
Siang kini telah berganti dengan malam dan Eleanor sedang berdandan di kamarnya. Seperti yang Zergan katakan, malam ini mereka berdua akan pergi ke pesta pernikahan rekan bisnis Zergan.
Eleanor mengenakan dress panjang berwarna merah pemberian Zergan dengan rambut yang diikat dibawah.
"Kenapa tadi siang Bian datang ke kantor Zergan? Apa yang ingin dia lakukan?"
Eleanor kemudian mengingat masa lalunya bersama dengan Bian. Mereka saling mencintai, bahkan sampai detik ini.
Tetapi Eleanor bingung dengan perasaannya sendiri. Di satu sisi dia ingin sekali kembali bersama Bian dan melanjutkan hidup bersamanya.
Tetapi di sisi lain dia telah memiliki anak dengan Zergan, dan Zergan secepatnya akan menikahi Eleanor. Mau tidak mau dia harus menikah dengan Zergan, karena dia tidak mungkin mengatakan kepada Zico jika sebenarnya dia tidak mencintai ayahnya.
Eleanor kemudian membuka ponselnya dan melihat isi galeri. Di sana masih tersimpan banyak foto dirinya bersama Bian.
Eleanor tersenyum melihat foto tersebut dan mengelus pelan layar ponselnya.
"Bian, maafkan aku. Tapi semuanya telah terjadi."
"Kita tidak bisa bersama dalam waktu yang lama. Aku telah memiliki seorang anak, dan aku sangat menyayanginya."
Beberapa saat kemudian, seorang pelayan mengetuk pintu kamar Eleanor dan meminta izin untuk masuk.
Setelah Eleanor mengizinkan pelayan tersebut masuk, pelayan itu langsung memberikan sebuah kotak berisi kalung berlian.
"Nona, pakailah kalung berlian ini. Tuan yang telah membelikan kalung berlian ini untukmu, dan Tuan memintaku untuk memberikannya kepadamu."
"Tapi, aku telah memakai kalung milikku."
"Nona, saya mohon jangan menolak ini. Jika Tuan tahu Nona tidak mengenakan kalung pemberiannya malam ini, Tuan pasti akan memarahi saya."
"Baiklah. Letakkan kotaknya di atas meja, aku akan memakainya nanti."
"Tidak, Nona. Saya harus memastikan bahwa Nona benar-benar memakai kalung berlian itu. Karena setelah saya turun, Tuan pasti akan bertanya kepada saya."
"Baiklah. Aku akan memakainya sekarang juga."
Eleanor kemudian melepaskan kalung yang berada di lehernya dan menggantikannya dengan kalung berlian pemberian dari Zergan.
Eleanor menatap dirinya di depan cermin dan dia tersenyum. Entah mengapa saat itu dia merasa sangat cocok dengan kalung pemberian dari Zergan.
"Nona, Nona terlihat sangat cantik memakai kalung berlian itu."
"Benarkah?"
"Benar, Nona. Tuan Zergan memang tidak salah memilih kalung itu untuk Nona. Tuan selalu tahu mana yang baik untuk Nona."
Seketika raut wajah Eleanor pun berubah karena mendengar pelayan tersebut mengatakan jika Zergan selalu tahu mana yang baik untuk dirinya.
"Nona, kenapa Nona masih berdiri di sini? Tuan Zergan sekarang telah menunggu di bawah."
__ADS_1
"Baiklah."
Setelah itu, Eleanor dan pelayan tersebut keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah.
Saat itu terlihat Zergan memakai jas dan celana berwarna hitam. Zergan tidak bisa berhenti menatap Eleanor karena malam itu dia terlihat sangat cantik.
"Bunda malam ini terlihat sangat cantik. Benar kan, Ayah?" ucap Zico.
"Bundamu memang selalu terlihat cantik," balas Zergan.
Zergan berjalan menghampiri Eleanor menggenggam tangannya.
"Kau terlihat sangat cantik mengenakan dress dan juga kalung yang aku berikan," bisik Zergan.
"Kenapa aku merasa senang saat dia memujiku cantik?" batin Eleanor.
"Bunda, malam ini akan pergi bersama Ayah, kan?" tanya Zico dengan wajah yang penuh senyuman.
"Iya," balas Eleanor sambil tersenyum.
"Kalau begitu aku juga akan bersiap-siap dan ikut dengan Ayah juga Bunda," ucap Zico bersemangat.
"Tidak, Zico. Kau tidak boleh ikut bersama Tuan dan Nona." Lea menghentikan langkah Zico.
"Tapi kenapa aku tidak boleh ikut bersama Ayah dan Bunda?" Zico bertanya lagi.
"Zico, ini adalah acara orang dewasa. Jadi Zico tidak boleh ikut, karena Zico masih anak-anak." Lea menjelaskan.
"Zico, ini adalah acara penting temannya Ayah. Ayah tidak mungkin mengajak Zico untuk pergi. Jika Ayah dan Bunda pulang dari acara itu, Ayah akan membawakan mainan untukmu."
"Sungguh, Ayah?"
"Tentu saja."
"Baiklah kalau begitu. Zico akan tetap di rumah bersama bibi Lea dan menunggu Ayah Bunda pulang."
"Anak pintar."
"Lea, tolong jaga Zico dengan baik. Aku dan Eleanor akan pergi ke pesta pernikahan itu."
"Baik, Tuan. Kalian berhati-hatilah di jalan. Saya akan menjaga Zico dengan baik di rumah."
"Terima kasih, Lea."
"Sama-sama, Tuan."
Setelah Eleanor dan Zergan pergi, Lea mengajak Zico untuk masuk ke kamarnya dan bermain.
"Zico, ayo kita pergi ke kamar dan bermain."
__ADS_1
"Tidak, Bibi. Aku tidak mau bermain di kamar. Aku ingin bermain di sini saja."
"Baiklah. Kalau begitu Zico bantu Bibi untuk mengambil mainan Zico dan membawanya ke sini."
"Baik, aku akan membantu Bibi."
*******
Terlihat Bian kini sedang merapikan jas yang dia kenakan untuk datang ke pesta pernikahan malam ini.
Ternyata Bian juga diundang dalam pesta pernikahan tersebut karena dia juga merupakan rekan bisnis tuan Riky.
"Zergan pasti mengajak Eleanor ke pesta pernikahan itu. Aku harus kembali merebut Eleanor dari Zergan," ucapnya.
"Zergan tidak berhak atas Eleanor. Dia telah merebut Eleanor dari tanganku dan membuat Eleanor melahirkan anaknya," sambungnya.
"Aku tidak peduli jika Eleanor telah memiliki anak dengan Zergan dan mereka akan segera menikah. Eleanor hanyalah milikku, entah itu dulu, sekarang, ataupun nanti."
"Aku sangat yakin jika kau masih sangat mencintaiku, El. Kau tidak mungkin bisa melupakanku semudah itu."
Biaan meraih cincin tunangan yang berada di atas meja. Cincin tersebut adalah cincin milik Eleanor, dan seharusnya mereka sudah menikah jika kejadian buruk itu tidak menimpa Eleanor sebelumnya.
"Kau mengembalikan cincin ini demi melindungi bayi dari pria lain. Aku tidak menyangka kau bisa melakukannya."
"Aku telah mengambil keputusan yang benar untuk menggugurkan kandunganmu saat itu, tapi kau tidak mau mendengarkan ucapanku."
"Dan sekarang aku akan pastikan cincin ini akan melingkar kembali di jari manismu. Kita akan segera menikah dan mengganti tahun-tahun yang lalu dengan tahun yang baru."
"Kita akan memulai semuanya dari awal lagi."
"Tok ... tok ... tok ...."
"Masuk!"
"Tuan."
"Felix?"
"Mobilnya sudah siap. Apakah kita akan pergi sekarang?"
"Ya, kita akan pergi sekarang."
"Maaf, Tuan. Bukankah itu cincin yang Tuan berikan kepada nona Eleanor beberapa tahun yang lalu? Apa yang akan Tuan lakukan dengan cincin itu?"
"Aku akan melamar Eleanor dan menikahinya. Aku akan memulai semuanya dari awal lagi."
"Felix, aku sangat yakin jika Eleanor masih sangat mencintaiku. Dia sedang ditekan oleh Zergan saat ini."
"Saya juga berpikir demikian, Tuan. Tadi siang saya juga memperhatikan nona Eleanor. Nona Eleanor terlihat masih mencintai Tuan, dan saya melihat itu dari tatapan matanya kepada Tuan."
__ADS_1
"Baiklah, Felix. Kita harus segera pergi, karena aku sangat yakin jika malam ini Eleanor akan pergi bersama Zergan."
"Baik, Tuan."