Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 41


__ADS_3

Keesokkan paginya, Eleanor terbangun dan merasakan kepalanya sedikit pusing. Dia kemudian menoleh ke sampingnya, tetapi Zergan sudah tidak ada di sana.


"Kemana dia pergi? Apa dia sudah berangkat ke kantor? Tapi kenapa pergi sepagi ini dan dia tidak membangunkanku?" gumamnya.


Eleanor kemudian beranjak dari tempat tidur dan turun ke lantai bawah. Di bawah Eleanor melihat beberapa pelayan sedang menyiapkan makanan di meja makan.


"Pelayan, apa Zergan sudah berangkat ke kantor?"


"Tuan Zergan sudah berangkat dari tadi, Nyonya. Tuan terlihat sangat terburu-buru, sampai-sampai Tuan lupa membawa ponselnya saat sedang memakai sepatu."


"Apa dia sudah sarapan?"


"Sudah, Nyonya."


"Lalu di mana Zico dan Lea?"


"Zico tadi ingin mengajak Nyonya pergi ke taman, tetapi tuan Zergan melarangnya karena Nyonya masih tertidur pulas katanya. Setelah itu tuan Zergan meminta nona Lea untuk mengajak Zico ke taman."


"Baiklah, kalian lanjutkan perjalanan kalian."


"Baik, Nyonya."


Eleanor pun kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap, setelah itu dia mengambil ponsel Zergan dan berniat untuk mengantarkannya ke kantor.


Saat Eleanor hendak masuk ke mobilnya, tiba-tiba Direktur Farhan datang dan menghampirinya.


"Direktur Farhan, apa yang kau lakukan di sini?"


"Nona, saya diperintahkan tuan Zergan untuk menjaga Nona di rumah."


"Tapi sekarang aku ingin pergi ke kantor Zergan, dia telah meninggalkan ponselnya di rumah."


"Baiklah, kalau begitu Nona pergi ke kantor dengan mobil saya saja agar saya bisa memastikan jika Nona aman."


"Baiklah."


Direktur Farhan membukakan pintu mobil untuk Eleanor dan kemudian dia masuk ke mobil lalu menyetir.


"Direktur, apa hari ini Zergan ada jadwal penting? Tidak biasanya dia terburu-buru sampai ponselnya tertinggal di rumah."


"Hari ini tuan Zergan memang sedang ada pertemuan penting dengan investor dari luar negeri, Nona."


"Pantas saja dia sampai lupa membawa ponselnya."


"Nona, saya lihat hari ini Nona sangat khawatir dengan tuan Zergan. Jika saya boleh tahu, apakah Nona sudah memiliki perasaan cinta kepada tuan Zergan?"


"Direktur Farhan, sebenarnya aku malu mengatakan hal ini. Tapi karena di sini hanya ada kau dan aku, jadi aku akan mengatakannya."


"Aku memang sudah memiliki perasaan cinta kepada Zergan. Walaupun baru beberapa hari aku menikah dengannya, tapi dia sudah berhasil membuatku jatuh cinta."


"Nona, saya turut senang mendengar hal ini. Semoga Nona dan tuan Zergan akan saling mencintai seperti ini."


"Terima kasih, Direktur Farhan."


Mereka berdua pun sampai di kantor Zergan. Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk Eleanor.


Semua orang memberikan salam dan juga hormat kepadanya.


"Selamat pagi, Nona."


"Selamat pagi, Nona."


"Selamat pagi semuanya. Terima kasih karena kalian selalu menjadi kebersihan dan juga tertib seperti ini. Aku sangat menyukainya."

__ADS_1


"Terima kasih, Nona."


"Kalau begitu aku akan pergi ke atas untuk menemui suamiku."


Setelah Eleanor pergi dari sana, beberapa dari mereka kemudian berkerumun dan membicarakan tentang ekspresi wajah Eleanor yang terlihat senang pagi ini.


"Apa kau melihatnya tadi?"


"Memangnya apa yang kau lihat?"


"Nona Eleanor."


"Apa yang terjadi dengan nona Eleanor?"


"Apa kau tidak melihat ekspresi wajahnya tadi? Dia terlihat sangat senang, tidak seperti biasanya."


"Bukankah hal itu baik? Itu artinya hari ini nona Eleanor sedang bahagia."


"Kau benar."


"Ekhemm ...."


"Direktur Farhan?"


"Apa yang sedang kalian bicarakan?"


"Tidak ada, Direktur. Kami hanya merasa bingung dengan nona Eleanor."


"Kenapa?"


"Tidak biasanya nona Eleanor memasang wajah senang seperti pagi ini. Biasanya jika nona Eleanor datang ke kantor ini wajahnya terlihat tidak senang."


"Benar, Direktur. Pagi ini juga nona Eleanor datang ke kantor dengan sendirinya, biasanya tuan Zergan yang mengajaknya kemari."


"Itu benar. Nona Eleanor sekarang pasti sudah mencintai tuan Zergan, itu sebabnya dia tidak bisa mengendalikan jauh darinya."


"Ya sudah, kalian lanjutkan pekerjaan kalian sekarang."


"Baik, Direktur."


Eleanor mengetuk pintu ruangan Zergan dengan pelan, kemudian Zergan memintanya masuk.


Eleanor melihat Zergan sedang duduk sendirian di sana, lalu dia menghampiri Zergan dan memeluknya.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat bahagia hari ini?"


"Kau tahu kenapa aku terlihat sangat bahagia?"


"Tidak."


"Karena sekarang aku sudah berada di kantor bersamamu."


"Benarkah?"


"Iya. Apa kau tahu? Tadi pagi aku sangat khawatir karena kau tidak ada di sampingku saat aku bangun tidur, tapi ternyata kau sudah pergi ke kantormu."


"Maafkan aku. Tadi pagi aku memang sengaja tidak membangunkanmu karena aku tidak ingin tidurmu terganggu. Tubuhmu pasti sangat pegal saat kau bangun tadi pagi."


"Bagaimana kau tahu itu?"


"Karena aku juga pernah tidur dalam keadaan mabuk sepertimu."


"Apa kau ingat sesuatu?"

__ADS_1


"Apa?"


"Kau tidak ingat?"


"Tidak."


"Kau meninggalkan ponselmu di rumah."


"Iya, tadi pagi aku sangat terburu-buru sampai aku meninggalkan ponselku."


"Zergan, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu."


"Apa itu?"


"Apa tadi pagi saat kau bangun tidur kau mencium keningku?"


"Tidak. Aku tidak melakukannya."


Zergan berbohong kepada Eleanor agar Eleanor menjadi kesal. Dan benar saja, tidak lama kemudian wajah Eleanor terlihat sangat kesal.


"Kau benar-benar tidak mencium keningku saat kau bangun tidur?"


"Tidak."


"Kau ini suami macam apa? Kenapa sebelum aku mencintaimu kau selalu mencium keningku setelah kau bangun tidur? Lalu kenapa sekarang setelah aku mencintaimu kau tidak mencium keningku setelah kau bangun tidur?"


Zergan kemudian tertawa dengan sikap Eleanor yang seperti itu.


"Kenapa kau tertawa?"


Eleanor kemudian menoleh ke belakang dan melihat seorang pria sedang berdiri di sana.


"Zergan, dia siapa? Kenapa dia tidak mengetuk pintu saat masuk ke ruanganmu?"


"Dia adalah investor ku yang berasa dari luar negeri."


"Jadi sejak tadi dia sudah ada di ruangan ini bersamamu?"


"Benar."


"Lalu kenapa kau tidak memberitahuku? Dia pasti telah melihat bagaimana aku menciummu tadi."


"Kenapa kau terlihat malu? Lagipula dia juga sudah tahu jika kau adalah istriku."


"Nona, kau ini sangat lucu. Kau terlihat sangat mencintai suamimu."


"Tuan, maafkan aku. Aku sungguh tidak tahu jika tadi Tuan berada di sini."


"Tidak perlu meminta maaf seperti itu, Nona. Kau berhak melakukannya karena kau adalah istri dari tuan Zergan."


"Tuan Zergan, karena pertemuan kita hari ini telah selesai, saya harus segera pergi sekarang."


"Baiklah. Terima kasih untuk hari ini."


"Nona Eleanor, aku permisi."


"Iya."


Zergan kemudian berdiri dan menarik bahu Eleanor.


"Kenapa harus malu saat orang lain melihat kemesraan kita?"


"Zergan, aku benar-benar malu. Kau tidak mengatakan jika ada orang di ruangan ini."

__ADS_1


"Kau juga tidak bertanya kepadaku sebelumnya."


__ADS_2