Istri Milik Tuan Zergan

Istri Milik Tuan Zergan
Part 54


__ADS_3

Eleanor sedang duduk di ruang tamu menemani Zico yang sedang belajar.


"Bunda, kenapa tadi Ayah tidak pulang bersama Bunda dan Kakek? Apa Ayah ada urusan lagi dengan pekerjaannya?" tanya Zico sambil memegang pensil di tangan kanannya.


"Iya, ayahmu sangat sibuk. Jadi tadi Ayah tidak pulang bersama Bunda dan Kakek," balas Eleanor.


Saat Eleanor kembali membantu Zico yang sedang belajar, tiba-tiba Zergan datang bersama dengan Anna.


Anna menggandeng tangan kanan Zergan dan berjalan seperti seorang suami istri. Direktur Farhan dan dokter yang menangani Anna pun berjalan di belakang mereka.


"Zergan, kenapa wanita itu ada di sini? Dan anak kecil itu, siapa dia?" tanya Anna.


"Dia adalah ...." Zergan ragu untuk menjawabnya.


"Ayah!" panggil Zico.


Zico berlari ke arah Zergan dan Zergan jongkok lalu memeluknya.


"Ayah, kenapa Ayah selalu sibuk dengan pekerjaan Ayah?"


"Maafkan Ayah. Lain kali Ayah tidak akan sibuk dan akan lebih sering menghabiskan waktu bersama Zico."


"Ayah, kenapa Ayah pulang bersama bibi Anna?"


"Hey, jadi kau sudah tahu namaku?"


"Iya, nama Bibi adalah bibi Anna. Kenapa Bibi pulang bersama ayahku?"


"Ayahmu? Zergan, apa maksud anak kecil ini? Kenapa dia mengatakan jika kau adalah ayahnya?"


"Pelayan, tolong bawa Zico ke kamarnya."


"Baik, Tuan."


"Ayah, aku kan sedang belajar bersama Bunda."


"Iya, belajarnya di dalam kamar sendiri saja."


"Baiklah."


Setelah Zico mengemasi buku-bukunya dan pergi menuju kamarnya, Anna langsung menarik bahu Zergan agar menghadap ke arahnya.


"Zergan, kenapa anak kecil tadi memanggilmu Ayah? Dan kenapa dia memanggil wanita itu Bunda?"


"Apa jangan-jangan kau memang benar-benar telah berselingkuh dengannya, dan anak kecil tadi adalah anak kalian?"


"Zergan, kenapa kau sangat tega denganku?"


Anna memukul dada Zergan dengan kedua tangannya, kemudian Zergan memegang kedua tangan Anna dengan erat.

__ADS_1


Eleanor pun terlihat cemburu melihat hal itu, hatinya terasa seperti terbakar melihat suaminya menyentuh tangan wanita lain di hadapannya.


"Apa kau sudah lupa jika anak kecil tadi adalah keponakanku?"


"Keponakanmu?"


"Iya. Ayahnya sudah pergi meninggalkannya dan aku sudah merawatnya sejak kecil, jadi dia menganggapku sebagai ayahnya."


Eleanor pun melebarkan kedua matanya karena kaget mendengar Zergan mengatakan hal seperti itu tentang Zico.


"Bagaimana bisa dia tidak mengakui Zico sebagai anaknya? Apa dia benar-benar ingin kembali bersama Anna?" batin Eleanor.


"Aku tidak mengingatnya sama sekali. Tapi mulai sekarang aku tidak masalah jika dia memanggilmu Ayah, dia juga boleh memanggilku Ibu."


"Lalu wanita itu? Apakah dia adalah ibunya?"


"Iya, dia adalah ibu dari Zico."


"Tapi aku seperti tidak asing dengan wajahnya. Aku rasa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya."


Dokter yang berdiri di samping Direktur Farhan pun berjalan mendekati Anna.


"Nona Anna, dia adalah nona Eleanor. Dia merupakan seorang model dan juga artis papan atas. Itulah kenapa Nona merasa pernah melihatnya sebenarnya, karena memang wajah nona Eleanor ini sudah sering mondar-mandir di televisi dan juga papan iklan."


"Oh iya, nona Eleanor. Maafkan aku karena tadi aku menamparmu di hadapan semua orang. Kau pasti merasa sangat malu karena aku menganggapmu sebagai perebut suami orang."


"Nona Eleanor, kau sangat baik. Apa kau sudah lama tinggal bersama suamiku? Kira-kira kapan kau akan pindah dan tinggal di rumahmu sendiri bersama dengan Zico? Maksudku tidak baik jika perempuan yang sudah pernah bersuami dan memiliki seorang anak masih tinggal bersama sepupunya."


"Eleanor dan Zico tidak akan pergi kemanapun! Mereka akan tetap tinggal di rumah ini!"


"Zergan, aku tahu jika dia adalah sepupumu. Tapi tidak baik jika ada orang lain di dalam rumah tangga kita."


"Aku telah membuat keputusan jika Eleanor dan Zico akan tetap tinggal di rumah ini. Jika kau tidak menyukainya, kau bisa pergi dari sini."


"Zergan, aku hanya memberikan saran untukmu. Kenapa kau menjadi sangat marah seperti itu?"


"Nona Eleanor, sekali lagi maafkan aku. Kau boleh tetap tinggal di sini bersama Zico, aku tidak akan melarangnya. Tapi kau harus ingat jika istri Zergan telah kembali ke rumah ini. Jadi kau harus bisa menjaga jarak dengan suamiku, meskipun kau adalah sepupunya."


"Zergan, aku sangat lelah. Aku akan pergi beristirahat ke kamar kita."


"Tunggu dulu!"


"Ada apa?"


"Aku sudah berpindah kamar. Kamar yang dulu sudah ditempati oleh Eleanor."


"Tapi kenapa? Bukankah itu adalah kamar pribadi kita?"


"Eleanor sangat menyukainya, jadi tidak masalah bagiku jika aku harus berpindah ke kamar lain."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Sekarang katakan di mana letak kamar baru kita."


"Ikutlah dengan Lea, dia akan menunjukkan kamarnya kepadamu."


"Apakah Lea adalah orang kepercayaan mu?"


"Iya. Dia orang kepercayaan ku dan juga asisten pribadi Eleanor."


"Sepertinya kau sangat menyayangi sepupumu, sampai-sampai kau meminta orang kepercayaan mu untuk menjadi asisten pribadi nona Eleanor."


"Nona Anna, mari saya antar Nona ke kamar."


"Baiklah."


Setelah Anna dan Lea pergi dari sana, Zergan kemudian menghampiri Eleanor dan menyentuh wajahnya. Tetapi saat itu Eleanor menghindar dari Zergan.


"Apa yang terjadi denganmu?"


"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu, Zergan. Apa yang terjadi denganmu? Kenapa tadi kau tidak mengakui Zico sebagai anakmu? Apa kau benar-benar ingin kembali bersama Anna?"


"Bukan seperti itu. Kau sendiri yang memintaku untuk seolah-olah menjadi suami Anna."


"Tapi aku tidak pernah memintamu untuk tidak mengakui Zico sebagai anakmu di depan Anna. Kau tidak seharusnya melakukan hal itu. Bagaimana perasaan Zico jika mengetahui ayah kandungnya sendiri tidak mengakuinya sebagai anaknya?"


"Tapi ini hanya di depan Anna. Aku akan tetap mengakui Zico sebagai anakku dan kau sebagai istriku di depan semua orang."


"Aku rasa kau tidak perlu membesar-besarkan masalah kecil seperti ini."


"Zergan, aku tidak membesar-besarkan masalah ini. Tapi aku hanya memikirkan perasaan Zico."


"Aku sangat lelah, aku ingin pergi ke kamar. Dan kau harus ingat satu hal, meskipun kita berpura-pura menjadi sepupu, kau harus tetap melayaniku sebagai suamimu."


Zergan menaiki anak tangga dan berjalan cepat menuju kamarnya. Eleanor pun terdiam dan wajahnya terlihat sangat sedih.


"Nona, jangan bersedih seperti itu. Tuan Zergan melakukan semua ini agar nona Anna cepat sembuh. Setelah nona Anna sembuh, semuanya pasti akan kembali seperti sebelumnya." Direktur Farhan menenangkan Eleanor.


"Direktur Farhan, aku tidak tahu apakah aku bisa hidup satu atap dengan mantan istri dari suamiku. Aku juga harus berpura-pura menjadi sepupunya. Ini pasti tidak akan mudah," ucap Eleanor.


"Nona, Nona dan tuan Zergan pasti bisa melewati semuanya bersama. Apapun yang terjadi, nona Eleanor harus tetap berada di rumah ini untuk Zico dan tuan Zergan," balas Direktur Farhan.


"Nona Eleanor, Direktur Farhan, kalau begitu saya permisi. Saya akan datang kemari sewaktu-waktu untuk memeriksa perkembangan nona Anna."


"Baik, Dokter."


"Kalau begitu saya permisi."


"Nona Eleanor, saya akan mengantarkan Dokter Rangga ke depan sebentar."


"Baiklah."

__ADS_1


__ADS_2