Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 16


__ADS_3

Malam harinya, Eleanor turun dari tangga dan dia melihat Zico sedang menonton film bersama Zergan.


Kemudian Lea datang dan tersenyum melihat Eleanor yang sedang menatap Zergan.


"Nona, aku rasa banyak sekali perubahan di dalam diri Zico setelah bertemu dengan tuan Zergan. Dia menjadi sangat ceria dan suka berbicara dengan tuan Zergan."


"Itu benar."


"Tapi kenapa Nona terlihat tidak senang dengan hal ini?"


"Entahlah, Lea. Aku tidak tahu apakah aku bisa hidup bersama dengan pria yang sangat aku benci. Jika bukan karena Zico yang memaksaku untuk tinggal di rumah ini, aku mungkin sudah pergi sejak kemarin."


"Nona, aku lihat tuan Zergan sangat menyayangi Zico dan dia juga sangat mencintai Nona. Apa tidak sebaiknya Nona melupakan masa lalu yang membuat Nona merasa sedih?"


"Tidak semudah itu, Lea."


"Kenapa, Nona? Apa karena Nona masih mencintai tuan Bian?"


"Lea, bagaimana bisa aku masih mencintai seorang pria yang hampir saja membunuh calon bayiku? Tetapi aku juga tidak bisa mencintai seorang pria yang sudah sengaja merenggut kehormatanku."


"Nona, aku tahu ini pasti sangat sulit untukmu. Tapi aku berharap Nona akan tetap bertahan di rumah ini untuk Zico."


Zico menatap ke arah anak tangga karena melihat ibunya dan juga Lea sedang berdiri di sana.


"Bunda!"


Zico langsung berlari menghampiri Eleanor dan mengajaknya untuk menonton film bersama dengan Zergan.


"Zico, kau menonton film saja di sini. Bunda sedang tidak ingin menonton film," ucap Eleanor.


"Kenapa kau tidak mau menemani kami di sini?" tanya Zergan.


"Ayah, Bunda itu sangat takut menonton film hantu. Bunda bahkan pernah menangis saat aku pergi ke dapur untuk mengambil air. Saat itu filmnya masih berlanjut dan aku meninggalkan Bunda."


"Zico, apa yang kau bicarakan?"


"Ada apa dengan Bunda? Aku kan mengatakan hal yang sebenarnya."


"Zico, sekarang kau sudah mulai banyak bicara ya."


"Bibi Lea, apakah Bibi juga akan menonton film bersama kami?"


"Tidak, Zico. Bibi sedang ada pekerjaan."


"Baiklah. Kalau begitu kami bertiga akan menonton film."


Saat Eleanor ingin pergi menyusul Lea, tiba-tiba Zergan menarik tangannya dan membuatnya terduduk.


"Kau harus menemaniku malam ini."


"Aku tidak mau."


"Itu artinya apa yang dikatakan oleh Zico adalah benar. Kamu adalah seorang penakut."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan tetap di sini bersamamu dan Zico. Akan aku buktikan jika aku bukanlah penakut."


Mereka menonton film dengan sangat serius. Film pun berlangsung dengan cukup lama, sampai akhirnya Zico tertidur di sofa.


Saat adegan yang sangat menyeramkan terjadi, Eleanor langsung menutup kedua matanya. Saat itu juga Zergan mendekati wajah Eleanor dan mencium bibirnya.


"Aku tidak bisa menahannya, karena bibirmu sangat manis." Zergan berbisik di telinga Eleanor.


Eleanor menggigit bibirnya sendiri lalu mendorong Zergan hingga terjatuh dari atas sofa.


Eleanor kemudian membantu Zergan untuk berdiri, tetapi Zergan malah menarik lengannya dan membuat wajah mereka saling berdekatan.


"Kenapa kau terlihat sangat cantik?"


"Cukup! Aku sudah tidak mau menonton film ini lagi. Aku akan membawa Zico ke kamar."


Zergan menghentikan Eleanor, kemudian dia menggendong Zico.


"Biar aku saja yang membawanya ke kamar."


Sesampainya di kamar, Eleanor langsung menyelimuti Zico dan berbaring di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau tidak pergi ke kamarmu?" tanya Eleanor dengan kesal.


"Apa lagi? Aku sedang menunggumu," balas Zergan dengan senyuman yang nakal.


"Apa maksudmu? Aku akan tidur di sini bersama Zico."


"Kenapa kau bertanya kenapa? Tentu saja karena aku ingin menjaganya. Zico sering terbangun di tengah nalam dan mencariku, jadi aku akan tidur bersama Zico di sini."


"Baiklah. Kalau begitu aku juga akan tidur di sini."


"Tidak! Kau harus tidur di kamarmu!"


"Aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak jika aku terus memikirkanmu."


"Zergan, aku mohon. Jangan menggangguku seperti itu. Kau pergilah ke kamarmu, aku sudah sangat mengantuk."


Eleanor menarik selimut dan memejamkan kedua matanya. Tetapi Zergan malah menarik selimut tersebut dan membopong Eleanor.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"


"Aku tidak akan melepaskanmu. Malam ini dan seterusnya kau akan tidur bersamaku."


Zergan pun membawa Eleanor ke kamarnya. Setelah mereka berdua pergi, Zico perlahan membuka matanya dan tersenyum.


Ternyata dari tadi dia hanya berpura-pura tidur. Dia bekerja sama dengan Zergan untuk menjebak Eleanor agar malam ini Eleanor tidur bersama Zergan.


Eleanor terus meronta-ronta memaksa Zergan untuk menurunkannya, tetapi Zergan sama sekali tidak menghiraukan ucapannya.


Sesampainya mereka di kamar, Eleanor langsung menggigit pundak Zergan dan berlari menuju pintu. Tetapi Zergan langsung menarik tangannya dan mengunci pintu tersebut.


"Kau tidak akan bisa pergi dari kamar ini. Aku akan menyembunyikan kunci ini di tempat yang kau tidak akan bisa meraihnya."

__ADS_1


Zergan meletakkan kunci pintu tersebut ke atas lemari yang tinggi, dan Eleanor tidak dapat meraih kunci tersebut.


Zergan kemudian menarik tangan Eleanor dan menidurkannya ke atas ranjang.


"Sekarang hanya ada kau dan aku. Kita akan melakukannya lagi malam ini."


Eleanor sangat paham apa yang dimaksud oleh Zergan saat itu, tetapi dia berusaha untuk pergi dari kamar tersebut.


"Kau tidak akan bisa pergi dari sini. Sekarang kau hanya akan menjadi milikku."


Saat Zergan hendak mencium Eleanor, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia pun marah karena ponselnya telah mengganggu momen yang sangat dia nantikan.


"Zergan, aku ingin bertemu denganmu. Aku ingin membicarakan hal yang penting."


"Aku tidak bisa bertemu denganmu."


"Tapi Zergan, ini sangat penting. Aku ingin bertemu denganmu malàm ini."


"Aku sudah mengatakan kepadamu jika aku tidak ingin lagi berurusan denganmu."


Eleanor terlihat bingung dengan sikap Zergan yang marah-marah kepada seseorang yang berbicara dengannya melalui telepon.


"Siapa yang sedang berbicara dengannya? Kenapa dia terlihat sangat marah seperti itu?" batinnya.


Eleanor memanfaatkan waktu tersebut untuk mengambil kunci pintu yang Zergan sembunyikan di atas lemari.


Eleanor tidak dapat meraih kunci tersebut karena lemarinya terlalu tinggi, akhirnya dia mengangkat sebuah kursi dan naik ke atasnya.


Walaupun telah naik ke atas kursi, Eleanor tetap saja harus berjinjit. Dan saat dia telah mendapatkan kunci pintu itu, dirinya tidak bisa seimbang dan membuat kursinya terjatuh.


Untungnya Zergan langsung menangkap Eleanor yang hampir saja ikut terjatuh.


"Bagaimana jika tadi kau terjatuh? Apa yang kau lakukan sampai naik ke atas kursi seperti itu?"


"Ini semua salahmu. Jika kau tidak menyimpan kunci pintunya di atas lemari, aku tidak akan naik ke atas kursi."


"Zergan, kau sedang berbicara dengan siapa? Aku seperti mendengar suara seseorang wanita di sana."


Tanpa menjawab pertanyaan dari Anna, Zergan langsung mematikan ponselnya.


"Siapa wanita yang meneleponmu?"


"Kenapa? Kau cemburu jika ada wanita lain yang menghubungiku?"


"Kenapa aku harus cemburu? Memangnya kau sangat penting bagiku?"


Zergan kesal dan merebut kembali kunci pintu yang berada di tangan Eleanor.


"Kembalikan kunci itu!"


"Tidak akan! Malam ini kita akan tidur bersama di kamar ini."


Zergan kemudian menarik tubuh Eleanor ke atas ranjang dan memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2