan kekasihnya itu."


"Astaga, dia benar-benar keterlaluan. Wanita nakal seperti dia memang tidak pantas bersanding dengan tuan Zergan."


"Apa maksud kalian berbicara seperti itu di belakangku? Kalian menyebutku wanita nakal? Apa kalian tidak tahu jika Tuan kalian Zergan juga pria yang nakal? Dia seringkali menyewa wanita untuk menemaninya."


"Tapi tuan Zergan menjadi seperti itu karena ulahmu, Nona."


"Itu benar. Jika Nona tidak berselingkuh dengan kekasih gelap Nona, tuan Zergan tidak mungkin menjadi pria nakal yang seringkali menyewa wanita untuk menemani malamnya."


"Untung saja tuan Zergan akan menikah dengan nona Eleanor. Aku jadi senang karena sebentar lagi kita akan mendapatkan Nyonya boss yang cantik dan juga lembut."


"Zergan akan menikah dengan Eleanor? Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak akan membiarkan Zergan menikahi wanita itu," batin Anna.


Setelah Anna mendengar berita itu, Anna langsung pergi meninggalkan kantor Zergan.


"Kenapa dia tiba-tiba pergi dari sini?"

__ADS_1


"Mungkin karena dia tidak suka mendengar berita jika tuan Zergan akan segera menikah dengan nona Eleanor."


"Apa nona Anna sudah pergi dari sini?" tanya Direktur Farhan.


"Sudah, Tuan. Nona Anna tadi sangat mengamuk. Tetapi setelah mendengar jika tuan Zergan dan nona Eleanor akan menikah, nona Anna langsung pergi dari sini."


"Siapa yang memberitahunya tentang hal itu?"


"Maaf, Tuan. Kami yang telah memberitahu nona Anna jika tuan Zergan dan nona Eleanor akan segera menikah."


"Kami sungguh minta maaf, Tuan. Kami tidak tahu jika seharusnya kami tidak memberitahukan hal tersebut kepada nona Anna."


"Tidak masalah. Kalian tidak tahu, jadi kalian melakukan kesalahan itu."


"Tuan Farhan, bagaimana jika tuan Zergan marah kepada kami?"


"Kalian tidak perlu khawatir, tuan Zergan tidak akan marah kepada kalian. Kalau begitu kalian lanjutkan pekerjaan kalian. Aku harus kembali menemui tuan Zergan dan nona Eleanor."


"Baik, Tuan."


Zergan meminta Eleanor duduk di sofa dan tidak mendekatinya, tetapi Eleanor malah mendekatinya.


Zergan membanting semua berkas yang berada di atas mejanya, kemudian dia juga tidak sengaja mendorong Eleanor sampai Eleanor terjatuh.


Dahi Eleanor terbentur meja dan berdarah. Kemudian tuan Farhan datang dan membantu Eleanor untuk berdiri.


Zergan kemudian menghampiri Eleanor dan menyentuh dahinya.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja mendorongmu."


"Aku tidak suka dengan sikapmu yang pemarah seperti ini. Jika memang kau sudah tidak mencintainya, kau seharusnya tidak terlalu memikirkan ucapannya."


"Aku hanya menyesal. Kenapa dulu aku pernah sangat mencintainya, dan aku bahkan sampai menikahinya."


"Tuan, semua itu sudah berlalu. Tuan jangan lagi pikirkan tentang nona Anna."


"Direktur Farhan, tolong ambilkan kotak obat."


"Baik, Tuan."


Zergan kemudian mengobati luka di dahi Eleanor dengan sangat hati-hati, lalu dia menempelkan plester di dahinya.


"Tuan, kalau begitu saya permisi. Jika Tuan membutuhkan sesuatu lagi, Tuan panggil saja saya."

__ADS_1


"Baiklah."


__ADS_2